DRAMA PAKUWON CITY: Cekcok Parkir    Berujung Laporan Polisi dan Tuntutan Ratusan Juta

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
DRAMA PAKUWON CITY: Cekcok Parkir    Berujung Laporan Polisi dan Tuntutan Ratusan Juta
DRAMA PAKUWON CITY: Cekcok Parkir    Berujung Laporan Polisi dan Tuntutan Ratusan Juta

i

SURABAYA, Bacasaja.id  Konflik ruang parkir di kawasan elite Pakuwon City, Surabaya, resmi bertransformasi menjadi perang hukum yang carut-marut. Upaya damai kandas setelah tuntutan finansial melonjak fantastis menjadi Rp200 juta. 
Kasus ini pun membongkar inkonsistensi klaim keluarga korban serta buruknya sistem pengamanan perumahan mewah tersebut.

KONFERENSI PERS LJM
Minim Bukti, Absen Saksi Kunci

Panggung klarifikasi yang digelar LJM, ibu kandung dari G (pria yang terlibat keributan), awalnya ditujukan untuk memanen empati publik. Nyatanya, agenda tersebut justru menyisakan tanda tanya besar akibat absennya dua saksi kunci, yaitu G dan istrinya, F. Janji LJM untuk menghadirkan saksi dari pihak anggota satpam di lokasi saat kejadianpun menguap begitu saja.

Narasi yang dibangun LJM di hadapan media tampak goyah dan penuh kontradiksi.

BUKTI GAIB

LJM mengawali wawancara bersama awak media dengan mengklaim menantunya, F, terluka sebelum jatuh bukan akibat tarikan satpam. "Nanti saya akan tunjukkan buktinya," ujarnya di hadapan beberapa awak media malam itu. Namun, hingga konferensi pers berakhir, bukti fisik atau rekaman yang dimaksud sama sekali tidak ditunjukkan.

AKSI BUNGKAM
Saat dicecar awak media mengenai pemicu spesifik luka pada wajah F, LJM memilih tutup mulut, ia selalu berupaya mengalihkan topik wawancara.

PERNYATAAN SELALU BERUBAH-UBAH
LJM sempat menuduh S memerintahkan pemukulan, namun di saat yang sama ia menyebut rekan-rekan pelaku saat malam kejadian hanya berdiri diam mendengarkan S dan G "perang" argumentasi.

BATU JALANAN
Perempuan usia setengah abad itupun menambahkan, bahwa ia jug membawa sebongkah batu dari jalanan umum Pakuwon City ke kantor polisi sebagai barang bukti. Dasarnya hanya informasi dari oknum satpam yang identitas maupun ciri-cirinya pun gagal ia ingat.

"Saya ada bisikan dari salah satu satpam, namun lupa namanya juga orangnya yang mana. Saat perkelahian salah satu dari mereka memukul anak saya dengan batu. Jadi saya ambilkan batu di jalan sedapatnya untuk saya bawa ke kantor polisi sebagai barang bukti," ujarnya enteng.

VERSI KETERANGAN S
Provokasi Bahasa Mandarin dan Intervensi Tuntutan

Di tempat terpisah, saat konferensi pers pihak S memberikan kronologi tandingan yang berbanding sangat terbalik.
Gesekan brutal ini ia ungkapkan bahwa pemicunya adalah aksi provokasi dari G.

Saat itu G memasang kerucut lalu lintas (traffic cone) secara sepihak pada mobil BMW milik S yang sedang parkir di depan rumah G dan berada di area jalan umum.

Dan aksi tersebut disertai umpatan kasar berulang dalam bahasa Mandarin (yang artinya tidak pantas di publikasikan, red )  diarahkan ke S dan rekannya, Zheng ( warga WNA ) yang berdiri di belakang S.

Umpatan tersebut menyulut baku hantam antara Zheng dengan G, serta rekan Zheng dengan asisten rumah tangga G yang berinisial D. S menegaskan dirinya sama sekali tidak melakukan pemukulan. Keberadaannya di lokasi murni untuk meminta penjelasan dan melerai, sekaligus menjadi penerjemah bagi Zheng yang terkendala bahasa.

Pasca-insiden, ruang dialog sebenarnya sempat membuahkan kesepakatan damai secara lisan. Pihak Zheng sudah bersedia membayar kompensasi pengobatan sebesar Rp30 juta.

Namun, kesepakatan tersebut buyar seketika saat LJM, ibu G keluar rumah dan mengintervensi pembicaraan serta mendongkrak tuntutan menjadi Rp200 juta di bawah ancaman laporan pidana.

Menilai angka tersebut tidak rasional tanpa rincian medis, Zheng menolak dan memilih jalur hukum seperti ancaman LJM. 

Pihak S kini bahkan balik membidik LJM dengan rencana laporan dugaan pemerasan.

KONTRUKSI HUKUM : Salah Tembak dan Logika yang Kabur

Secara objektif, manuver hukum yang dilayangkan pihak LJM dinilai rapuh dan salah sasaran.

SUBYEK HUKUM KELIRU 
Tekanan publik dan laporan hukum diarahkan kepada S, padahal S terbukti tidak melakukan pemukulan dan hanya bertindak sebagai mediator.

Pihak S menunjukkan kepatuhan hukum tinggi dengan langsung mendatangi kantor polisi dan memfasilitasi Zheng untuk memberikan kesaksian malam itu juga.

PENCARIAN CUAN BUKAN KEADILAN
Publikpun dihadapkan pada narasi lonjakan drastis tuntutan dari Rp30 juta ke Rp200 juta dari LJM, hingga mengaburkan substansi murni perkara pidana dan memperlihatkan motif tekanan finansial yang kental.

RAPOR MERAH KEAMANAN PAKUWON CITY 
Di luar perseteruan antar-individu, insiden ini menjadi tamparan keras bagi manajemen Pakuwon City. Sebagai hunian klaster mewah dengan biaya pengelolaan tinggi, respons aparat keamanan setempat dinilai lambat dan gagap.

Petugas baru memisahkan massa setelah benturan fisik mencapai puncaknya, lebih parah lagi, proses evakuasi yang serampangan oleh oknum petugas justru menyebabkan F terdorong hingga terjatuh.
Jargon proteksi total bagi warga yang kerap dipromosikan kini menjadi ironi besar di mata masyarakat.

(dree/wied)

Berita Terbaru

Brigjend Eko Hadi Promosi Jadi Bintang 2 karena Berhasil Ungkap Kasus Narkoba di Seluruh Indonesia

Brigjend Eko Hadi Promosi Jadi Bintang 2 karena Berhasil Ungkap Kasus Narkoba di Seluruh Indonesia

Senin, 31 Agu 2026 22:16 WIB

Senin, 31 Agu 2026 22:16 WIB

JAKARTA- Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mendapatkan tugas baru sebagai penyidik Tindak Pidana Utama TK I Bareskrim…

URC Ditreskrimum Polda Sulbar Buru 3C dan Kriminalitas Jalanan

URC Ditreskrimum Polda Sulbar Buru 3C dan Kriminalitas Jalanan

Senin, 31 Agu 2026 15:54 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:54 WIB

MAMUJU – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan Polda Sulawesi Barat. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Direktorat Reserse K…

Buka Pelatihan Investigative Interviewing dan Digital Forensic, Kapolda Sulbar Dorong Penyidik Lebih Cerdas

Buka Pelatihan Investigative Interviewing dan Digital Forensic, Kapolda Sulbar Dorong Penyidik Lebih Cerdas

Senin, 31 Agu 2026 15:19 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:19 WIB

POLDA SULBAR - Sebagai terobosan baru untuk meningkatkan kualitas penyidikan yang profesional, objektif dan berintegritas, Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi …

Persiapan Penuh Sambut Audit Itwasum Polri, Polda Sulbar Gelar Pra-Audit Cegah Temuan Berulang

Persiapan Penuh Sambut Audit Itwasum Polri, Polda Sulbar Gelar Pra-Audit Cegah Temuan Berulang

Senin, 31 Agu 2026 15:16 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:16 WIB

POLDA SULBAR- Menjelang pelaksanaan Audit Kinerja oleh Itwasum Polri, Polda Sulbar mengambil langkah cermat dengan menggelar Pra-Audit menyeluruh di seluruh…

Sidang Perdana Bupati Tulungagung Gatut Sunu Digelar 4 September di Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Bupati Tulungagung Gatut Sunu Digelar 4 September di Tipikor Surabaya

Senin, 31 Agu 2026 12:01 WIB

Senin, 31 Agu 2026 12:01 WIB

JAKARTA- JPU KPK menerima penetapan jadwal sidang perkara dugaan korupsi dengan terdakwa Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan Dwi Yoga. Jubir KPK Budi Prasetyo…

Prediksi Skor dan Susunan Pemain Lecce vs AS Roma di Serie A 2026-2027 Malam Ini 31 Agustus 2026

Prediksi Skor dan Susunan Pemain Lecce vs AS Roma di Serie A 2026-2027 Malam Ini 31 Agustus 2026

Senin, 31 Agu 2026 11:56 WIB

Senin, 31 Agu 2026 11:56 WIB

LECCE – Persaingan pekan kedua Serie A 2026/2027 bakal menyajikan duel sengit antara Lecce melawan AS Roma. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadio V…