BACASAJA.ID- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung telah resmi berubah status menjadi Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN Satu).
Perubahan status ini dituangkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 40 tahun 2021 yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada tanggal 11 Mei 2021.
Baca juga: Heru Tjahjono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Fondasi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Sebelum berubah menjadi UIN, perguruan tinggi negeri di Kabupaten Tulungagung ini mengalami beberapa perubahan. Perguruan tinggi ini bermula dari berdirinya cabang Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1968.
Saat itu masih menempati gedung di Jalan Wahyid Hasyim, yang sekarang berdiri komplek pertokoan Belgia.
Lalu berdiri secara mandiri sebagai Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri pada 1997, dan sudah menempati gedung di Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru.
Pada tahun 2013, STAIN Tulungagung berubah menjadi IAIN Tulungagung.
“Dan sekarang tahun 2021 menjadi Universitas Islam Negeri Satu Tulungagung,” ujar Rektor UIN Syarif Ali Rahmatullah, Maftukin, Senin (31/5/21) sore.
Disinggung pemilihan nama UIN yang masih menginduk pada UIN Sunan Ampel, Maftukin tak menampiknya. Pasalnya diawal berdirinya UIN Satu, merupakan cabang dari Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Baca juga: Siswi SMA di Tulungagung Melahirkan di Kamar Mandi, Bayinya Bernasib Tragis
Sayyid Ali Rahmatullah sendiri merupakan nama kecil dari Sunan Ampel sebelum didapuk menjadi penguasa Ampel Denta, atau yang sekarang dikenal sebagai Surabaya dan sekitarnya.
“Kita dulu adalah bagian dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, kita mengambil nama Sayyid Ali Rahmatullah yang merupakan nama muda Sunan Ampel,” jelas Maftukin.
Awak media sempat menanyakan pengambilan nama Sayyid Ali Rahmatullah, pasalnya nama ini tidak begitu familiar di telinga masyarakat Tulungagung. Maftukin jelaskan ada beberapa persyaratan dalam pengambilan nama ini.
Nama yang dipakai haruslah nama yang dikenal di lingkup nasional. Lalu tidak pernah melakukan perlawanan terhadap negara dan tidak pernah menjadi simpatisan atau anggota lembaga yang melakukan perlawanan terhadap negara.
Baca juga: Ratusan Milenial dan Tim Pemenangan Muda Tulungagung Siap Menangkan Ganjar-Mahfud
“Kita memproduksi ilmuwan yang berbasis ke Islamman, orientasi kita itu ulama yang profesional,” jelas rektor universitas yang mahasiswanya berasal dari 21 negara ini.
Pihaknya menargetkan 5 tahun mendatang jumlah mahasiswa UIN mencapai 30 ribu. Prodi jurusan agama jumlahnya tetap sekitar 21 ribu mahasiswa, sisanya merupakan mahasiswa dari prodi umum, seperti pertambangan, kesehatan, pertanian.
Saat ini pihaknya masih melakukan persiapan prodi umum. “Paling cepat tahun depan,” jelasnya (Noyo/JP).
Editor : Redaksi