Menjernihkan Tentang Bantuan Sosial

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Oleh: Said Abdullah, Ketua Badan Anggaran DPR RI
Oleh: Said Abdullah, Ketua Badan Anggaran DPR RI

i

Polemik soal bantuan sosial, khususnya bantuan langsung dalam bentuk bahan makanan dan uang tunai ramai menjadi polemik, musababnya karena peristiwa itu terjadi menjelang Pemilu dan diputuskan oleh pemerintah untuk menambahkan besaran alokasinya dan tempo pelaksanaanya.  Agar kebijakan ini jernih, dan memang diperlukan untuk menopang kebutuhan hidup rakyat, sebagai Ketua Badan Anggaran DPR, saya berkewajiban untuk ikut menjernih kebijakan ini dalam kerangka maksud dan tujuan APBN.

Tidak semua kebutuhan pangan bisa kita penuhi sendiri, sebagiannya kita beli dari negara lain melalui impor. Resikonya, harga dan stok pangan nasional sangat dipengaruhi banyak hal; harga diluar negeri, biaya transportasi, stoknya dan kurs. Sementara di dalam negeri, pada kuartal II dan II 2023 kita menghadapi bencana el nino, musim kering yang panjang, yang mengakibatkan banyak sawah gagal panen.

Efek impor pangan dengan harga tinggi, khususnya beras yang naik di pasar internasional sejak Juli 2023 dan bencana el nino berdampak pada kenaikan inflasi pada makanan. Inflasi makanan sejak Agustus – November 2023 mengalami tren peningkatan, dari 2,8 persen menanjak menjadi 4,9 persen. Posisi ini membuat inflasi makanan jauh lebih tinggi dari inflasi tahunan pada November 2023 sebesar 2,86 persen. Per Oktober 2023 lalu kenaikan harga beras mencapai 19 persen secara year on year.

Padahal lebih dari 70 persen pengeluaran rumah tangga miskin untuk kebutuhan makanan, dan dari jumlah itu, 20 an persen diantaranya untuk belanja beras. Sehingga setiap kenaikan harga makanan, terutama beras akan berdampak serius terhadap daya beli rumah tangga miskin.

Bertolak dari persoalan diatas, kita bisa pahami bila pemerintah melalui APBN 2023 menggulirkan beberapa program untuk meringankan beban rakyat miskin, diantara 6 program bantuan sosial (bansos) baru yang digulirkan oleh pemerintah, dua diantaranya terkait dengan makanan dan uang tunai, yakni; Bantuan Langsung Tunai (BLT) el nino, dan tambahan bantuan beras, sedangkan empat lainnya terkait insentif pada sektor perumahan dan UMKM.

Kita patut apresiasi kebijakan ini sebagai strategi untuk memberikan perlindungan kepada rumah tangga miskin dari volatilitas harga makanan, khususnya beras. Pemberian bantuan uang tunai juga akan menambah daya tahan rumah tangga miskin agar tidak semakin melorot. Namun kita harus hati hati terhadap kebijakan program bansos beras dan BLT dalam beragam bentuknya.

Bank Dunia pada tahun 2018 menurunkan sebuah laporan terhadap pelaksanaan program bansos di Indonesia. Laporan itu menunjukkan efektivitas program bansos untuk menekan kemiskinan dan ketimpangan belum optimal. Efektivitas program bansos tidak optimal berpangkal pada pelaksanaan teknis kebijakannya. Khusus untuk bansos beras, Bank Dunia memberi perhatian sebagai bansos yang paling tidak tepat sasaran.

Reformasi Kebijakan

Hemat saya, ada dua hal yang penting perlu dijelaskan oleh pemerintah dalam konteks mengembangkan program bansos menjelang pemilu 2024. Pertama terkait aspek politik, kedua aspek operasional.

Setiap produk kebijakan publik tentu saja bagian dari political interest. Penting bagi pemerintah untuk menjelaskan kepada rakyat bahwa political interest pengembangan bansos untuk menjawab persoalan ancaman krisis pangan, meningkatnya kerentanan rumah tangga miskin, serta menjaga pertumbuhan ekonomi sesuai target APBN 2023.

Untuk meyakinkan publik dan menopang penjelasan dari aspek political interest diatas, pemerintah perlu menjabarkan tata kelola operasional program bansos secara governance, oleh sebab itu saya menyarankan kepada pemerintah menempuh beberapa hal terkait, antara lain;

1. Pemerintah perlu terus menyempurnakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi kewenangan Kementerian Sosial. Penyempurnaan DTKS hingga ke level desa dan kelurahan harus melibatkan partisipasi luas masyarakat. Sesegera mungkin menyelesaikan sinkronisasi DTKS dengan Data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), sehingga kesatuan data itu menjadi penyempurnaan DTKS. DTKS menjadi acuan keseluruhan dari seluruh program bansos, berdasarkan tipologi kelompok sasaran dari masing masing program.

2. Menyederhanakan proses bisnis dalam setiap program penyaluran bansos dengan bertumpu pada cashless, digitalize, dan open data sebagai cara untuk mengurangi interaksi antar pihak, menjaga akuntabilitas, dan partisipasi publik. Khusus untuk bantuan beras yang di mobilisasi oleh Bulog sampai ke desa perlu pengawasan banyak pihak.

3. Memastikan pengemasan program bansos beras hanya ada gambar foto lambang negara atau gambar lainnya yang tidak terasosiasi dengan tafsir politik, karena pelaksanaannya menjelang pemilu 2024. Sehingga pemerintah makin menunjukkan aspek teknokrasinya, bahwa program ini memang semata mata ditujukan untuk rakyat miskin menghadapi kenaikan harga kebutuhan pangan.

4. Bekerja sama dengan bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) UMKM untuk melihat pola transaksi usaha, sehingga pemerintah memiliki big data tentang UMKM penerima KUR atas kecenderungan usahanya. Hal penting lainnya memastikan bahwa kelompok rumah tangga miskin ekstrem bisa naik kelas, bisa memilki usaha produktif agar hidup mereka tidak terus menerus bergantung pada bantuan bansos pemerintah.

5. Penerima BLT el nino adalah para penerima manfaat atas program PKH, pemerintah harus bisa mengatur agar BLT el nino skema penyalurannya hanya bisa digunakan untuk pembelian bahan makanan non beras, sehingga pencairannya untuk menopang kebutuhan makanan non beras, agar tidak tumpeng tindih dengan penyaluran PKH “regular” dan bansos beras. (*)

Tag :

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Tegaskan Komitmen Digitalisasi Parkir Tepat Waktu Dan Transparan

Pemkot Surabaya Tegaskan Komitmen Digitalisasi Parkir Tepat Waktu Dan Transparan

Selasa, 01 Sep 2026 20:37 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 20:37 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat komitmen transparansi dan modernisasi layanan publik melalui akselerasi program digitalisasi…

Kapolda Sulbar Tinjau Pembangunan RS Bhayangkara, Pastikan Fasilitas Nyaman dan Memadai

Kapolda Sulbar Tinjau Pembangunan RS Bhayangkara, Pastikan Fasilitas Nyaman dan Memadai

Selasa, 01 Sep 2026 19:10 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 19:10 WIB

Polda Sulbar - Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat sektor pelayanan publik, khususnya di bidang…

Koleksi Baru KBS, Kura-Kura Aldabra Raksasa Hadir untuk Pertama Kalinya

Koleksi Baru KBS, Kura-Kura Aldabra Raksasa Hadir untuk Pertama Kalinya

Selasa, 01 Sep 2026 17:35 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 17:35 WIB

SURABAYA - Kebun Binatang Surabaya (KBS) untuk pertama kalinya menghadirkan kura-kura Aldabra (Aldabrachelys gigantea) sebagai koleksi satwa baru. Empat…

Catatan Anggota Komisi III DPRD Nganjuk saat Sidak Proyek Drainase Rp 575 Juta

Catatan Anggota Komisi III DPRD Nganjuk saat Sidak Proyek Drainase Rp 575 Juta

Selasa, 01 Sep 2026 16:38 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 16:38 WIB

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk, Raditya Harya Yuangga melakukan sidak ke proyek drainase di Kelurahan Ploso.…

Mutasi di Polda Jatim: 5 Kapolres dan 1 Wakapolres di Jawa Timur Diganti, Ini Daftar Lengkapnya

Mutasi di Polda Jatim: 5 Kapolres dan 1 Wakapolres di Jawa Timur Diganti, Ini Daftar Lengkapnya

Selasa, 01 Sep 2026 12:34 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 12:34 WIB

SURABAYA- Mabes Polri mengeluarkan sejumlah telegram rahasia tentang mutasi sejumlah perwira menengah dan tinggi bergulir pada 30 Agustus 2026. Mutasi tersebut…

Prediksi Skor Huddersfield vs Oxford United di League One Liga Inggris 2026-2027: Eks Klub Ole Romeny Bakal Kalah?

Prediksi Skor Huddersfield vs Oxford United di League One Liga Inggris 2026-2027: Eks Klub Ole Romeny Bakal Kalah?

Selasa, 01 Sep 2026 12:28 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 12:28 WIB

BACASAJA.ID- Atmosfer Stadion John Smith dipastikan bakal membara pada Rabu, 2 September 2026 pukul 01.45 WIB. Tuan rumah Huddersfield Town bersiap meladeni…