Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga menyempatkan foto bersama saat penyaluran air bersih oleh PNIB
Warga menyempatkan foto bersama saat penyaluran air bersih oleh PNIB

i

BACASAJA.ID — Kemarau panjang hingga krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan bantuan signifikan. Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menyalurkan 99.999 liter air bersih melalui aksi kemanusiaan gotong royong, yang diangkut menggunakan 11 truk tangki berkapasitas sekitar 9.700 liter per unit.

Bantuan tersebut didistribusikan ke beberapa titik rawan kekeringan di Kecamatan Ngraho, meliputi Desa Nganti (Dukuh Tukbuntung, Jati, dan Jeding), Desa Sugihwaras (Dukuh Sambirobyong), Desa Jumok (Dukuh Banyu Urip), serta Desa Ngraho. Penyaluran ini merupakan respons atas kesulitan warga dalam mengakses air bersih yang sudah berlangsung lama.

Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang akrab disapa Gus Wal, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan sosial biasa. Ia menyoroti bahwa krisis air bersih di Bojonegoro merupakan persoalan struktural yang membutuhkan solusi jangka panjang, mengingat wilayah tersebut dikenal kaya akan sumber daya alam, khususnya minyak bumi.

"Jangan sampai kekayaan minyak bumi Bojonegoro terus diambil, sementara masyarakat Bojonegoro, Jawa Timur dan Indonesia masih harus berjuang mati-matian mendapatkan air bersih," ujar Gus Wal di sela-sela penyaluran bantuan, Rabu (2/9/2026).

Pernyataan itu menyiratkan keprihatinan terhadap aktivitas industri ekstraktif yang telah lama beroperasi di wilayah tersebut. Gus Wal mempertanyakan dampak nyata eksploitasi sumber daya alam bagi kesejahteraan warga sekitar, yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

"Jangan sampai rakyat hanya menjadi penonton hasil sumber daya alamnya dieksploitasi di tanahnya sendiri, namun tak dapat merasakan dan menikmati kekayaan tanahnya sendiri," tegasnya.

Pemilihan angka 99.999 liter memiliki makna simbolis. Gus Wal menjelaskan bahwa angka tersebut merujuk pada simbol bintang sembilan yang identik dengan Nahdlatul Ulama (NU), sekaligus menjadi doa dan harapan seiring perayaan Muktamar NU ke-35 yang baru saja berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Melalui aksi ini, PNIB juga mengirimkan pesan tentang pentingnya persatuan dan kepedulian di atas segala perbedaan. Menurut Gus Wal, momen seperti musibah kekeringan, Maulid Nabi Muhammad SAW, HUT Kemerdekaan RI, dan Muktamar NU seharusnya diterjemahkan dalam tindakan nyata untuk sesama.

"Di dunia ini tidak ada yang lebih penting daripada kemanusiaan, kepedulian, cinta, kasih sayang dan persatuan," pungkasnya.

PNIB berharap aksi kemanusiaan ini dapat menginspirasi dan mendorong solusi berkelanjutan untuk mengatasi krisis air bersih di Bojonegoro, serta memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari kekayaan alam di daerahnya sendiri.**

Berita Terbaru

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…

Mentan Amran Puji Kelincahan Khofifah, Senator Lia Istifhama Beri Sinyal Kuat untuk Emil di Munas IKA UPN

Mentan Amran Puji Kelincahan Khofifah, Senator Lia Istifhama Beri Sinyal Kuat untuk Emil di Munas IKA UPN

Senin, 19 Okt 2026 14:01 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:01 WIB

SURABAYA – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni (IKA) UPN Veteran Indonesia yang digelar di The Trans Luxury H…

Teguran Cinta Polantas Polda Sulbar Demi Keselamatan Bersama

Teguran Cinta Polantas Polda Sulbar Demi Keselamatan Bersama

Senin, 19 Okt 2026 13:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 13:57 WIB

POLDA SULBAR- Di setiap persimpangan jalan Kota Mamuju setiap pagi, kehadiran petugas Polantas bukan sekadar untuk melancarkan arus kendaraan. Di balik setiap…