Data Pribadi Anda di Media Sosial Dicuri? Begini Tanda-tandanya

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi
Ilustrasi

i

BACASAJA.ID-Saat ini ketergantungan terhadap media sosial begitu tinggi. Namun kerap terdengar pembajakan terhadap akun media sosial. Mirisnya, data pribadi juga dicuri untuk kejahatan, seperti penipuan. Bagaimana kita mengenali data pribadi kita dicuri?

Media sosial menjadi salah satu bagian dari teknologi yang tidak dapat dipisahkan di kehidupan sehari-hari. Hanya saja, semakin canggih teknologi, penggunaan media sosial banyak disalahgunakan oleh pihak tertentu.

Saat ini, banyak para pengguna media sosial menjadi korban penipuan yang bermula dari pencurian data pribadi. Dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga, Badrus Zaman, S. Kom., M.Cs,, menuturkan dalam bermedia sosial harus dipahami bahwa informasi yang telah dibagikan mengandung konsekuensi. Konsekuensi tersebut bergantung seberapa detail informasi yang dibagikan.

“Semakin banyak informasi detail yang kita (pengguna media sosial, Red) bagikan, maka semakin rentan curian data yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak berkepentingan dan tidak bertanggung jawab,” tutur dosen Sistem Informasi tersebut dikutip dari laman resmi Kominfo Jatim, Kamis (22/04/2021).

Social engineering menjadi awal mula maraknya penipuan dan pencurian data di media sosial. Hal itu didasari seberapa banyak informasi yang didapat oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Badrus, sapaan akrabnya, mengungkapkan sebenarnya data yang tersedia di media sosial tidak harus dicuri. Hal ini karena data tersebut telah disediakan oleh pengguna secara sadar atau tidak sadar dengan membagikan informasi detail yang dimilikinya.

Dengan memanfaatkan informasi yang tersedia di media sosial, siapa pun dapat memanfaatkan informasi tersebut. Kemudian dapat digunakan untuk berbagai hal tergantung seberapa banyak informasi yang didapatkan.

Pemanfaatan informasi ini juga dapat berdampak pada hal yang paling krusial, yakni akuisisi akun pengguna sehingga pegguna tidak bisa masuk ke akun media sosial miliknya.

Akuisisi data tersebut, sambungnya, sebenarnya dapat dicegah dengan memanfaatkan fitur yang sudah ada, yakni double cross check. Fitur double cross check dapat mempermudah pengguna untuk mengetahui bila ada perangkat baru yang ingin mengakses akun media sosial miliknya.

Namun, tidak dapat dipungkiri masih banyak pengguna yang tertipu dengan ketidakpedulian atau ketidaktahuan pengguna adanya sistem double cross check tersebut.

“Artinya semua itu tergantung dari pemilik sosial media. Biasanya dipicu dengan pemiliknya yang kurang aware. Rata-rata sebagian besar menggunakan social engineering dengan pendekatan mengelabui pengguna yang asli,” tambah Badrus.

Selain cara akuisisi data, ada pula cara lain yang juga sedang marak saat ini yaitu memberikan informasi melalui kiriman link. Link tersebut bisa jadi menuju kepada suatu aplikasi atau script-script yang tujuannya untuk mencuri data misalnya history aktivitas browser, informasi yang tersimpan sementara di folder tertentu di hand-phone atau laptop.

Menurut Badeus, penipuan dengan link sangat mudah diketahui dengan cara melihat link yang dibagi adalah link resmi atau tidak. “Jadi, sederhananya lihat saja link-nya. Misalkan ada link detik dot com, sebelum detik dot com itu ada tambahan seperti detik blabla dot com. Biasanya yang sebelum dot com atau dot net itu enggak jelas berarti itu penipuan,” terangnya.

Badrus menekankan bagi pengguna sosial media sebaiknya menghindari pemanfaatan fitur remember password dan username pada browser saat menggunakan perangkat laptop yang dipakai bersama. Itu ditujukan untuk meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi, misalnya pencurian data pribadi. (*)

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…