Oooo Begini Cara Pilih Menu Buka Puasa yang Penuh Nutrisi, Dosen Gizi Unair ini Beri Penjelasan

Redaksi


Oooo Begini Cara Pilih Menu Buka Puasa yang Penuh Nutrisi, Dosen Gizi Unair ini Beri Penjelasan

Ilustrasi menu buka puasa

SURABAYA – Ramadan merupakan momentum berharga bagi seluruh umat Muslim. Tak hanya sekedar menjalankan ibadah, berpuasa juga dapat menjadi sarana detoksifikasi tubuh. Namun, saat waktu berbuka puasa tiba, sering terjadi dilema dalam memilih menu yang tepat.

Di tengah beragamnya hidangan yang menggoda, tetap penting untuk memperhatikan keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Dalam hal ini, Azizah Ajeng Pratiwi SGz MGizi, Dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR, memaparkan cara menjaga pola makan seimbang selama bulan puasa.

Dilansir dari wawancara UNAIR NEWS, Azizah menekankan bahwa kualitas asupan harus tetap terjaga, meskipun frekuensi makan berkurang. “Penelitian telah menunjukkan bahwa puasa memiliki manfaat kesehatan. Namun, sangat penting untuk mengoptimalkan asupan nutrisi selama periode ini,” ujarnya.

Azizah menyarankan agar menerapkan prinsip gizi seimbang dalam setiap santapan. Untuk memastikan asupan nutrisi yang sehat, ia menyarankan pembagian proporsional piring makan menjadi empat bagian sama, terdiri dari sayuran, buah-buahan, karbohidrat, dan protein.

Dalam memilih minuman untuk berbuka puasa, Azizah menyarankan untuk memprioritaskan air mineral atau teh hangat yang tidak terlalu manis. Menurutnya, langkah ini efektif untuk stabilisasi kadar gula darah secara bertahap.

Setelah berbuka, ia menyarankan untuk memberi jeda setengah jam hingga satu jam sebelum makan makanan utama. “Kita bisa memulai dengan sholat maghrib. kemudian tadarus, sebelum akhirnya makan besar. Ini membantu tubuh menyesuaikan diri setelah berpuasa seharian,” ungkapnya.

Asupan Cairan
Selama Bulan Ramadan, Azizah menyoroti pentingnya menjaga asupan cairan. Lebih lanjut, ia menyarankan mengkonsumsi dua liter air setiap hari agar tubuh tidak dehidrasi selama berpuasa.

“Untuk memastikan hidrasi yang optimal selama Ramadan, kita dapat bagi waktu konsumsi air dua gelas sebanyak empat kali. Yaitu, saat berbuka, setelah makan malam, sebelum tidur, dan saat sahur,” ujarnya.

Selain itu, Azizah juga menganjurkan untuk menghindari makanan tinggi lemak dan garam. Pasalnya, makanan dengan sodium tinggi dapat mempercepat proses dehidrasi.

“Mengurangi asupan makanan yang tinggi natrium sangat disarankan, karena makanan tersebut dapat mempercepat proses dehidrasi. Tentu, hal ini membuat kita lebih cepat merasa haus,” tuturnya.

Nutrisi Saat Sahur
Azizah menyarankan, untuk memilih makanan yang tepat saat sahur agar energi tetap terjaga. “Mengonsumsi karbohidrat kompleks, termasuk beras merah, pada saat sahur adalah pilihan cerdas. Ini membantu memperlambat proses pencernaan dan menjaga kenyang lebih lama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Azizah juga menekankan manfaat sayuran dan buah. Tidak hanya berserat tinggi, menurutnya, sayuran dan buah sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa. (UNAIR)