Gresik - PT Petrokimia Gresik menggelontorkan bantuan senilai Rp 100 juta untuk mendukung revitalisasi fasilitas nelayan di Kelurahan Lumpur, Gresik. Dana tersebut diperuntukkan untuk perbaikan bale dan dermaga di lima titik yang digunakan masyarakat pesisir untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Secara simboli, bantuan disalurkan dalam kegiatan Komunikasi Bersama Nelayan Lumpur (Nasi Layur) di Bale Cilik. Lima lokasi penerima manfaat meliputi Bale Pasusukan, Bale Purbo, Bale Wonorejo, Bale Cilik, dan Bale Gede.
Baca juga: Petrokimia Gresik Borong 7 Penghargaan Nasional di Anugerah Humas Indonesia 2026
Revitalisasi ini diarahkan pada fasilitas yang menunjang aktivitas kelompok nelayan di lingkungan pesisir. Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi Petrokimia Gresik bagi masyarakat yang tinggal berdampingan dengan kawasan industri perusahaan.
Vice President (VP) Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Ari Primantara mengatakan, bantuan diberikan untuk mendukung perbaikan fasilitas yang sehari-hari digunakan masyarakat. Perusahaan berharap manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh kelompok nelayan di Kelurahan Lumpur.
“Keberadaan Petrokimia Gresik tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di sekitar perusahaan. Karena itu, kami ingin terus hadir melalui kontribusi yang benar-benar memberikan manfaat, salah satunya dengan mendukung perbaikan fasilitas yang digunakan nelayan dalam aktivitas sehari-hari,” terang Ari dalam keterangan tertulis yang diterima detikJatim, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, kebutuhan masyarakat pesisir tidak hanya berkaitan dengan dukungan fasilitas, tetapi juga akses komunikasi dengan perusahaan. Kegiatan Nasi Layur turut menjadi ruang bagi nelayan untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi.
“Melalui Nasi Layur, kami ingin membangun komunikasi yang semakin dekat dan terbuka. Bukan hanya menyampaikan informasi dari perusahaan, tetapi juga mendengar langsung masukan dan kondisi yang ditemui masyarakat di lapangan,” jelasnya.
Forum tersebut juga dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan di sekitar kawasan operasional perusahaan. Petrokimia Gresik melibatkan fungsi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk memberikan edukasi tentang langkah awal menghadapi keadaan darurat, perlindungan diri, serta mekanisme pelaporan kepada perusahaan.
Materi itu ditujukan agar masyarakat mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat. Pemahaman tersebut dinilai penting bagi nelayan yang beraktivitas di kawasan pesisir sekitar perusahaan.
Baca juga: Dorong Ketahanan Pangan Warga, Petrokimia Gresik Gelontorkan Bantuan Lewat GEMBALA
“Keselamatan perlu menjadi kepedulian bersama. Karena itu, masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang tepat mengenai langkah yang harus dilakukan apabila menghadapi kondisi tertentu. Dengan komunikasi yang baik, perusahaan dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan yang aman dan kondusif,” kata Ari.
Petrokimia Gresik berharap dukungan terhadap fasilitas nelayan dan komunikasi langsung dengan warga dapat memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat pesisir. Melalui forum Nasi Layur, perusahaan juga membuka ruang untuk mendengar kebutuhan warga.
"Lewat program ini, kami juga berusaha menyampaikan informasi terkait keselamatan di lingkungan sekitar," tukasnya. (den)
Editor : Redaksi