Anggota DPD RI: Perundungan Anak Tak Bisa Dianggap Kenakalan Biasa, Deteksi Dini Harus Diperkuat

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lia Istifhama
Lia Istifhama

i

SURABAYA – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengajak keluarga, sekolah, dan pemerintah memperkuat upaya pencegahan perundungan terhadap anak. Seruan tersebut disampaikan menyusul kasus dugaan perundungan terhadap seorang anak penyandang disabilitas yang meninggal dunia di Surabaya.

Lia menegaskan, perundungan tidak boleh dianggap sebagai kenakalan biasa. Perilaku merendahkan, mengintimidasi, hingga menyakiti anak lain harus ditangani secara serius sejak dini, terlebih jika terjadi berulang dan menunjukkan kecenderungan kekerasan.

“Perundungan terhadap anak tidak bisa dianggap sekadar kenakalan biasa. Ketika kekerasan berulang tidak terdeteksi hingga berujung pada kematian, persoalannya bukan hanya perilaku anak. Kita juga perlu melihat efektivitas pengawasan keluarga, sistem perlindungan di sekolah, serta kehadiran pemerintah dalam mendeteksi risiko sejak dini,” kata Lia, Senin (20/10/2026).

Menurut Lia, salah satu tantangan dalam mencegah perundungan adalah masih adanya kecenderungan menormalisasi perilaku yang seharusnya mendapat perhatian serius. Tindakan menyakiti atau mengintimidasi teman, misalnya, tidak patut dibenarkan dengan alasan bercanda maupun kenakalan sebaya.

“Orang tua juga perlu memberi perhatian ketika anak melakukan tindakan yang tidak semestinya. Perilaku seperti itu perlu dipahami dan ditangani, bukan dianggap wajar,” ujarnya.

Lia menilai, lingkungan pertemanan dan kondisi keluarga menjadi dua aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi perubahan perilaku anak. Anak yang menghadapi konflik di rumah, kurang mendapatkan perhatian, atau mengalami kekerasan verbal maupun fisik mungkin membutuhkan pendampingan lebih intensif.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kondisi keluarga tidak serta-merta dijadikan alasan untuk menyalahkan orang tua atau memberikan stigma kepada anak. Penanganan harus dilakukan secara menyeluruh agar anak yang berisiko melakukan kekerasan maupun anak yang menjadi korban sama-sama mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan.

“Anak yang merasa terabaikan dan tidak mendapatkan perhatian atau dukungan dari keluarga bisa mengalami persoalan psikologis. Karena itu, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan di sekolah. Kondisi di lingkungan keluarga juga perlu diperhatikan,” tuturnya.

Lia berharap keluarga dan sekolah membangun komunikasi terbuka dengan anak serta lebih peka terhadap perubahan sikap, emosi, dan perilaku. Gejala perundungan maupun kecenderungan melakukan kekerasan perlu dikenali sejak awal agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan inklusif bagi setiap anak, termasuk anak penyandang disabilitas.

Menurut Lia, upaya pencegahan harus disertai pengawasan yang konsisten, keberanian melaporkan dugaan kekerasan, serta pendampingan yang tepat bagi anak korban maupun anak yang melakukan kekerasan.

Dengan deteksi dini dan keterlibatan semua pihak, ia berharap perundungan tidak lagi dipandang sebagai persoalan sepele, melainkan sebagai masalah serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama demi melindungi keselamatan serta masa depan anak. (Dim)

Berita Terbaru

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

MAMUJU— Semangat Polisi Peduli Pendidikan diwujudkan melalui kolaborasi di bidang akademik. Tri Suhendra Arbani, S.H., M.H., dosen Universitas Islam Negeri (…

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

POLDA SULBAR– Merespons fenomena kejahatan siber dengan modus penipuan online yang mengintai siapa saja di dunia digital. Polda Sulbar menerbitkan panduan e…

Profil Kombes Pol Dr Rofiq Ripto Himawan, Akpol 2001, Dirreskrimsus Polda Jatim

Profil Kombes Pol Dr Rofiq Ripto Himawan, Akpol 2001, Dirreskrimsus Polda Jatim

Rabu, 21 Okt 2026 09:39 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:39 WIB

SURABAYA-  Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. resmi menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jawa Timur. Kapolda …

Polres Sampang Gelar Doa Kebangsaan di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Polres Sampang Gelar Doa Kebangsaan di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Rabu, 21 Okt 2026 09:37 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:37 WIB

SAMPANG- Polres Sampang menggelar doa kebangsaan bersama untuk memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran…

Dua Tahun Prabowo, Rabbanny Al Yunyfar Tekankan Infrastruktur Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat

Dua Tahun Prabowo, Rabbanny Al Yunyfar Tekankan Infrastruktur Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat

Rabu, 21 Okt 2026 06:30 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 06:30 WIB

SURABAYA – Pemerataan pembangunan dan manfaat nyata bagi masyarakat menjadi perhatian anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Gerindra, Rabbanny Al Y…

Dua Tahun Kepimpinan Presiden Prabowo, Ketua Fraksi Gerindra Apresiasi Manfaat Nyata Program bagi Warga Surabaya

Dua Tahun Kepimpinan Presiden Prabowo, Ketua Fraksi Gerindra Apresiasi Manfaat Nyata Program bagi Warga Surabaya

Rabu, 21 Okt 2026 06:28 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 06:28 WIB

SURABAYA – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, menyoroti pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto s…