PROBOLINGGO — Krisis air bersih melanda warga RT 12 RW 03, Dusun Gudang, Desa Malasanwetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, selama enam hari terakhir. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, menyalurkan bantuan air bersih kepada warga pada Selasa (13/10/2026).
Dini yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo itu turun langsung mengantarkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.
Ia mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga Desa Malasanwetan. Bantuan serupa bahkan telah disalurkan sebanyak tiga kali karena kebutuhan air bersih di wilayah tersebut masih tinggi.
“Ini aspirasi masyarakat Desa Malasanwetan. Sudah ketiga kalinya bantuan air turun ke sini karena warga memang membutuhkan. Jadi, kami mengantar secara langsung,” ujar Dini.
Menurut Dini, keterbatasan air bersih berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat. Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus menghemat penggunaan air, termasuk untuk kebutuhan mandi dan keperluan rumah tangga lainnya.
Ia mengungkapkan, salah seorang warga mengaku hanya bisa mandi satu kali sehari akibat terbatasnya persediaan air bersih. Meski demikian, warga tetap berupaya memenuhi kebutuhan air untuk berwudu sebelum melaksanakan salat.
“Tadi ada warga menyampaikan, karena tidak ada air bersih, mandinya hanya satu hari satu kali. Saya juga tanya, ‘pasti berwudu kan?’ Jawaban warga, iya, wudu untuk kebutuhan salat,” katanya.
Dini menjelaskan, upaya mengatasi persoalan kekeringan di kawasan tersebut menghadapi sejumlah kendala, salah satunya sulitnya melakukan pengeboran sumber air. Karena kekurangan air bersih terus berulang setiap tahun, diperlukan solusi jangka panjang agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, terutama saat musim kemarau.
Sebagai langkah lanjutan, pihaknya mempertimbangkan penambahan tandon penampungan air atau penggunaan pipa berukuran lebih besar untuk mendukung distribusi air kepada warga.
“Kami upayakan mungkin ada tandon atau pipa yang lebih besar supaya bisa menyalurkan air. Harapan saya, saat musim kemarau tidak ada lagi warga yang mengeluh kekurangan air bersih,” tegasnya.
Sementara itu, Aminah (63), warga setempat, menyampaikan rasa syukur atas bantuan air bersih yang diterima masyarakat. Ia menuturkan, awalnya dirinya menyampaikan kondisi kekurangan air yang dialami warga kepada Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Feri Gita Rahayu, sebelum aspirasi tersebut diteruskan kepada Dini Rahmania.
“Alhamdulillah, saya telepon pertama kepada Bu Feri, kemudian diajukan kepada Ibu Dini. Alhamdulillah ditanggapi. Saya sangat berterima kasih dan bersyukur,” kata Aminah.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari, termasuk untuk minum dan berwudu sebelum menjalankan ibadah salat.
“Terima kasih atas kepeduliannya terhadap masyarakat. Ini sudah ada buktinya, membantu air minum, apalagi untuk berwudu, supaya salat tidak terlewat,” pungkasnya.
Krisis air bersih yang dialami warga Desa Malasanwetan menjadi perhatian masyarakat setempat, terutama karena persoalan kekeringan terus berulang setiap tahun. Warga berharap penyaluran bantuan darurat dapat disertai solusi berkelanjutan agar akses air bersih tetap tersedia selama musim kemarau.
Editor : Redaksi