Duka Sumatera, Bencana Alam Apa Bencana Kebijakan Publik?

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua LSM Forum Demokrasi Kebangsaan (Fordeka) Firman Syah Ali
Ketua LSM Forum Demokrasi Kebangsaan (Fordeka) Firman Syah Ali

i

SURABAYA- Ketua LSM Forum Demokrasi Kebangsaan (Fordeka) Firman Syah Ali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyadari apa yang sebetulnya sedang terjadi di pulau sumatera. Menurutnya patut diduga kuat itu bukan murni bencana alam.

"Apa yang sedang terjadi di Pulau Sumatera ini betul-betul mengharu biru. Kita tentu berduka bahkan sangat berduka. Namun disela-sela duka cita ada baiknya kita koreksi diri tentang apa saja yang telah kita perbuat terhadap alam sekitar?. Kita ini khalifatullah fil ardli, yang ditugaskan merawat alam sekitar, bukan malah sebaliknya. Setelah membaca tulisan banyak cendekiawan, diantaranya Bang Rosadi Jamani Kalimantan Barat, patut diduga kuat bencana Sumatera adalah bencana kebijakan publik. Bukan Allah tidak sayang hambanya, tapi hambanya telah sengaja meminta kerusakan dengan cara membuat kebijakan publik yang menyimpang" ucap pembina LSM JASMERAH ini.

Ia meminta seiring dengan gerakan bantuan sosial terhadap korban bencana juga penting dilakukan kajian ulang terhadap kebijakan publik.

"Jadi seiring berjalannya kegiatan bantuan sosial terhadap korban bencana kebijakan publik di Sumatera saat ini, ada baiknya juga dilakukan kajian secara simultan dan berkesinambungan tentang kualitas kebijakan publik di Sumatera bahkan di seluruh Indonesia terkait tata kelola hutan dan lingkungan hidup" lanjut pembina Yayasan Bantuan Hukum PELOPOR.

Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif tentang itu semua.

"Semua permasalahan di Republik ini butuh kesadaran kolektif untuk memperbaikinya, termasuk masalah deforestasi dan perusakan lainnya terhadap lingkungan hidup. Sekarang kita berada di dalam era digital, selain adagium No Viral No Justice juga ada adagium No Viral No Collective Consciousness. Maka kita harus selalu menginfluence masyarakat medsos untuk bergerak bersama membenahi semua kerusakan ini. Kalau isu ini sudah viral maka akan lahir agenda setting yang terbaik dari pemangku kebijakan. Sebab tipikal pemangku kebijakan masa kini harus disetrum dulu oleh medsos untuk memperbaiki kebijakannya. Tentu saja medsos sebagai salah satu pilar demokrasi jangan hanya menyetrum, tapi serius mengawal sampai barang ini jadi" pungkas Pembina Yayasan Madura Berdaya Guna (MBG).

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…