Bobol Kantor Ekspedisi di Tambaksari Surabaya, Maling Ini Bawa Kabur Sandal Baru

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tangkapan layar rekaman aksi pencurian yang terekam CCTV.
Tangkapan layar rekaman aksi pencurian yang terekam CCTV.

i

BACASAJA.ID - Aksi Pembobol kembali terjadi di Kota Surabaya. Kali ini kawanan pencuri menyatroni kantor ekspedisi di Jalan Kapas Jaya No. 15 Surabaya.

Pembobolan itu terjadi pada, Senin 4 Oktober 2021 dini hari pukul 01.00 WIB. Dalam aksi pembobolan itu, sempat terekam kamera CCTV dan nampak pelaku mengacak-acak kantor milik Dani Subiyantoro tersebut.

Rekaman kamera CCTV nampak pukul 1 lebih 8 detik, pelaku membuka pintu rolling door dan menggasak barang berupa 1 laptop, uang, dan sandal baru.

Adik korban, Dicky Prasetyo, mengatakan jika kantor yang disantroni maling itu milik kakakanya.

“Ditempat usaha kakak saya di Jalan Kapas Jaya No. 15 Surabaya. Kantor Ekspedisi pengiriman paket telah dibobol maling,” jelas Dicky, Rabu (6/10/2021).

Dalam rekaman, nampak pelaku memakai jaket warna biru dongker, celana pendek levis, topi hitam, dan tas selempang hitam. Di kamera CCTV, beberapa detik terlihat sekilas wajah dari seseorang itu namun tidak jelas.

Maling itu, diketahui beraksi pada, pukul 1 lebih 8 detik. Dia membuka rolling door dan mulai melakukan pengambilan barang berupa 1 laptop, cash, uang, dan sandal baru.

“Total kerugian semua senilai 8 juta. Kasusnya juga sudah dilaporkan ke Polsek Tambaksari,” tambah Dicky.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tambaksari Iptu Didik Ariawan membenarkan adanya laporan pembobolan kantor ekspedisi tersebut.

“Iya, korban laporan. Saat ini anggota masih melakukan penyekidikan. Hasil rekaman CCTV pelakunya nampak, namun kurang jelas,” ungkap Iptu Didik. (JEM/RG4)

Berita Terbaru

KPK Buka Opsi Jemput Paksa Nusron Wahid usai Dua Kali Mangkir

KPK Buka Opsi Jemput Paksa Nusron Wahid usai Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Okt 2026 17:13 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 17:13 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan untuk menjemput paksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Diketahui, Nusron sudah dua kali tidak…

4 Petugas Tewas saat Bertugas Padamkan Karhutla Bromo, 2 Lainnya Alami Luka Bakar

4 Petugas Tewas saat Bertugas Padamkan Karhutla Bromo, 2 Lainnya Alami Luka Bakar

Jumat, 16 Okt 2026 16:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 16:20 WIB

PROBOLINGGO - Petugas gabungan yang menjadi korban waktu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)…

Peduli dan Memupuk Kebersamaan, Ditlantas Polda Sulbar Sambangi Pesantren Campaloga

Peduli dan Memupuk Kebersamaan, Ditlantas Polda Sulbar Sambangi Pesantren Campaloga

Jumat, 16 Okt 2026 14:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 14:11 WIB

POLDA SULBAR– Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendekatkan diri kepada masyarakat melalui aksi k…

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Sulbar Tekankan Pelayanan Bersih dan Polantas Humanis

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Sulbar Tekankan Pelayanan Bersih dan Polantas Humanis

Jumat, 16 Okt 2026 14:09 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 14:09 WIB

POLDA SULBAR - Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” harus diwujudkan melalui pelayanan yang bersih, penanganan perkara yang adil, serta sikap humanis di jalan r…

Jaga Kamtibmas, Polantas Polda Sulbar Intensifkan Patroli Malam Humanis demi Keselamatan Masyarakat

Jaga Kamtibmas, Polantas Polda Sulbar Intensifkan Patroli Malam Humanis demi Keselamatan Masyarakat

Jumat, 16 Okt 2026 10:59 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 10:59 WIB

POLDA SULBAR- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat terus mengintensifkan kegiatan patroli malam secara berkala di sejumlah titik rawan…

KPK Sita Rp800 Juta dari Kuasa Hukum Hercules Terkait Kasus dugaan Suap ATR/BPN

KPK Sita Rp800 Juta dari Kuasa Hukum Hercules Terkait Kasus dugaan Suap ATR/BPN

Jumat, 16 Okt 2026 10:55 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 10:55 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai Rp800 juta dari kuasa hukum Hercules Rosario Marcal terkait penyidikan dugaan korupsi ATR/BPN. P…