Sambut Hari Santri 2026, Fatayat NU Surabaya Ajak 100 Pelajar Napak Tilas Resolusi Jihad

bacasaja.id
Fatayat NU Kota Surabaya menggelar kegiatan Heritage Walk: Resolusi Jihad pada Minggu (18/10/2026)

SURABAYA – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya menggelar kegiatan Heritage Walk: Resolusi Jihad pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan yang diikuti 100 pelajar tingkat SMP dan SMA bersama kader Fatayat NU ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diajak menelusuri sejumlah lokasi bersejarah untuk mengenal lebih dekat perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Anak-anak Lidah Wetan Ajak Lestarikan Tradisi dan Budaya Lewat Teater Sembrani Bumi Nusantara

Kegiatan dimulai dari Monumen Resolusi Jihad di kawasan Kantor PCNU Kota Surabaya dan dibuka oleh H. Saiful Bahri, pengurus PCNU Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, Saiful menegaskan bahwa peringatan Hari Santri harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk memahami sejarah perjuangan ulama dan santri sekaligus meneladani nilai-nilai yang diwariskan.

“Peringatan Hari Santri harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengenal sejarah perjuangan para ulama dan santri. Resolusi Jihad mengajarkan bahwa kecintaan terhadap agama dan tanah air merupakan semangat yang tidak dapat dipisahkan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap para pelajar tidak hanya mengetahui sejarah, tetapi juga mampu meneladani keberanian, persatuan, dan semangat perjuangan para pendahulu bangsa,” ujar Saiful.

Ketua PC Fatayat NU Kota Surabaya, Camelia Habiba, mengatakan kegiatan Heritage Walk: Resolusi Jihad menjadi salah satu upaya mengenalkan sejarah perjuangan ulama dan santri kepada generasi muda melalui pembelajaran langsung di lapangan.

Menurutnya, generasi muda perlu memahami bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan dan pengorbanan berbagai elemen bangsa, termasuk ulama dan santri yang turut berperan dalam mempertahankan kemerdekaan.

“Kami ingin anak-anak muda, khususnya para pelajar, tidak hanya mengenal Resolusi Jihad dari buku pelajaran, tetapi juga memahami jejak sejarahnya secara langsung. Dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan mendengarkan kisah perjuangan para pendahulu, kami berharap tumbuh rasa cinta terhadap sejarah bangsa, semangat nasionalisme, serta kesadaran untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan ulama dan santri,” ujar Camelia.

Baca juga: Anak Muda Kedungdoro Surabaya Sulap Dana Gen Z Jadi Bisnis Parfum dan Deodoran

Ia menambahkan, peringatan Hari Santri tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk menanamkan nilai keagamaan, kebangsaan, kepedulian sosial, serta semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kepada generasi penerus.

Dalam pelaksanaannya, PC Fatayat NU Surabaya bekerja sama dengan Bersukaria Walking Tour Surabaya sebagai pemandu sejarah atau storyteller. Para pemandu mengajak peserta menyusuri kawasan bersejarah sembari menjelaskan kisah perjuangan, tokoh-tokoh penting, serta peristiwa yang berkaitan dengan sejarah Kota Surabaya.

Rute perjalanan meliputi Monumen Resolusi Jihad, Jalan Kraton, Jalan Kramat Gantung, Makam Mbah Kyai Sedo Masjid, hingga Monumen Tugu Pahlawan.

Melalui pendekatan heritage walk dan storytelling, para peserta diajak memahami keterkaitan antara lokasi bersejarah, peran ulama dan santri, serta rangkaian peristiwa menjelang pertempuran 10 November 1945.

Baca juga: Moratorium Diskotek Surabaya, Hiperhu Usul Kawasan Khusus Hiburan Malam

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran di luar kelas yang mempertemukan pelajar dengan kader Fatayat NU. Dengan mengunjungi langsung lokasi bersejarah, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang perjuangan para pendahulu bangsa dan pentingnya menjaga warisan sejarah.

Peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober berkaitan erat dengan Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut menjadi salah satu tonggak penting perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk dalam rangkaian perjuangan rakyat Surabaya.

Melalui Heritage Walk: Resolusi Jihad, PC Fatayat NU Kota Surabaya berupaya menghadirkan peringatan Hari Santri yang edukatif dan bermakna. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kecintaan generasi muda terhadap tanah air sekaligus mewariskan nilai perjuangan, persatuan, dan nasionalisme kepada generasi penerus bangsa. (Dim)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru