Anggota Komisi II DPR Pertanyakan Biaya Pembuatan Aplikasi Sirekap

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Guspardi Gaus (Foto: DPR RI)
Guspardi Gaus (Foto: DPR RI)

i

JAKARTA - Komisi II DPR mempertanyakan, besaran pundi-pundi rupiah uang rakyat yang dikeluarkan KPU RI membuat aplikasi Sirekap Pemilu 2024. Kritik keras dilontarkan Komisi II DPR, karena banyak publik tidak bisa lagi mengawal suara Pemilu 2024 lewat Sirekap.

"Sekarang ini penghitungan Sirekap dihentikan sehingga masyarakat tidak bisa mengakses sampai hari ini, saya tidak bisa mengakses. Bagaimana perkembangan suara, partai, orang dan lain sebagainya, berapa biaya yang disedot oleh Sirekap itu," kata anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus dikutip dari RRI.co.id, Senin (11/3/2024).

Guspardi mempertanyakan kembali, soal ucapan KPU yang menyebut penghitungan yang resmi Pemilu 2024 adalah hasil hitungan manual. Kemudian, penghitungan Sirekap yang mendadak tidak sinkron dengan penghitungan manual.

"Kalau hanya sekedar tidak ada punya arti apa-apa dan anggaran yang sebesar itu kan lebih baik dimanfaatkan masyarakat. Masyarakat sekarang ini lagi susah hidupnya, gara-gara ini masyarakat dia memilih asal orang yang memberikan uang kepada mereka," ucap Guspardi.

Oleh karena itu, Guspardi menegaskan, KPU pasti akan dihujani pertanyaan dan kritikan oleh anggota Komisi II DPR. Karena, Komisi II DPR sudah merencanakan pertemuan dengan KPU jauh-jauh hari.

"Ini juga bagian yang penting yang kita pertanyakan. Saya yakin yang menanyakan itu seluruh anggota fraksi yang ada di Komisi II ini," ujar Guspardi. (*)

Tag :

Berita Terbaru

Polantas Karib Polda Sulbar, Patroli di Titik Rawan, Edukasi Keselamatan dan Berbagi Air Dengan Pengguna Jalan

Polantas Karib Polda Sulbar, Patroli di Titik Rawan, Edukasi Keselamatan dan Berbagi Air Dengan Pengguna Jalan

Minggu, 11 Okt 2026 06:03 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 06:03 WIB

POLDA SULBAR - Menjelang akhir pekan, saat malam mulai larut, cahaya lampu biru khas Polantas kembali terlihat menyisir jalan-jalan di Kota Mamuju. Patroli ini…

Achmad Hidayat hingga Eusebius Purwadi Terlihat Pegang Kartu PSI, Josiah Michael Belum Merespons

Achmad Hidayat hingga Eusebius Purwadi Terlihat Pegang Kartu PSI, Josiah Michael Belum Merespons

Minggu, 11 Okt 2026 05:47 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 05:47 WIB

SURABAYA – Foto sejumlah tokoh yang memiliki rekam jejak di PDI Perjuangan bersama kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Josiah Michael, menjadi perhatian. …

Dukung Digitalisasi Pasar Keputran, BRI Regional Office Surabaya Hadirkan Fasilitas WiFi untuk Permudah Transaksi QRIS

Dukung Digitalisasi Pasar Keputran, BRI Regional Office Surabaya Hadirkan Fasilitas WiFi untuk Permudah Transaksi QRIS

Sabtu, 10 Okt 2026 21:14 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 21:14 WIB

SURABAYA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Regional Office Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital sektor …

Kasus Anak Dibawa Pergi di Mamuju Tengah Sudah Ditangani, Kabid Humas: Proses Hukum Terus Berjalan

Kasus Anak Dibawa Pergi di Mamuju Tengah Sudah Ditangani, Kabid Humas: Proses Hukum Terus Berjalan

Sabtu, 10 Okt 2026 17:57 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 17:57 WIB

MAMUJU — Polda Sulawesi Barat memastikan kasus dugaan membawa pergi seorang anak perempuan di bawah umur dari Kabupaten Mamuju Tengah, yang menjadi perhatian m…

Reses Lutfiyah di Surabaya Utara: Warga Pertanyakan Paving dan Saluran Mangkrak

Reses Lutfiyah di Surabaya Utara: Warga Pertanyakan Paving dan Saluran Mangkrak

Sabtu, 10 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYA – Persoalan infrastruktur lingkungan, keterbatasan fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga bantuan bagi warga kurang mampu menjadi aspirasi yang m…

Pemkot Surabaya Segel 64 Unit Rusunawa Tanah Merah, Ini Alasannya

Pemkot Surabaya Segel 64 Unit Rusunawa Tanah Merah, Ini Alasannya

Sabtu, 10 Okt 2026 16:14 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 16:14 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyegel 64 unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Tanah Merah II Blok A, Rabu (7/10/2026). Penertiban ini…