Putra Tukang Sound System Asal Tulungagung Dipanggil Membela Timnas U-16

bacasaja.id
Andika (melompat) saat berlatih di pemusatan latihan di Jakarta (credit foto : PSSI)

BACASAJA.ID - Yoyok Setiawan, warga Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bahagia.

Betapa tidak, putra pertamanya, Andhika Putra Setiawan (16) dipanggil sebagai penjaga gawang untuk Tim Nasional (timnas) Sepakbola Indonesia U-16.

Pasalnya Yoyok sudah patah semangat saat putranya tak lolos dalam seleksi di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Namun keberuntungan datang saat Pelatih penjaga gawang timnas, markus Harison menghubungi putranya dan meminta untuk bergabung dengan kesebelasan Timnas Indonesia U-16.

“Anaknya ditelfon langsung oleh Markus Harison,” jelas Yoyok, Senin (7/3/22).

Menurut Yoyok, anaknya sempat tak mengangkat telfon tersebut, lantaran sedang berlatih.

Lalu dirinya dihubungi oleh salah satu pengurus di provinsi agar anaknya mengangkat telfon tersebut.

Pemberitahuan lolosnya Andhika dalam timnas U-16 ini diterima secara lisan pada 28 Februari lalu.

Surat resmi pemberitahuan baru diterima pada tanggal 1 Maret 2022 lalu.

“Tanggal 2 harus sudah sampai Jakarta,” kata Yoyok.

Andhika harus mengikuti pemusatan latihan untuk persiapan AFF U-16 sejak 2 Maret hingga 12 MAret 2022.

Yoyok sempat kebingungan dengan pemberitahuan yang mendadak ini.

Untungnya segala akomodasi pemberangkatan Andhika ditanggung oleh PSSI pusat.

Sebelum berangkat, dirinya sempatkan sowan ke rumah Askab PSSI Tulungagung, Ahmad Bahrudin untuk meminta restu dan wejangan.

“Sama pak ketua diberi nasehat dan uang saku untuk berangkat ke Jakarta,” terangnya.

Menurut Yoyok, anaknya mulai berkiprah dalam dunia kulit bundar sejak usia 7 tahun. Pada usia itu, Andhika rutin berlatih di salah satu sekolah sepak bola di Tulungagung.

Usaha keras harus dilakoni oleh Andhika, lantaran tubuhnya yang terbilang bongsor.

Yoyok pun menyemangati putranya untuk menurunkan berat badan dengan rajin olahraga, rajin berpuasa dan diet sehat.

Usahanya tak sia-sia, kini putranya mempunyai tubuh yang ideal dan fisik yang prima.

“Tingginya sekitar 177 cm dan berat badan 68 kilogram,” jelasnya.

Ada cerita unik saat Yoyok mengantar anaknya ikut seleksi di Surabaya. Lantaran keterbatasan biaya, keduanya harus tidur dalam mobil bok di hotel merah putih atau SPBU.

Kini usaha itu tak sia-sia. Perjuangan yang dilakoni berbuah manis dan men inggalakn kebanggaan bagi keluarganya.

Sementara itu Askab PSSI Tulungagung, Ahmad Bahrudin mengaku bangga dengan prestasi yang diraih oleh Andhika.

Meski berasal dari kota kecil di pesisir selatan pulau Jawa, nyatanya mampu menghasilkan atlet yang berprestasi.

“Semoga saja dengan lahirnya Andhika bisa membuat pelatih-pelatih di luar sana melirik Tulungagung,” kata pria yang uga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Tulungagung itu.

Dirinya sebut di Tulungagung banyak pemuda yang mempunyai potensi seperti Andhika.

Dirinya berharap, pemuda lainya mewarisi semangat Andhika untuk menjadi atlet yang cemerlang (JP/t.ag/RG4)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru