Kelurahan Bulak Banteng Surabaya Masuk 12 Besar Nasional Desa Cantik, Andalkan Ground Check untuk Pastikan Data Warga

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, Jawa Timur, masuk dalam 12 Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Nasional dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026
Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, Jawa Timur, masuk dalam 12 Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Nasional dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026

i

SURABAYA- Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, Jawa Timur, masuk dalam 12 Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Nasional dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026. Capaian tersebut tidak lepas dari inovasi ground check yang dilakukan kelurahan untuk memastikan data warga sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

Penghargaan tersebut diserahkan di Jakarta pada 26 September 2026 dalam rangkaian Anugerah Hari Statistik Nasional 2026 oleh Menteri Dalam Negeri dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Lurah Bulak Banteng Surabaya, Mat Lilla, mengatakan ground check menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan untuk memverifikasi dan memvalidasi kembali data masyarakat, terutama warga yang masuk dalam kelompok desil 1 dan 2.

Melalui metode tersebut, petugas tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi turun langsung ke lapangan dengan mendatangi rumah warga secara door to door. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi sosial ekonomi warga sekaligus menentukan bentuk intervensi yang sesuai.

"Intinya adalah data. Kalau datanya berkualitas, intervensi kepada masyarakat juga akan lebih tepat sasaran. Karena itu, kami melakukan ground check untuk memastikan data yang ada benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan," kata Mat Lilla, Senin (28/9/2026).

Hasil verifikasi tersebut kemudian digunakan untuk menentukan intervensi terhadap warga yang membutuhkan. Salah satunya dalam penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Sebanyak 26 kepala keluarga menjadi sasaran dan seluruhnya telah mendapatkan intervensi melalui kolaborasi berbagai pihak.

Intervensi dilakukan dengan melibatkan unsur pemerintah, sektor swasta, serta elemen masyarakat melalui pendekatan pentahelix. Dukungan antara lain datang dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk bantuan dari Buddha Suci, serta keterlibatan perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. 

“Metode serupa juga diterapkan untuk mengidentifikasi anak yang berpotensi putus sekolah, persoalan pengangguran, hingga lansia tunggal. Untuk pengangguran, misalnya, warga diarahkan mendapatkan akses melalui program ASSik Surabaya maupun peluang pekerjaan dari pengembang dan sektor swasta yang memiliki usaha di sekitar Bulak Banteng,” jelasnya.

Sementara bagi lansia tunggal, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan warga lanjut usia yang tinggal seorang diri dan membutuhkan dukungan benar-benar masuk dalam sasaran intervensi.

Menurut Mat Lilla, kondisi sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis. Sebuah keluarga dapat mengalami perubahan kondisi akibat kehilangan pekerjaan, meninggalnya kepala keluarga, persoalan kesehatan, maupun perubahan sumber pendapatan. Karena itu, data masyarakat tidak dapat diperlakukan sebagai sesuatu yang statis dan harus terus diperbarui.

"Data itu dinamis. Kondisi masyarakat bisa berubah karena berbagai faktor. Karena itu, pembaruan dan verifikasi harus terus dilakukan agar kebijakan dan intervensi pemerintah tetap sesuai dengan kondisi warga," ujarnya.

Program Desa Cantik juga mendorong Kelurahan Bulak Banteng memperkuat ekosistem data melalui kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), PD, perguruan tinggi, mahasiswa, lembaga sosial, sektor swasta, hingga organisasi masyarakat.

“Kolaborasi tersebut turut mendukung penanganan berbagai persoalan sosial. Dalam penanganan anak putus sekolah, misalnya, kelurahan menggandeng NGO (Non-Governmental Organization). Sementara sektor swasta berkontribusi melalui program CSR untuk mendukung kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Mat Lilla menilai capaian masuk 12 besar nasional juga menjadi motivasi bagi warga Bulak Banteng. Wilayah yang berada di sisi utara dan kawasan pesisir Surabaya tersebut memiliki karakteristik masyarakat yang beragam, namun tetap memiliki kekuatan dalam menjaga semangat gotong royong.

"Prestasi ini menjadi motivasi bagi masyarakat. Bulak Banteng berada di kawasan pinggiran dan pesisir, tetapi ternyata mampu berprestasi hingga tingkat nasional. Ini menunjukkan bahwa setiap wilayah memiliki potensi dan bisa membawa nama baik Kota Surabaya," katanya.

Ke depan, penguatan sistem informasi juga akan dilakukan melalui pengembangan website, profil kelurahan, infografis, dan monografi. “Informasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga memudahkan masyarakat mengakses data mengenai kondisi dan potensi wilayah,” tuturnya.

Terpisah, Kepala BPS Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan mengatakan, penilaian Desa Cantik mencakup tiga aspek utama, yakni tata kelola, kapasitas statistik, dan manajemen data. Masing-masing aspek memiliki sejumlah indikator yang menjadi satu kesatuan dalam mengukur kemampuan desa atau kelurahan mengelola data.

"Pada aspek manajemen data, misalnya, indikator yang dinilai meliputi ketersediaan data, kualitas data, akses data, pemutakhiran data, dan kebermanfaatan data. Seluruh indikator tersebut menjadi satu kesatuan untuk membangun pengelolaan data yang akurat dan terintegrasi," kata Arrief.

Menurut dia, pengelolaan data yang baik menjadi bagian penting dalam memastikan program pembangunan memiliki sasaran yang tepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, BPS secara berkala melakukan pembinaan dan pendampingan Desa Cantik dengan memperkuat literasi statistik, tata kelola, serta pemanfaatan data.

“Pendampingan tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat, dan berbagai unsur lainnya. Tujuannya agar data tidak berhenti pada tahap tersedia, tetapi benar-benar digunakan sebagai dasar dalam perencanaan dan pengambilan keputusan,” jelasnya.

Arrief menambahkan, pembinaan Desa Cantik yang dilakukan secara menyeluruh dengan dukungan Pemkot Surabaya dapat menjadi praktik baik yang dikembangkan di kelurahan lain. Replikasi program nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik masing-masing wilayah.

Pendampingan Desa Cantik di Kelurahan Bulak Banteng sendiri telah berlangsung sejak Juni 2026. Capaian sebagai salah satu dari 12 Desa/Kelurahan Terbaik Nasional menjadi hasil dari proses pembinaan sekaligus kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat kualitas data dan memastikan data tersebut benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.

"Harapannya, praktik baik ini dapat direplikasi oleh kelurahan lain di Surabaya sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing. Dengan demikian, pemanfaatan data dapat semakin kuat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," pungkasnya. (*)

 

Berita Terbaru

BURON JUDOL RP1 TRILIUN! Pelarian DPO ini Berakhir di Thailand, Bareskrim Polri Ungkap Modus dan Jejaknya

BURON JUDOL RP1 TRILIUN! Pelarian DPO ini Berakhir di Thailand, Bareskrim Polri Ungkap Modus dan Jejaknya

Selasa, 29 Sep 2026 11:05 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 11:05 WIB

JAKARTA- Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil menangkap dan membawa pulang tersangka berinisial FP yang masuk dalam daftar…

DUKA MENDALAM SELIMUTI SURABAYA : Mantan Sopir Ambulans Kemanusiaan Berpulang dalam Tragedi Kapal Virgo 8

DUKA MENDALAM SELIMUTI SURABAYA : Mantan Sopir Ambulans Kemanusiaan Berpulang dalam Tragedi Kapal Virgo 8

Selasa, 29 Sep 2026 10:50 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 10:50 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id - Laut Jawa kembali menelan cerita duka yang menyayat hati dan menyisakan lara mendalam. Muhammad Kholis, seorang pria yang…

Kapolri Pimpin Korprapot, 50 Pati dan 4 PNS Polri Naik Pangkat

Kapolri Pimpin Korprapot, 50 Pati dan 4 PNS Polri Naik Pangkat

Senin, 28 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 28 Sep 2026 17:19 WIB

JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi memimpin upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat (Korprapot) Perwira Tinggi (Pati) dan PNS Polri di Rupattama Mabes Polri, J…

RPH Surabaya Pastikan Daging ASUH, Masyarakat Bisa Beli di Pasar Arimbi dan Lapak Mitra

RPH Surabaya Pastikan Daging ASUH, Masyarakat Bisa Beli di Pasar Arimbi dan Lapak Mitra

Senin, 28 Sep 2026 15:47 WIB

Senin, 28 Sep 2026 15:47 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda mengajak masyarakat lebih selektif dalam memilih daging sapi…

Respon Cepat Ditlantas Polda Sulbar Evakuasi Pohon dan Tiang Lampu Tumbang Akibat Hujan Angin

Respon Cepat Ditlantas Polda Sulbar Evakuasi Pohon dan Tiang Lampu Tumbang Akibat Hujan Angin

Senin, 28 Sep 2026 10:40 WIB

Senin, 28 Sep 2026 10:40 WIB

POLDA SULBAR- Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Mamuju, Senin subuh tadi (28/9/26) membawa berkah tersendiri setelah kemarau…

Objek Sudah Disita, Masih Dipakai Usaha: Kinerja Polrestabes Surabaya Dipertanyakan

Objek Sudah Disita, Masih Dipakai Usaha: Kinerja Polrestabes Surabaya Dipertanyakan

Minggu, 27 Sep 2026 21:13 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 21:13 WIB

SURABAYA – Status penyitaan objek sengketa di Jalan Rajawali Nomor 17, 19, dan 21, Surabaya, menjadi sorotan. Meski disebut telah mendapat penetapan penyitaan d…