SAAT BEBERAPA TOKOH AKAR RUMPUT PDIP SURABAYA MENYEBERANG KE PSI: "Bukan Soal Uang, Tapi Soal Dihargai"

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah kader PDIP Surabaya menyeberang ke PSI
Sejumlah kader PDIP Surabaya menyeberang ke PSI

i

Oleh: Tri Widayanto

Koordinator Liputan Bacasaja.id

Lanskap geopolitik Kota Surabaya kembali berada dalam episentrum guncangan elektoral yang tidak biasa. Sebuah riak politik bermutasi menjadi gelombang migrasi afirmatif yang memaksa para analis menata ulang proyeksi peta kekuatan politik di Kota Pahlawan. 

Fenomena eksodus sejumlah kader potensial dan jangkar penggerak teritorial akar rumput PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya—di antaranya Arif Wirawan, Eusebius Purwadi, Rudi Gaol, dan Achmad Hidayat—menuju faksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukan sekadar drama kepindahan kartu anggota biasa. Ini adalah sebuah manifesto taktis yang menandai babak baru pertarungan pengaruh di level grassroots.

Secara konstitusional, migrasi politik ini adalah hak asasi yang absolut. Hak berkumpul, berserikat, dan merumuskan ulang arah kompas perjuangan politik dijamin penuh oleh hukum tertinggi republik. 

Menghakimi langkah ini secara tendensius hanya memperlihatkan kedangkalan dalam membaca kedewasaan berdemokrasi. Setiap individu politik memegang kedaulatan penuh atas integritas langkahnya, dan dinamika ini wajib dihormati sebagai sebuah dialektika yang sehat dalam iklim kompetisi elektoral modern.

ANATOMI EKSODUS 

Menepis Pragmatisme, Membaca Titik Balik Psikopolitis

Membaca fenomena ini dengan kacamata skeptisisme transaksional atau pragmatisme finansial adalah sebuah kekeliruan analisis yang fatal. Berdasarkan pembacaan sosiologi politik lokal yang mendalam, kultur kaderisasi yang tertanam dalam rahim ideologis partai berlambang banteng moncong putih terkenal melahirkan figur-figur berdaya tahan tinggi, memiliki militansi baja, dan loyalitas yang mengakar. 

Mereka bukan barang dagangan yang mudah goyah hanya karena keuntungan uang dalam jangka pendek. Lalu, faktor utama apa yang sebenarnya bisa memicu perubahan besar ini? Jawabannya ada pada sisi psikologi politik, yaitu kebutuhan untuk diakui dan rasa dihargai.

Dalam psikologi politik, kerja keras yang lama, cucuran keringat di organisasi, dan kebaikan yang ditanam di masyarakat sudah seharusnya dihargai secara adil oleh pimpinan pusat partai.

Namun, ketika kesempatan untuk berkembang semakin sempit dan jalur komunikasi di dalam partai tersumbat, anggota akan merasa jasa-jasa masa lalu mereka diabaikan dan hanya dianggap seperti angka di atas kertas. Akibatnya, muncul rasa kecewa, asing, dan tidak lagi dianggap oleh partainya sendiri.

Titik balik psikologis ini menjadi tak terbendung. Secara alamiah, talenta-talenta politik ini akan bermigrasi ke "rumah baru" yang menawarkan ekosistem yang lebih akomodatif dan responsif terhadap kapasitas serta visi taktis mereka.

BENTURAN PENGARUH DI EPISENTRUM AKAR RUMPUT 

Dalam realitas politik elektoral, figur-figur yang mengomandoi basis massa di tingkat bawah bukanlah pion-pion kosong dalam papan catur. Mereka adalah operator lapangan utama, arsitek investasi sosial yang memegang kendali atas struktur informal masyarakat. 

Kepindahan mereka secara otomatis membawa gerbong pengaruh, ikatan emosional, dan jaringan pengikut setia yang telah dirawat bertahun-tahun melalui penetrasi sosial yang konsisten.

Pasca-pemecatan resmi Achmad Hidayat oleh DPP PDIP—yang dipicu oleh dinamika kunjungan politik ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo serta diskursus rehabilitasi keanggotaannya—peta konflik taktik kini berada pada posisi yang sangat berimbang. Berikut analisis penulis:

Bagi PDIP (Sang Petahana Teritorial)

"Partai harus segera mengambil langkah penyelamatan. Seluruh kader harus bergerak untuk mengamankan wilayah dan menghitung ulang kekuatan agar suara pemilih tradisional tidak direbut oleh kubu rival."

Bagi PSI (Sang Penantang Progresif) 

"Ujian terberat PSI saat ini adalah bagaimana memanfaatkan kekuatan para politisi veteran yang baru masuk agar bisa benar-benar mendongkrak perolehan suara partai."

SENI MENGELOLA KEMUNGKINAN DALAM DIALEKTIKA MODERN 

Pada akhirnya, situasi politik di Surabaya membuktikan satu aturan dasar, yakni politik itu selalu berubah-ubah. Strategi tidak bisa terus-menerus sama, dan tujuan utama dalam perjuangan politik akan selalu menyesuaikan dengan keadaan. Politik adalah seni memanfaatkan setiap peluang yang ada

Pergeseran ini tidak serta-merta menasbihkan satu faksi lebih superior atau inferior. Ini adalah proses dialektika elektoral normatif yang matang. 

Publik Surabaya kini tidak lagi disuguhi politik mobilisasi massa yang konvensional, melainkan sebuah simfoni adu taktik, adu gagasan, dan adu pengaruh yang elegan. Sebuah tontonan politik tingkat tinggi yang dipimpin oleh para master strategi teritorial demi memenangkan satu-satunya hukum tertinggi dalam demokrasi, yaitu simpati dan kepercayaan rakyat. 

Berita Terbaru

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Korupsi di ATR/BPN

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Korupsi di ATR/BPN

Senin, 12 Okt 2026 15:55 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:55 WIB

SURABAYA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didorong untuk menelusuri dugaan politik uang dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu disampaikan tokoh …

Pemulung Lansia di Surabaya Tak Terima Bansos 3 Tahun, Kini Masuk Desil 1

Pemulung Lansia di Surabaya Tak Terima Bansos 3 Tahun, Kini Masuk Desil 1

Senin, 12 Okt 2026 15:52 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:52 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memutakhirkan data kesejahteraan Sulis Setyowati (62), seorang lansia yang bekerja sebagai pemulung di Kelurahan …

Penyelundupan Kokain Cair di Bandara Ngurah Rai Terungkap, WN Brasil Ditahan

Penyelundupan Kokain Cair di Bandara Ngurah Rai Terungkap, WN Brasil Ditahan

Senin, 12 Okt 2026 15:34 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:34 WIB

DENPASAR– Polda Bali terus mendalami kasus dugaan penyelundupan narkotika jenis kokain cair seberat sekitar 3,6 kilogram yang melibatkan seorang perempuan w…

Pemkot Surabaya Gelar Upacara HUT ke-81 Jawa Timur, Wali Kota Eri Tekankan Sinergi Ekonomi dan Transportasi

Pemkot Surabaya Gelar Upacara HUT ke-81 Jawa Timur, Wali Kota Eri Tekankan Sinergi Ekonomi dan Transportasi

Senin, 12 Okt 2026 12:09 WIB

Senin, 12 Okt 2026 12:09 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur di Halaman Balai Kota Surabaya, Senin …

Polda Sulbar Bongkar Jaringan Narkoba! PNS dan Oknum Polri Terlibat, Komitmen Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Polda Sulbar Bongkar Jaringan Narkoba! PNS dan Oknum Polri Terlibat, Komitmen Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Senin, 12 Okt 2026 10:55 WIB

Senin, 12 Okt 2026 10:55 WIB

POLDA SULBAR- Polda Sulawesi Barat melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil mengungkap peredaran narkotika yang bermula di wilayah Mamuju dan kemudian…

Polda Jatim Periksa 8 Orang Terkait Arisan Meow Rp3,5 Miliar yang Menyeret Perempuan MCL

Polda Jatim Periksa 8 Orang Terkait Arisan Meow Rp3,5 Miliar yang Menyeret Perempuan MCL

Senin, 12 Okt 2026 09:30 WIB

Senin, 12 Okt 2026 09:30 WIB

SURABAYA – Kasus dugaan arisan bodong Meow dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp3,5 miliar masih dalam penanganan Polda Jatim. Penyidik terus m…