Bertaruh dengan Nyawa Demi Nafkah, Legislator PDIP Dorong Koperasi di Jatim Lindungi PMI

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari (Kominfo Jatim)
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari (Kominfo Jatim)

i

SURABAYA - Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mendorong koperasi untuk mengambil peran sentral sebagai instrumen perlindungan dan penguatan ekonomi Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

"Koperasi harus menjadi rumah perlindungan ekonomi bagi para pekerja migran. Kita tidak bisa membiarkan PMI bertaruh nyawa demi mencari nafkah, lalu tidak ada yang menjaga aset mereka, tidak ada yang mendampingi keluarga mereka, dan ketika mereka pulang pun tidak ada pegangan,” ujar Sri Untari dilansir Kominfo Jawa Timur, Selasa (6/5/2025).

Politisi asal Fraksi PDIP Jatim ini menegaskan, koperasi sejatinya tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam atau usaha dagang semata. Lebih dari itu, koperasi dapat berperan aktif sebagai sistem pendukung ekonomi bagi para pekerja migran sejak sebelum berangkat, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke tanah air.

“Ketika PMI ingin bekerja ke luar negeri, mereka bisa menitipkan sebagian pendapatan atau tabungan di koperasi. Uang itu dikelola secara transparan dan aman. Bahkan bisa dijadikan modal usaha ketika mereka pulang. Di saat yang sama, koperasi juga bisa mendampingi keluarga yang ditinggalkan agar tidak jatuh ke dalam jerat rentenir,” terangnya.

Untari mencontohkan, koperasi Citra Kartini di Jawa Timur yang selama ini menjadi wadah pendampingan dan penguatan ekonomi perempuan. Menurutnya, pola serupa bisa dikembangkan untuk menjangkau PMI, khususnya dari wilayah Jawa Timur yang selama ini dikenal sebagai kantong besar pengirim tenaga kerja migran ke luar negeri.

 

“Ini bukan hanya kasus kriminal. Ini adalah cermin dari lemahnya sistem perlindungan kita. Ketika tidak ada pekerjaan di desa, ketika industri dalam negeri tidak bisa menyerap, masyarakat mencari jalan pintas. Dan ketika jalan pintas itu salah, risikonya nyawa. Itu menyedihkan,” ucapnya.

Tragedi yang menimpa dua pekerja migran Indonesia (PMI) di Kamboja memantik perhatian Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim. Satu dari dua Pekerja Migran itu adalah warga Banyuwangi Jawa Timur bernama Rizal Sampoerna ditemukan tewas mengenaskan di Kamboja. Dr Sri Untari Bisowarno menilai, hal tersebut menyadarkan publik bahwa perlindungan terhadap PMI masih menyimpan banyak celah. Kedua korban diduga kuat menjadi bagian dari jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus lowongan kerja palsu yang berujung pada eksploitasi.

Di balik tragedi itu, Sri Untari menyoroti akar persoalan yang lebih dalam dan struktural, yakni lemahnya perlindungan ekonomi PMI yang membuat mereka rentan. Serta tidak adanya sistem pengelolaan aset yang menjamin keberlangsungan hidup mereka dan keluarganya.

Ia menambahkan, bahwa Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Jawa Timur sudah tersedia. Namun implementasinya masih lemah. Karena itu, ia mendesak pemerintah provinsi untuk mengintegrasikan pendekatan ekonomi berbasis koperasi dalam kebijakan perlindungan pekerja migran.

“Perda itu bagus di atas kertas. Tapi di lapangan, kita belum punya ekosistem yang menjaga PMI dari hulu ke hilir. Jangan hanya berpikir soal pengawasan sebelum berangkat, tapi juga siapa yang menjaga mereka secara ekonomi ketika mereka sudah di luar negeri. Di situlah koperasi harus hadir,” tegasnya.

Lebih lanjut, Untari juga menilai bahwa masih banyak PMI yang belum memahami pentingnya pengelolaan keuangan. Tak sedikit yang setelah bekerja bertahun-tahun di luar negeri pulang tanpa hasil, atau bahkan menjadi korban penipuan oleh agen maupun kerabat sendiri. “Kita harus edukasi PMI tentang bagaimana mengelola uang, bagaimana menghindari jebakan investasi bodong, dan bagaimana memanfaatkan koperasi sebagai tempat yang aman dan terpercaya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani sebelumnya juga menyentil kinerja pemerintah dalam melindungi PMI. Ia meminta agar Indonesia lebih aktif memanfaatkan forum-forum internasional seperti ASEAN Task Force on Migrant Workers (TFAMW) guna memperkuat perlindungan terhadap hak-hak pekerja migran.

Karenanya, Sri Untari pun menyambut baik seruan Puan tersebut. Menurutnya, kerja sama internasional penting, tetapi lebih penting lagi membangun ketahanan ekonomi di tingkat akar rumput. “Kalau ekonomi keluarga PMI kuat, kalau mereka punya koperasi yang jaga uang dan keluarga mereka, maka tidak akan mudah ditipu. Jadi kita harus mulai dari bawah, dari desa, dari koperasi,”pungkasnya. (*)

Berita Terbaru

Reses Didik Beldex di Dupak, Warga Keluhkan PJU Mati hingga Akses Bantuan Pendidikan

Reses Didik Beldex di Dupak, Warga Keluhkan PJU Mati hingga Akses Bantuan Pendidikan

Senin, 05 Okt 2026 21:01 WIB

Senin, 05 Okt 2026 21:01 WIB

SURABAYA — Anggota Komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Tri Didik Adiono atau yang akrab disapa Didik Beldex, kembali turun ke masyarakat untuk m…

Bawaslu Kota Probolinggo Kawal Ketat PDPB Triwulan III 2026

Bawaslu Kota Probolinggo Kawal Ketat PDPB Triwulan III 2026

Senin, 05 Okt 2026 20:23 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:23 WIB

PROBOLINGGO — Bawaslu Kota Probolinggo melaksanakan pengawasan terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2026 melalui Rapat P…

Rutan Sampang Periksa Kamar Warga Binaan, Fasilitas Berlebihan Jadi Perhatian

Rutan Sampang Periksa Kamar Warga Binaan, Fasilitas Berlebihan Jadi Perhatian

Senin, 05 Okt 2026 14:33 WIB

Senin, 05 Okt 2026 14:33 WIB

SAMPANG - Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sampang, Madura, melakukan kontrol keliling di sejumlah blok hunian warga binaan, Senin…

Tak Perlu Cari Air Hangat, Tiap Kamar Warga Binaan Rutan Sampang Kini Punya Termos

Tak Perlu Cari Air Hangat, Tiap Kamar Warga Binaan Rutan Sampang Kini Punya Termos

Senin, 05 Okt 2026 13:07 WIB

Senin, 05 Okt 2026 13:07 WIB

SAMPANG - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sampang, Madura, menambah fasilitas untuk warga binaan. Kini, setiap kamar hunian dilengkapi termos air…

Kapolres Polman Sambangi Makodim 1402, Perkuat Sinergitas di HUT TNI Ke-81

Kapolres Polman Sambangi Makodim 1402, Perkuat Sinergitas di HUT TNI Ke-81

Senin, 05 Okt 2026 12:58 WIB

Senin, 05 Okt 2026 12:58 WIB

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026.…

Gelar Razia, Polres Malang Amankan 2.826 Botol Miras Ilegal

Gelar Razia, Polres Malang Amankan 2.826 Botol Miras Ilegal

Senin, 05 Okt 2026 12:31 WIB

Senin, 05 Okt 2026 12:31 WIB

MALANG– Polres Malang Polda Jatim meningkatkan kegiatan penertiban terhadap peredaran minuman keras (miras) ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. Sampai …