SURABAYA – Kepedulian terhadap mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menempuh pendidikan di Kota Surabaya ditunjukkan DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya dengan menyalurkan 200 paket sembako.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FP NTT) Surabaya. Penyaluran ini menjadi bentuk solidaritas terhadap mahasiswa NTT yang turut merasakan dampak gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di NTT.
Baca juga: Wawali Armuji Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PTMSI Kota Surabaya, Ini Harapannya ke Depan
Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji.
Armuji mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian partai bersama pemerintah terhadap mahasiswa asal NTT yang berada di Surabaya, khususnya di tengah kondisi keluarga mereka di daerah asal yang terdampak bencana.
“Bantuan sosial yang kami berikan ini melalui FP NTT yang ada di Surabaya. Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu warga NTT yang melakukan pendidikan perkuliahan di Surabaya,” kata Armuji.
Menurutnya, kegiatan bakti sosial tersebut juga merupakan tindak lanjut atas instruksi DPP PDI Perjuangan agar jajaran partai di berbagai daerah memberikan perhatian kepada warga NTT yang berada di wilayah masing-masing.
Armuji menyebut, sehari setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi, jajaran DPP PDI Perjuangan langsung bergerak ke NTT untuk melihat kondisi masyarakat terdampak.
“Satu hari setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7, DPP PDI langsung berangkat ke NTT. Sehingga instruksi DPP agar setiap daerah memperhatikan keluarga warga NTT yang ada di daerah masing-masing mendapat perhatian,” ujarnya.
Baca juga: Kudatuli 30 Tahun, Posko Pandegiling Jadi Ruang Merawat Memori Perjuangan Demokrasi
Sementara itu, Sekretaris DPW FP NTT, Falmon, mengatakan kondisi pascagempa turut memberikan dampak terhadap mahasiswa asal NTT yang berada di Surabaya.
Salah satu persoalan yang dihadapi mahasiswa adalah kesulitan berkomunikasi dengan keluarga di Flores. Kondisi jaringan komunikasi di sejumlah wilayah terdampak disebut belum sepenuhnya pulih.
Selain kendala komunikasi, mahasiswa juga menghadapi persoalan dalam menerima kiriman uang dari orang tua di kampung halaman karena kondisi pascabencana.
“Adanya bantuan dari DPC PDI Perjuangan alhamdulillah cukup membantu. Terima kasih Pak Armuji, yang juga sekaligus sebagai Wakil Wali Kota Surabaya,” ujar Falmon.
Baca juga: Hari Anak Nasional 2026, Armuji: Anak Terlindungi adalah Investasi Masa Depan Bangsa
Falmon menambahkan, sejak gempa pertama terjadi pada 15 Agustus 2026, sejumlah wilayah di NTT masih merasakan guncangan. Beberapa daerah yang disebut terdampak cukup parah antara lain Manggarai Timur, Nagekeo, dan Maumere.
Menurutnya, bantuan sembako tersebut setidaknya dapat meringankan kebutuhan mahasiswa selama kondisi keluarga mereka di kampung halaman masih menghadapi situasi pascagempa.
Penyaluran 200 paket sembako itu sekaligus menjadi wujud solidaritas masyarakat Surabaya dan Jawa Timur kepada warga NTT yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
Bagi para mahasiswa, dukungan tersebut bukan hanya soal bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi pesan bahwa mereka yang berada jauh dari kampung halaman tetap mendapat perhatian di tengah situasi darurat yang dihadapi keluarganya.(dim)
Editor : Redaksi