DPRD Surabaya : Jangan Kejar Target Proyek, Keselamatan Warga Harus Utama

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Achmad Nurdjayanto
Achmad Nurdjayanto

i

SURABAYA — DPRD Kota Surabaya meminta pengerjaan proyek pelebaran saluran air dan gorong-gorong tidak hanya mengejar target penyelesaian konstruksi. Proses pembersihan lokasi hingga kondisi cuaca di sekitar proyek juga harus menjadi perhatian agar tidak menimbulkan persoalan bagi masyarakat.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, mengatakan setiap tahapan pekerjaan harus dilakukan secara terukur, termasuk ketika proyek memasuki tahap penyelesaian dan pemulihan kondisi jalan.

Menurutnya, setelah pengerjaan saluran selesai, kontraktor harus segera melakukan pembersihan material sisa pekerjaan sebelum jalan digunakan kembali oleh masyarakat. Jangan sampai material seperti tanah, pasir, lumpur maupun sisa bongkaran justru mengganggu aktivitas warga dan membahayakan pengguna jalan.

“Proses pembersihan juga harus diperhatikan. Jangan setelah pekerjaan selesai kemudian material atau lumpur masih dibiarkan di sekitar lokasi. Itu bisa membahayakan masyarakat, apalagi kalau turun hujan,” ujar Achmad.

Ia juga mengingatkan kontraktor dan pengawas proyek untuk memperhitungkan kondisi cuaca selama pengerjaan. Cuaca hujan dapat memengaruhi kondisi tanah, saluran, maupun badan jalan yang sedang dalam proses perbaikan.

“Cuaca juga harus menjadi pertimbangan. Kalau kondisi tidak memungkinkan, tentu harus ada langkah antisipasi. Jangan sampai pekerjaan belum tuntas, kemudian hujan turun dan akhirnya jalan menjadi becek, licin atau bahkan mengganggu saluran yang sedang dikerjakan,” tegasnya.

Achmad menilai persoalan seperti yang ditemukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak di Kedungmangu Timur dan Tenggumung Wetan harus menjadi evaluasi bersama. Dalam sidak pada Rabu (26/8/2026), Eri menemukan kondisi jalan bergelombang dan tidak merata akibat keterlambatan pengaspalan pascapengerjaan saluran.

Wali Kota kemudian memberikan tenggat waktu 1x24 jam kepada kontraktor untuk menyelesaikan pengaspalan. Kontraktor pun langsung menindaklanjuti instruksi tersebut dengan melakukan pengaspalan pada malam harinya.

Achmad mengapresiasi respons cepat tersebut. Namun, ia berharap pengawasan tidak hanya dilakukan setelah muncul persoalan di lapangan.

“Jangan sampai harus menunggu wali kota sidak baru pekerjaan dibenahi. Pengawasan harus berjalan sejak awal, termasuk melihat progres, kondisi jalan, kebersihan lokasi, sampai faktor cuaca,” katanya.

Ia menambahkan, kontraktor harus memahami bahwa pekerjaan infrastruktur tidak berhenti pada selesainya pekerjaan utama. Pemulihan kondisi lingkungan sekitar juga merupakan bagian dari tanggung jawab pelaksana proyek.

“Intinya, proyek harus memberikan manfaat, bukan malah menimbulkan risiko baru bagi warga. Keselamatan, kenyamanan, kebersihan lokasi, dan kondisi cuaca semuanya harus diperhatikan,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Sidang Kasus SNI Wire Rope Dirut PT BPI Memanas, JPU Ngotot Pidanakan Terdakwa Santoso Utomo Tjioe

Sidang Kasus SNI Wire Rope Dirut PT BPI Memanas, JPU Ngotot Pidanakan Terdakwa Santoso Utomo Tjioe

Jumat, 28 Agu 2026 13:03 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 13:03 WIB

 SURABAYA – Garis batas antara sengketa administrasi bisnis dan dugaan tindak pidana menjadi perdebatan dalam sidang kasus standardisasi tali kawat baja (wire r…

Kekuatan Doa, Polda Sulbar Bersama Santri dan Anak Yatim Mohon Keselamatan dari Ancaman Karhutlah

Kekuatan Doa, Polda Sulbar Bersama Santri dan Anak Yatim Mohon Keselamatan dari Ancaman Karhutlah

Jumat, 28 Agu 2026 12:59 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 12:59 WIB

POLDA SULBAR - Di tengah kekhawatiran atas potensi kebakaran yang meluas di musim kemarau berkepanjangan ini, doa perlindungan dari bahaya api dan kemarau …

Kapolda Sulbar Hadiri Rakor di Kantor Gubernur, Sinergi Penuh Hadapi Karhutla dan Tetapkan Langkah Terpadu

Kapolda Sulbar Hadiri Rakor di Kantor Gubernur, Sinergi Penuh Hadapi Karhutla dan Tetapkan Langkah Terpadu

Jumat, 28 Agu 2026 07:43 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 07:43 WIB

Polda Sulbar - Guna memperkuat kesiapsiagaan dan langkah bersama menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi…

UPPKA Kenjeran Unjuk Produk, Wali Kota Eri Cahyadi Apresiasi 10 Tahun Pendampingan UPN Veteran Jatim

UPPKA Kenjeran Unjuk Produk, Wali Kota Eri Cahyadi Apresiasi 10 Tahun Pendampingan UPN Veteran Jatim

Jumat, 28 Agu 2026 07:21 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 07:21 WIB

SURABAYA- Sebanyak 10 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Kecamatan Kenjeran memamerkan produk hasil pendampingan UPN “Veteran” Jaw…

Polda Sulbar: Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Polda Sulbar: Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Jumat, 28 Agu 2026 06:15 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 06:15 WIB

Polda Sulbar - Kepolisian daerah Sulawesi barat mengimbau para orang tua untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anaknya, khususnya agar…

BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Nilai Sosial Desa Brilian melalui Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI di Desa Doudo Gresik

BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Nilai Sosial Desa Brilian melalui Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI di Desa Doudo Gresik

Kamis, 27 Agu 2026 21:59 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 21:59 WIB

GRESIK — Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tidak hanya dirayakan melalui lomba dan hiburan rakyat. Di Desa Doudo, Kecamatan Panceng, Kabupaten G…