JAKARTA - Di China, perusahaan farmasi besar seperti WuXi AppTec (melalui anak usahanya yang mengakuisisi Suzhou Kanglu Biotechnology) tercatat sebagai salah satu penangkar dan pemain terbesar untuk hewan uji primata seperti monyet ekor panjang (kera pemakan kepiting/Macaca fascicularis).
Perusahaan farmasi dan layanan medis besar lain yang juga berinvestasi besar-besaran dalam fasilitas penangkaran monyet laboratorium di China adalah Pharmaron dan JOINN Laboratories.
Catatan penting terkait ekspor monyet di Tiongkok sempat ada penghentian/pembatasan ekspor.
Pemerintah China sempat memberlakukan pelarangan perdagangan dan ekspor satwa liar/primata sejak awal pandemi COVID-19 pada tahun 2020 untuk keperluan biosaka dan kesehatan.
Namun kebutuhan domestik tinggi, China justru mengalami kekurangan stok monyet uji untuk kebutuhan industri farmasi dan vaksin mereka sendiri, sehingga mereka lebih banyak bertindak sebagai pasar atau mengimpor pasokan (misalnya dari Asia Tenggara termasuk Vietnam, Thailand dan Kamboja, namun di negara ini monyet jenis ini sudah mulai masuk kategori Red Zone.
Sementara di Indonesia populasinya terus meningkat karena di habitatnya tidak ada predator yang memangsa, sehingga di berbagai daerah terjadi konflik dengan manusia.
China rencana kerjas ama dengan Indonesia) dari pada melakukan ekspor besar-besaran seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka melakukan investasi menangkarkan di Indonesia.
Diantaranya di Mesuji - Lampung dan di Subang - Jawa Barat.
Joinn Laboratories China sudah menanda tangani MoU kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk riset dan pemanfaatan Monyet Ekor Panjang (Macaca fasciculatis).
Editor : Redaksi