Tak Terima Ditegur, Pria di Tulungagung Bacok Pasutri, Ibu Jari Putus

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Begi Nurjianto diamankan petugas usai membacok pasutri tetangganya di Tulungagung.
Begi Nurjianto diamankan petugas usai membacok pasutri tetangganya di Tulungagung.

i

BACASAJA.ID-Yusman (70) dan Sumarmi (61) mengalami luka bacok serius. Pasangan suami istri (pasutri) ini diserang menggunakan sabit oleh tetangganya, Begi Nurjianto (30) warga Dusun Sidomakmur, Desa Bangunmulyo, Kecamatan Pakel, Tulungagung.

Darah mengucur dari kepala Yusman dan jari Sumarmi. Akibat serangan itu, ibu jari Sumarmi putus.

Menurut Ketua RT setempat, Suyadi (46) sebelum menyerang pasangan suami istri tersebut, Begi melempari kanopi rumah Yusman menggunakan batu, Sabtu (24/4/21) petang.

Begi sempat ditegur oleh Sumarmi yang saat itu berada di rumah. “Saat itu suaminya masih keluar rumah. Istrinya yang menegur Begi,” ungkap Suyadi, Minggu (25/4/2021).

Saat suaminya pulang, Sumarmi mengadukan perbuatan Begi. Mendapatkan laporan istrinya, Yusman lalu pergi menemui Begi. Sayang, teguran Yusman dibalas sabetan sabit oleh Begi.

“Melihat suaminya diserang, istrinya bermaksud menolong. Tapi dia malah diserang juga,” sambung Suyadi.

Selepas membacok tetangganya, Begi dengan santainya pulang sambil menenteng sabit, lalu duduk di teras rumahnya. Sementara teriakan Sumarmi mengundang warga sekitar berdatangan.

Warga mendapati Yusman alami luka robek di bagian kanan kepala dan atas telinga bagian kiri. Sedang Sumarmi putus ibu jari kirinya dan luka bacok di bagian kepala. Keduanya langsung dibawa ke RSUD dr. Iskak guna mendapatkan penanganan medis.

“Tadi sudah selesai operasi, sekarang kondisinya sudah stabil,” terang Suyadi.

Pasca kejadian tersebut, Polisi dari Polsek Pakel mendatangi tempat kejadian dan mengamankan Begi. Saat ini Begi masih menjalani penyidikan di Mapolsek Pakel.

Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Tri Sakti Saiful Hidayat mengatakan, penyidik masih mendalami setiap pengakuan korban. “Dia bilang dendam lama. Tapi belum diketahui, dendam karena apa,” terang Tri Sakti

Saat diperiksa, pernyataan Begi sering berubah. Ada dugaan pelaku alami gangguan jiwa. Untuk pembuktiannya, Polisi akan melakukan sejumlah tes kejiwaan pada Begi. “Yang jelas proses hukum terus berjalan. Jika memang ada gangguan jiwa, tentu ada solusi lain,”pungkas Tri Sakti (Noyo/JP).

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…