SURAKARTA — Sinuhun Pakubuwono XIV memimpin langsung kegiatan peringatan satu tahun wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII di Siti Hinggil Utara Karaton Surakarta Hadiningrat, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 350 Abdi Dalem sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus bagian dari pelestarian tradisi di lingkungan Karaton.
Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan almarhum Sinuhun Pakubuwono XIII serta memanjatkan doa bagi beliau. Kehadiran PB XIV, yang sebelumnya dikenal dengan nama KGPH Hangabehi, menandai keterlibatan langsung pemimpin Karaton dalam kegiatan penghormatan kepada pendahulunya.
Baca juga: Pertama Kali Mendalang, PB XIV Hidupkan Kembali Pusaka Wayang Pakubuwono IV di Karaton Surakarta
Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan kali ini menyesuaikan kondisi tempat.
Saat ditemui di Siti Hinggil Utara, Kamis (22/10/2026), GKR Koes Moertiyah menerangkan bahwa lokasi yang biasanya digunakan sedang dimanfaatkan untuk menampung barang-barang museum yang dipindahkan. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan kegiatan perlu disesuaikan dengan ketersediaan ruang.
Penyesuaian lokasi dilakukan agar kegiatan tetap berlangsung dengan baik, sekaligus mempertimbangkan kebutuhan para peserta yang hadir.
Dihadiri 350 Abdi Dalem
Sekitar 350 Abdi Dalem menghadiri kegiatan peringatan satu tahun wafatnya PB XIII tersebut. Kehadiran mereka mencerminkan partisipasi lingkungan Karaton dalam menjaga tradisi penghormatan kepada leluhur.
Baca juga: Diperkirakan 33 Tahun Tak Dipentaskan, Wayang Pusaka Pakubuwono IV Kembali Dihidupkan
Bagi Karaton Surakarta Hadiningrat, penghormatan kepada raja yang telah wafat merupakan bagian dari kesinambungan tradisi dan nilai budaya yang diwariskan lintas generasi. Kegiatan semacam ini juga menjadi ruang untuk mempererat ikatan di lingkungan Karaton.
GKR Koes Moertiyah turut menyampaikan harapan agar almarhum memperoleh ketenangan dan kelapangan di alam keabadian. Doa tersebut menjadi bagian dari penghormatan kepada Sinuhun Pakubuwono XIII dalam peringatan satu tahun wafatnya.
Menjaga Tradisi Karaton Surakarta
Baca juga: Gusti Moeng Turun Langsung, Revitalisasi Keraton Kulon Soroti Keaslian Bangunan
Peringatan satu tahun wafatnya PB XIII tidak hanya menjadi momentum mengenang sosok almarhum, tetapi juga menegaskan pentingnya menjaga tradisi dan tata nilai yang hidup di Karaton Surakarta Hadiningrat.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh PB XIV tersebut berlangsung di tengah penyesuaian penggunaan sejumlah ruang, menyusul pemindahan barang-barang museum. Kondisi itu menunjukkan perlunya pengaturan kegiatan adat dengan tetap memperhatikan kebutuhan penataan dan pelestarian koleksi budaya Karaton.
Melalui kegiatan ini, penghormatan kepada almarhum PB XIII tetap menjadi bagian dari kehidupan tradisi Karaton, sekaligus memperkuat ikatan antara pemimpin Karaton dan para Abdi Dalem dalam menjaga warisan budaya Surakarta. (*)
Editor : Redaksi