BACASAJA.ID - Kebijakan pelarangan menggelar hajatan di Tulungagung sejatinya telah diumumkan dan dilaksanakan sejak akhir bulan Desember tahun 2020 lalu. Namun demikian, masih saja ada warga yang ngeyel melaksanakan hajatan.
Alasan Satgas Penanganan Covid-19 melarang adanya hajatan karena hajatan beresiko menjadi sarana penularan covid-19.
Hal itu terbukti dengan ditemukannya pasien Covid, sebut saja SGT yang mengikuti sebuah hajatan di Kecamatan Pakel beberapa hari lalu. Menurut cerita SGT bertugas sebagai penerima tamu dalam hajatan yang sempat dibubarkan oleh petugas ini.
Juri Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro membenarkan jika telah timbul kluster hajatan di Kabupaten Tulungagung. Saat ini pihaknya tengah melakukan tracing (pelacakan), orang dan tamu yang sempat berinteraksi dengan SGT.
“Kita sedang tracing, dari pengakuan pasien sendiri saat hajatan kondisi tubuhnya kurang enak,” jelas Galih.
SGT sempat di rawat di RS. Islam, lantaran kondisinya terus menurun, SGT dirujuk ke RSUD dr. Iskak. Pelaksanaan tracing dilakukan secara dari pintu ke pintu. Hal itu dilakukan untuk mencegah kerumunan saat tracing. Selain itu ada keengganan dari warga yang ditracing untuk mendatangi petugas tracing.
“Kenapa tidak bisa dikumpulkan, karena ada keengganan jadi kita door to door,” terang Galih.
Disinggung apakah kasus hajatan ini yang pertama selama pandemi Covid19? Galih tuturkan kemungkinan sudah ada kluster hajatan, namun tidak terdeteksi. SGT sendiri berpotensi menciptakan kluster hajatan, mengingat aktifitasnya dalam hajatan cukup aktif.
Selain itu, SGT juga merupakan Kades yang banyak berinteraksi dengan banyak orang.
“Tetap ada potensi, kita lihat interaksi yang bersangkutan,” lanjutnya.
Dari data Satgas Penanganan Covid-19 per tanggal 17 Januari 2021, tercatat ada penambahan 25 kasus positif covid-19 baru, 1 orang meninggal dan sembuh 7 orang.
Sehingga total pasien positif covid-19 menjadi 1.772 orang, sembuh 1.377, meninggal 42 orang, karantina 70 orang, isolasi mandiri 49 orang dan dirawat sebanyak 234 orang.
Dengan data di atas, tingkat kesembuhan Covid19 kabupaten Tulungagung menjadi 77,7 persen. (Noyo/rga).
Editor : Redaksi