Ir Sudarmadji : Lelang Calon Pengelolah Bandug Zoo Tidak Bermanfaat

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ir. Sudarmadji mantan Dosen Sekolah Tinggi Penyuluhan Kehutanan 2002-2006 dan Widyaiswara Madya Pusdiklat Kehutanan 2002-2009
Ir. Sudarmadji mantan Dosen Sekolah Tinggi Penyuluhan Kehutanan 2002-2006 dan Widyaiswara Madya Pusdiklat Kehutanan 2002-2009

i

BANDUNG- Pembentukan Tim Pengelolah Sementara (TPS) Bandung Zoo yang digaungkan APECSI harus segera direalisasikan oleh Kementerian Kehutanan, bukan justru seakan berikan wewenang kepada Pomkot Bandung yang terlibat sengketa kepemilikan lahan.

Sikap keukeuh APECSI adalah pengejawantahan dari akal waras birokrasi dan konservasi. Negara tidak boleh merugi, satwa tidak boleh telantar, dan rakyat sekitar tidak boleh lapar hanya karena konflik hukum keperdataan di atas tanah tersebut, beginilah sikap tegas dari APECSI guna menyelamatkan Bandung Zoo yang saat ini diambang kehancuran.

Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI) tetap berkomitmen mendorong pembentukan Tim Pengelola Sementara (TPS) karena ini merupakan solusi paling logis dan tidak melanggar aturan, efisien, dan berkeadilan untuk menghentikan pemborosan APBN/APBD sekaligus menyelamatkan satwa di Bandung Zoo.

Urgensi pembentukan TPS yang digaungkan APECSI untuk segera direalisasikan oleh Kementerian Kehutanan.

Beban APBN Kementerian Kehutanan : Membayar Rp 400 juta per bulan hanya untuk pakan dan perawatan satwa pasca-pencabutan izin Lembaga Konservasi (LK) tanpa di ikuti pembentukan TPS adalah pemborosan ruang fiskal yang tidak perlu.

Tidak hanya itu, Ir. Sudarmadji mantan Dosen Sekolah Tinggi Penyuluhan Kehutanan 2002-2006 dan Widyaiswara Madya Pusdiklat Kehutanan 2002-2009 menilai kalau ini dibiarkan berlarut-larut maka akan menjadi beban APBD Pemprov Jabar yang harus Menanggung jaminan hidup atau bansos karyawan yang dirumahkan menambah beban daerah yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pembangunan publik lain.

Ia menyarankan, melalui TPS, Bandung Zoo dapat langsung dibuka kembali secara umum, sehingga mandiri dan kembali berputar membiayai dirinya sendiri (self-sustaining).

Kesejahteraan Satwa (Animal Welfare) harus dipertimbangan yang serius apalagi Satwa statusnya milik negara dan dilindungi, dalam kondisi ketidak pastian hukum jangka panjang. TPS memberikan kepastian manajemen yang fokus pada konservasi tanpa ikut berpolemik.

Lalu bagaimana dengan nasib karyawan yang dirumahkan dampak dari penutupan Bandung Zoo ? Kepastian pesangon dari Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) yang sedang bermasalah hukum bisa memakan waktu bertahun-tahun. TPS dapat merekrut kembali para karyawan ini sebagai tenaga operasional agar mereka langsung mendapatkan penghasilan aktif.

Menghidupkan Kembali Ekonomi Kerakyatan, penutupan total dan pemasangan police line mematikan mata pencaharian ratusan pedagang, pelaku jasa transportasi lokal, dan sektor informal di sekitar kawasan Tamansari.

Pembukaan gerbang Bandung Zoo oleh TPS akan langsung menggerakkan kembali perputaran uang di masyarakat bawah secara instan.

Sampai Kapan Anggaran Pemerintah Dapat Bertahan ? Secara regulasi anggaran, skema darurat ini tidak akan bisa bertahan melewati tahun anggaran berjalan tanpa memicu audit investigatif dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).

Pendanaan ini bersifat penanggulangan bencana/darurat satwa, bukan program kerja permanen. Jika kasus hukum YMT berlarut-larut hingga bertahun - tahun ke depan, alokasi Rp 400 juta per bulan tersebut akan menjadi temuan pemborosan keuangan negara karena tidak memiliki batas waktu (exit strategy) papar Ir. Sudarmadji yang juga pernah menjabat sebagai Kabag Peraturan Perundang undangan dan informasi, Ditjen PHKA 1998-1999. (*)

Tag :

Berita Terbaru

Kapolres Mamuju Tengah Pimpin Subuh Keliling di Tobadak, Serap Aspirasi Demi Kamtibmas Kondusif

Kapolres Mamuju Tengah Pimpin Subuh Keliling di Tobadak, Serap Aspirasi Demi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 17 Okt 2026 17:40 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 17:40 WIB

MAMUJU TENGAH - Upaya memperkuat kemitraan dan komunikasi dua arah terus digalakkan oleh Polres Mamuju Tengah. Dipimpin langsung oleh Kapolres Mamuju Tengah…

Lewat Subuh Keliling, Kapolres Majene Perkuat Kedekatan dengan Warga dan Cari Solusi Persoalan Kamtibmas

Lewat Subuh Keliling, Kapolres Majene Perkuat Kedekatan dengan Warga dan Cari Solusi Persoalan Kamtibmas

Sabtu, 17 Okt 2026 17:34 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 17:34 WIB

MAJENE - Suasana pagi di Masjid Nurul Abrar, Lingkungan Labuang, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, terasa berbeda, Sabtu (17/10/2026). Usai…

Dekatkan Diri ke Masyarakat, Jajaran Polres Mamasa Gelar Subuh Keliling dan Dialog Kamtibmas

Dekatkan Diri ke Masyarakat, Jajaran Polres Mamasa Gelar Subuh Keliling dan Dialog Kamtibmas

Sabtu, 17 Okt 2026 12:29 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:29 WIB

MAMASA – Menindaklanjuti arahan Kapolda Sulbar untuk memasifkan pendekatan humanis, jajaran Polres Mamasa serentak bergerak melaksanakan kegiatan Subuh K…

Lewat Subuh Keliling, Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar Ingatkan Bintara Remaja Bahaya Judol dan Pinjol

Lewat Subuh Keliling, Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar Ingatkan Bintara Remaja Bahaya Judol dan Pinjol

Sabtu, 17 Okt 2026 12:20 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:20 WIB

POLDA SULBAR – Ada pesan kehidupan yang mendalam dalam kegiatan Subuh Keliling yang dilaksanakan Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulawesi Barat bersama para B…

Subuh Keliling: Kapolresta Mamuju Sapa Warga Usai Ibadah, Bangun Kepercayaan dari Hati ke Hati

Subuh Keliling: Kapolresta Mamuju Sapa Warga Usai Ibadah, Bangun Kepercayaan dari Hati ke Hati

Sabtu, 17 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:17 WIB

MAMUJU - Kehadiran kepolisian tidak hanya terlihat saat ada gangguan keamanan, tetapi juga di saat-saat damai seperti momen ibadah. Melalui program Subuh…

Gusti Moeng Turun Langsung, Revitalisasi Keraton Kulon Soroti Keaslian Bangunan

Gusti Moeng Turun Langsung, Revitalisasi Keraton Kulon Soroti Keaslian Bangunan

Sabtu, 17 Okt 2026 12:09 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:09 WIB

Revitalisasi tiga bangunan Keraton Kulon di Karaton Surakarta Hadiningrat mulai berjalan. Gusti Moeng dan PB XIV menekankan pelestarian bangunan asli.…