PROBOLINGGO - Petugas gabungan yang menjadi korban waktu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bertambah jadi empat orang.
Petugas keempat yang dilaporkan meninggal dunia itu adalah Hendra Rony Wagiyanata seorang Manggala Agni Pemula pada Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, Balai Besar TNBTS.
Baca juga: Polri Tindak Tegas Pelaku Karhutla, 113 Orang Jadi Tersangka
Rudijanta Tjahja Nugraha Kepala Balai Besar TNBTS menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Hendra Rony atau yang akrab disapa Cak Panda pada Kamis (15/10/2026) kemarin.
“Keluarga Besar Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kementerian Kehutanan menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Hendra Rony Wagiyanata atau Cak Panda, pada Kamis, 15 Oktober 2026,” ujar Rudijanta saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).
Cak Panda sebelumnya merupakan satu dari tiga korban selamat yang mengalami luka bakar serius akibat terjebak dalam kepungan api di kawasan Mentigen, Probolinggo.
Tim medis telah berupaya maksimal untuk menyelamatkan nyawa korban setelah dilakukan evakuasi oleh rekan-rekannya. Namun karena mengalami luka bakar parah, Cak Panda harus berpulang.
Baca juga: Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan
Rudijanta menegaskan, bahwa keberanian dan pengorbanan yang ditunjukkan oleh almarhum beserta rekan-rekannya merupakan bentuk tugas mulia yang sangat dihormati.
Ia bilang, pengabdian almarhum dalam menjaga kawasan konservasi akan selalu menjadi bagian dari perjuangan bersama dalam melindungi alam dan lingkungan.
“Dedikasi dan pengabdian almarhum dalam menjaga kawasan konservasi akan selalu menjadi bagian dari perjuangan bersama dalam melindungi alam dan lingkungan,” tegasnya.
Baca juga: Antisipasi El Nino, Kapolres Mamasa Imbau Warga Waspada Karhutla
Dengan bertambahnya satu korban jiwa, total petugas yang meninggal dalam upaya pemadaman karhula Bromo berjumlah empat orang.
Tiga korban meninggal sebelumnya di lokasi kejadian adalah Sukaris (55), Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19).
Sementara dua korban luka yang masih dirawat hingga kini adalah Munawi dari satuan Masyarakat Peduli Api (MMP TLP), dan Suraji yang berprofesi sebagai sekuriti Artotel
Editor : Redaksi