Gimmick Integritas : Menakar Urgensi Penyuluh di Tengah Krisis Efektivitas Anti-Korupsi

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Firman Syah Ali
Firman Syah Ali

i

Oleh : Firman Syah Ali

​Eksistensi Penyuluh Anti-Korupsi (PAK) kini berada di bawah mikroskop kritik publik. Di tengah stagnasi Indeks Persepsi Korupsi (IPK) dan maraknya kasus megakorupsi yang melibatkan pejabat tinggi, kita perlu bertanya secara jujur apakah ribuan penyuluh yang disertifikasi setiap tahunnya benar-benar memberikan dampak nyata, atau sekadar menjadi beban administratif negara?

​Disrupsi Digital dan Redundansi Peran
​Secara fungsional.

​Masyarakat kontemporer hanya butuh satu klik untuk mengakses konten maupun link penyuluhan dan pencegahan. Hal ini membuat peran penyuluh fisik (konvensional) yang datang membawa presentasi menjadi terasa redundant (berlebihan). Resources yang dialokasikan untuk sertifikasi dan operasional penyuluh mungkin akan lebih bermanfaat jika dialihkan untuk memperkuat instrumen lain yang lebih berdampak langsung.

Peran penyuluh sebagai sumber informasi telah tergerus oleh revolusi 4.0 yang menekankan pada sistem cerdas, internet of things (IoT) dan Artificial Intelelligence (AI).
 
Saat ini, materi pencegahan korupsi, regulasi LHKPN, hingga modul integritas tersedia secara gratis dan melimpah di berbagai platform media sosial.

​Mengalokasikan anggaran untuk sertifikasi dan mobilisasi penyuluh fisik di era di mana informasi bisa menjangkau pelosok dalam hitungan detik terasa seperti menggunakan cara abad ke-19 untuk menyelesaikan masalah abad ke-21. Ada kesan bahwa program ini lebih menonjolkan aspek seremonial daripada substansi perubahan perilaku. Bahkan bisa disebut sebagai gimmick integritas. 

​Penindakan Sebagai Instrumen Pencegahan Terbaik
​Dalam Psikologi Hukum.

Deterrent effect atau efek jera adalah bentuk pencegahan yang paling konkret. Berita penindakan KPK—penangkapan tangan, penyitaan jet pribadi, hingga pemiskinan koruptor—adalah bentuk "penyuluhan" yang jauh lebih dipahami oleh calon pelaku korupsi daripada seminar integritas.

​Masyarakat tidak butuh definisi korupsi, masyarakat butuh melihat bahwa korupsi adalah investasi yang gagal total dan destruktif. Ketika penindakan melemah, ketika negara tidak berwibawa di hadapan koruptor, ribuan penyuluhpun tidak akan mampu membendung niat korupsi karena risiko tertangkap dianggap lebih kecil daripada keuntungan yang didapat.

​Masalah Keteladanan: Penyakit di Kepala, Obat di Kaki.

​Penyuluhan seringkali menyasar level operasional atau masyarakat umum, padahal korupsi di Indonesia seringkali bersifat top-down. Hal ini dibungkus dengan pepatah "ikan busuk dari kepala". Kebutuhan mendesak bangsa ini bukanlah "pengingat" dari penyuluh, melainkan keteladanan kolektif dari elite politik dan pimpinan tertinggi borokrasi.

​Penyuluhan tanpa keteladanan hanyalah kebisingan. Angin lalu. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Membosankan.

​Sosialisasi tanpa sistem yang bersih hanyalah pemborosan.
​Edukasi yang paling efektif adalah saat seorang atasan menolak suap di depan bawahannya, atau saat seorang menteri hidup sederhana sesuai profil pendapatannya.

Hal ini dicontohkan oleh Mahfud MD, Artijo Alkostar, Baharuddin Lopa dan Jenderal Hoegeng. Tanpa itu, penyuluh anti-korupsi hanya akan menjadi "pemadam kebakaran" yang menyiram api besar dengan segelas air.

Konklusi

​Analisis Kritis bagi pemangku kebijakan publik, jika tujuan kita adalah efektivitas dan efesiensi, pemerintah dan lembaga terkait seharusnya mulai menggeser paradigma dari investasi pada orang (penyuluh) ke investasi pada sistem digital dan penguatan penindakan. Pencegahan korupsi bukan soal seberapa banyak orang yang berbicara tentang kejujuran, melainkan seberapa sempit ruang yang tersisa bagi seseorang untuk melakukan kecurangan tanpa terdeteksi.

*) Penulis adalah Aktivis Angkatan '98 dan Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP)

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…