7 Pedagang yang Lapaknya Terbakar saat Aksi Massa di Tegalsari Dapat Bantuan Modal

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengundang pedagang yang terdampak saat aksi massa di Tegalsari
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengundang pedagang yang terdampak saat aksi massa di Tegalsari

i

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan bantuan kepada tujuh orang pedagang yang lapaknya terbakar dalam peristiwa aksi massa di Polsek Tegalsari, pada Sabtu (30/8/2025) malam. Tujuh orang pedagang yang lapaknya terbakar tersebut, diberi bantuan modal dan tempat usaha sementara di Sentra Wisata Kuliner (SWK).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, tujuh orang pedagang yang diberi bantuan hari ini mayoritas lapaknya ludes terbakar hingga barang-barangnya dijarah. Wali Kota Eri turut menyayangkan peristiwa ini. Terlebih, hal itu dialami oleh warga Surabaya yang saat itu sedang mencari nafkah.

“Ini warga Surabaya, kita lihat beliau-beliau ini membuka warung untuk menyambung hidup, menggerakkan ekonomi beliau-beliaunya. Ternyata, pas kejadian tempatnya (warung) beliau dibakar semua, tapi sebelum dibakar barangnya diambil semua, ini sudah tidak benar. Beliau menyambung hidup, berjuang untuk keluarganya, tapi diambil barangnya,” kata Wali Kota Eri usai bertemu tujuh pedagang di ruang kerjanya.

Wali Kota Eri menyebutkan, para pedagang yang terdampak dalam peristiwa aksi massa itu, akan diberi lapak di SWK yang berada di kawasan Kecamatan Tegalsari atau yang berdekatan dengan tempat tinggal para pedagang. Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menerangkan, tujuh orang pedagang tersebut berjualan berbagai jenis makanan dan minuman, mulai dari warung kopi (warkop), Nasi Padang, Rujak Cingur, Penyetan, Chinese Food dan sebagainya.

“Nanti akan dikawal oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya sehingga beliau bisa berjualan kembali. Ada yang meminta rombong juga agar mudah mengawasi anaknya, insyaallah kami berikan, yang penting beliau bisa meneruskan perjuangan, menggerakkan ekonomi, dan bisa berjualan kembali,” sebut Cak Eri.

Berkaca dari peristiwa ini, Cak Eri menyampaikan kepada seluruh warga Surabaya untuk bersatu menjaga kota ini. Tidak hanya itu, ia juga memberikan semangat kepada warga Surabaya untuk tidak takut beraktivitas kembali seperti biasa.

“Saya berharap kepada Arek Surabaya, yang jualan ayo jualan lagi, yang mau cangkruk (nongkrong) ya cangkruk lagi, yang bekerja ya tetap bekerja lagi. Insyaallah Surabaya kondusif, sekarang waktunya Arek Surabaya bangun, dijaga guyub rukunnya,” harapnya.

Di samping itu, salah satu pedagang terdampak peristiwa pembakaran dan penjarahan aksi massa, Endah Wahyu Ningsih, 65, mengatakan pada malam itu dirinya berada di rumah. Endah baru tahu pada saat pagi hari, kalau warungnya sudah hangus terbakar. Bahkan, peralatan untuk berdagang miliknya juga raib tak tersisa.

“Tahu-tahu paginya (sudah hangus), saya kan malam di rumah tidur,” ujar Endah.

Sementara itu, Yuniati, 54, pedagang warkop dan makanan penyetan yang tak jauh dari bangunan Polsek Tegalsari turut merasakan hal yang sama. Pada saat kejadian, sekitar pukul 23.00 warkop miliknya masih buka. Karena kondisi tidak memungkinkan dan terjadi aksi massa di sekitar Polsek Tegalsari, warkop miliknya diminta untuk tutup.

“Nggak ngerti kalau sampai dibakar, kalau tahu pasti saya bawa pulang barang-barangnya. Padahal waktu itu habis kulak barang dagangan,” kata Yuniati.

Di sisi lain, Anto, 41, pedagang Nasi Padang yang berada di kawasan tersebut juga mengalami hal serupa. Anto mengungkapkan, akibat kejadian itu mengalami kerugian material sekitar Rp50 juta. “Karena waktu itu di dalam warung ada laptop, handphone, tablet, kompor, dispenser, hingga uang tunai. Dijarah, jadi kelihatan ada yang bawa,” tandasnya. (*)

 

Berita Terbaru

Semarak HUT Humas Polri ke-75, Bid Humas Polda Sulbar Salurkan Bantuan ke Rumah Tahfiz Qur’an Manakarra

Semarak HUT Humas Polri ke-75, Bid Humas Polda Sulbar Salurkan Bantuan ke Rumah Tahfiz Qur’an Manakarra

Selasa, 20 Okt 2026 13:05 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 13:05 WIB

POLDA SULBAR- Semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Humas Polri diwujudkan dalam aksi sosial yang tulus dan sederhana namun penuh makna yang digelar oleh…

Gandeng Pendamping PKH, Dinsos PPPA Kota Probolinggo Cegah Kekerasan dan Bullying Anak dalam Keluarga 

Gandeng Pendamping PKH, Dinsos PPPA Kota Probolinggo Cegah Kekerasan dan Bullying Anak dalam Keluarga 

Selasa, 20 Okt 2026 11:24 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 11:24 WIB

PROBOLINGGO — Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Probolinggo memperkuat edukasi keluarga untuk mencegah kekerasan t…

Anggota DPD RI: Perundungan Anak Tak Bisa Dianggap Kenakalan Biasa, Deteksi Dini Harus Diperkuat

Anggota DPD RI: Perundungan Anak Tak Bisa Dianggap Kenakalan Biasa, Deteksi Dini Harus Diperkuat

Selasa, 20 Okt 2026 11:21 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 11:21 WIB

SURABAYA – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengajak keluarga, sekolah, dan pemerintah memperkuat upaya pencegahan perundungan terhadap anak. S…

Kapolda Sulbar Sidak SPBU di Mamuju: Penyalahgunaan BBM Subsidi Akan Ditindak, Termasuk Jika Melibatkan Polisi

Kapolda Sulbar Sidak SPBU di Mamuju: Penyalahgunaan BBM Subsidi Akan Ditindak, Termasuk Jika Melibatkan Polisi

Selasa, 20 Okt 2026 07:45 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 07:45 WIB

MAMUJU — Kapolda Sulawesi Barat turun langsung melakukan inspeksi mendadak di SPBU Pertamina di Mamuju untuk mencari akar persoalan penyaluran bahan bakar m…

Pertama Kali Mendalang, PB XIV Hidupkan Kembali Pusaka Wayang Pakubuwono IV di Karaton Surakarta

Pertama Kali Mendalang, PB XIV Hidupkan Kembali Pusaka Wayang Pakubuwono IV di Karaton Surakarta

Selasa, 20 Okt 2026 06:19 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 06:19 WIB

SOLO - Sebuah momen istimewa mewarnai pagelaran Ringgitan Anggara Kasih di Karaton Surakarta Hadiningrat, Senin malam (19/10/2026). Sri Susuhunan Pakubuwana…

Diperkirakan 33 Tahun Tak Dipentaskan, Wayang Pusaka Pakubuwono IV Kembali Dihidupkan

Diperkirakan 33 Tahun Tak Dipentaskan, Wayang Pusaka Pakubuwono IV Kembali Dihidupkan

Selasa, 20 Okt 2026 06:03 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 06:03 WIB

PB XIV memainkan wayang pusaka Kanjeng Kiai Jimat peninggalan Pakubuwono IV dalam Ringgitan Anggara Kasih di Karaton Surakarta.…