Ditengah Hujatan, Ternyata PDI Perjuangan Lebih Mengerti Dan Mendukung Bangsa Palestina

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bung Karno dan Palestina, doc : google
Bung Karno dan Palestina, doc : google

i

BACASAJA.ID - Setiap partai politik memiliki pandangan dan strategi politik yang berbeda-beda, dan kita harus menghormati keputusan yang diambil oleh setiap partai tersebut.

Terkait itu kita harus menghormati sikap politik PDIP dengan memberikan kebebasan menentukan kebijakan dan sikap politiknya, termasuk dalam hal menolak kehadiran timnas sepakbola Israel U-20 ke Indonesia.

Sikap PDIP yang menolak kehadiran timnas Israel ke Indonesia dapat dilihat sebagai partai penerus dari pemikiran Bung Karno yang selalu memperjuangkan kepentingan dan martabat bangsa-bangsa yang masih terjajah. Dalam hal ini dapat dipahami sebagai bentuk penghormatan PDIP terhadap hak-hak rakyat Palestina yang selama ini terus terzalimi oleh tindakan penjajahan Israel.

Dalam sikap politiknya PDIP ternyata secara konkrit telah tegas keberpihakannya terhadap Palestina. PDIP terbukti lebih peka dan reaktif sikap solidaritas dan keberpihakannya kepada bangsa-bangsa terjajah seperti yang telah disampaikan dan dipikirkan oleh Bung Karno.

Disisi lain kita bertanya-tanya kepada partai diluar PDIP yang selama ini mengklaim sebagai bagian dari perjuangan bangsa Palestina, namun terkesan pasif atas rencana kehadiran timnas Israel ke Indonesia.

Secara tidak langsung, terkait ini PDIP terkait telah menempatkan Presiden RI Joko Widodo keposisi yang benar dan terhormat. Terlepas dari apapun konsekwensi politik yang akan diterima oleh PDIP atas sikapnya menolak timnas Israel. Secara konkrit PDIP telah mendorong Presiden RI Joko Widodo dan bangsa ini ke posisi yang bermartabat, bahwa dengan menolak kehadiran timnas Israel, tanpa disadari telah membawa Indonesia dimata dunia sebagai negara yang konsisten berpihak kepada bangsa-bangsa terjajah yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

Sikap PDIP tersebut telah mengembalikan citra Indonesia dimata dunia, sebagaimana saat itu Bung Karno bersama para pemimpin bangsa Asia Afrika dalam Konferensi Asia Afrika mendobrak dunia untuk menghapuskan segala bentuk imperialisme, diskriminasi dan penindasan dengan memberi kebebasan bangsa-bangsa terjajah untuk menentukan nasibnya sendiri.

Keadaan politik negara kita akan semakin kacau menjelang pilpres 2024 dan Jokowi akan masuk ke dalam posisi yang lebih terjerumus jika membiarkan timnas Israel hadir ke Indonesia. Jokowi akan menjadi sasaran yang tepat untuk dimakzulkan dari kelompok tertentu.

Justru dengan sikap politik PDIP menolak timnas Israel maka terselamatkanlah kita dari bertambahnya kekacauan politik kita, padahal begitu banyak persoalan bangsa ini yang belum tuntas. Disinilah sikap politik dewasa dan kelegowoan hati Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum PDIP terhadap Presiden Jokowi, walau berbeda pandangan dalam soal kandidat capres dan berbagai hal kebijakan politik namun Megawati tetap proporsional dalam sikap politiknya dan tak serta merta menyerang dengan fikiran dan emosi yang gelap.

Megawati melalui Hasto sekjen PDIP pun sebelumnya telah melakukan pengamatan serta berbagai kajian dan konsultasi terkait perkembangan timnas Israel dengan Lemhanas, Menlu dll. Sehingga mengerti betul kapan harus menentukan sikap politiknya terkait timnas Israel diwaktu yang tepat dan bertambahnya kekeruhan politik dalam negeri.

Namun disisi lain bukan berarti persoalan Jokowi atas beberapa kebijakannya yang dianggap telah membawa penderitaan rakyat dan menyimpang dari konstituensi serta merta terhapuskan oleh batalnya timnas datang ke Indonesia. Persoalan yang muncul dari sebab kebijakan Jokowi yang dinilai tak berpihak pada wong cilik akan tetap menjadi catatan tersendiri dan biarkan rakyat yang akan menuntukan sikapnya.

Terkait sikap Indonesia terhadap Israel, dalam sejarah Nasional Indonesia, Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno, telah tegas mendukung perjuangan bangsa Palestina dan penentangannya terhadap kebijakan Israel terhadap rakyat Palestina. Bung Karno melihat pendirian Israel pada tahun 1948 sebagai tindakan agresi dan ketidakadilan terhadap rakyat Palestina dan menyerukan pembentukan negara Palestina merdeka.

Pada tahun 1960-an, Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel dan mendukung Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Soekarno mengagas Konfrensi Asia Afrika (KAA) juga berperan aktif dalam Gerakan Non-Blok (GNB), yang menentang dominasi negara adidaya dan mendukung hak rakyat untuk menentukan nasibnya sendiri, termasuk rakyat Palestina.

Secara keseluruhan, sikap politik Bung Karno terhadap Israel adalah mendukung perjuangan Palestina dan menentang kebijakan Israel terhadap rakyat Palestina. Pandangannya tentang masalah ini terus mempengaruhi politik Indonesia hingga saat ini.

Penulis : Agusto Sulistio - Pendiri The Activist Cyber, Mantan Kepala Aksi dan Advokasi PIJAR Semarang era 90an

Tag :

Berita Terbaru

Cegah 3C dan Balap Liar, URC Polda Sulbar Patroli Malam di Mamuju

Cegah 3C dan Balap Liar, URC Polda Sulbar Patroli Malam di Mamuju

Kamis, 03 Sep 2026 12:32 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 12:32 WIB

MAMUJU – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Barat. Tim …

Kapolda Sulbar Lepas Kombes Pol Agus Budi Supriyanto: Jabatan Adalah Amanah Pengabdian

Kapolda Sulbar Lepas Kombes Pol Agus Budi Supriyanto: Jabatan Adalah Amanah Pengabdian

Kamis, 03 Sep 2026 08:52 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 08:52 WIB

POLDA SULBAR- Masa pengabdian Kombes Pol Agus Budi Supriyanto, selaku Direktur Pengamanan Obyek Vital (DirPamobvit) Polda Sulawesi Barat resmi berakhir…

PT Java Fortis vs Nany Widjaja: Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian dan Kerugian Rp83 Miliar

PT Java Fortis vs Nany Widjaja: Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian dan Kerugian Rp83 Miliar

Kamis, 03 Sep 2026 07:01 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 07:01 WIB

SURABAYA — Besarnya nilai kerugian perusahaan belum serta-merta dapat menjadi dasar untuk menyatakan seorang direksi melakukan kesalahan atau kelalaian dalam m…

Buka Akses U-Turn Lebih Aman di Wonokromo, Pemkot Surabaya Relokasi 43 Pedagang Pasar Tumpah

Buka Akses U-Turn Lebih Aman di Wonokromo, Pemkot Surabaya Relokasi 43 Pedagang Pasar Tumpah

Rabu, 02 Sep 2026 20:52 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:52 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Kecamatan Wonokromo merelokasi 43 pedagang pasar tumpah yang selama ini menempati badan jalan dan saluran…

Jaga Keselamatan Berlalu Lintas, Polantas Polda Sulbar Terus Hadir Saat Padatnya Arus Pulang Kerja

Jaga Keselamatan Berlalu Lintas, Polantas Polda Sulbar Terus Hadir Saat Padatnya Arus Pulang Kerja

Rabu, 02 Sep 2026 18:50 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 18:50 WIB

POLDA SULBAR- Keselamatan dan ketertiban di jalan raya terus menjadi prioritas utama Polantas Polda Sulbar, melalui pengaturan lalu lintas pada jam-jam padat…

Peziarah Ampel Resah Diganggu Anjal, Wali Kota Eri Perintahkan Satpol PP Perketat Pengawasan

Peziarah Ampel Resah Diganggu Anjal, Wali Kota Eri Perintahkan Satpol PP Perketat Pengawasan

Rabu, 02 Sep 2026 15:34 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:34 WIB

SURABAYA- Sejumlah peziarah di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel, Kota Surabaya, mengeluhkan gangguan anak jalanan (anjal) dan pengemis yang meminta…