Kerja Sama Faunaland dengan Pemkot Bandung Terancam Batal, Ini Alasannya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Singky Soewadi
Singky Soewadi

i

Oleh: Singky Soewadi

Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI)

Walau Faunaland menang lelang pengelolahan Bandung Zoo, tapi belum terjalin kontrak kerja sama dengan Pemkot Bandung yang di jadwalkan akan di tanda tangani kontrak kerja samanya Tgl 28 Juni mendatang.

Kerja sama ini terancam batal, ini alasannya :

1. Status lahan masih di permasalahkan oleh pihak ahli waris, investor manapun ingin berinvestasi dengan tenang dan menguntungkan.

2. Menanggung beban biaya pakan satwa dan gaji karyawan yang sedikitnya Rp 1 M/bulan selama batas waktu yang sulit di prediksi berapa lama ?

3. Negoisasi dengan pihak Pemkot Bandung tentang mengakomodir ex karyawan yang jumlahnya 120 orang lebih, sementara pihak Faunaland hanya butuh 60 orang saat operasional nanti, itupun jabatan strategis pimpinan dan keuangan tidak mungkin di berikan ke ex karyawan.

4. Masa transisi sebelum operasional pihak Faunaland hanya butuh paling banyak 40 orang karyawan.

5. Berarti ada beban biaya operasional yang percuma yang harus di tanggung oleh pihak Faunaland yang harus di pangkas.

6. Dengan beban biaya sewa Rp 4,3 M/tahun dan potongan 11�ri pendapatan kotor belum potongan pajak 10%, berat rasanya bagi Faunaland tidak menaikkan Harga Tiket Masuk (HTM) minimal dari Rp 50 Ribu yang di rasa sudah mahal menjadi Rp 65 Ribu.

7. Menurut peraturan Permen P 22 Kemenhut baru bisa beri ijin Lembaga Konservasi (LK) bila status kepemilikan lahan sah, sementara status lahan masih di persoalkan oleh pihak ahli waris ke DPR - RI.

Dari alasan tersebut di atas, kontrak kerja sama antara Faunaland dengan Pemkot Bandung terancam batal, setidaknya menjadi molor waktunya karena terhambat beberapa kendala.

Bila ini terjadi maka nasib ratusan satwa di lindungi yang statusnya milik negara menjadi berdampak.

Kenapa negara dalam hal ini Kemenhut tidak hadir dan melakukan pembiaran ?

Kenapa tidak kunjung di bentuk Tim Pengelolah Sementara (TPS) independent terdiri dari Kemenhut yang di laksanakan oleh BBKSDA Jabar, Pemprov Jabar dan Perguruan Tinggi (Unpad, ITB atau IPB) ?

Dari sejak ijin LK di cabut dari YMT Kemenhut harus membentuk Tim Pengelolah Sementara (TPS) independent, bukan malah membiarkan dan mengalihkan tanggung jawab ke Pemkot Bandung yang terlibat langsung bersengketa atas kepemilikan lahan dengan pihak ahli waris yang mendirikan Kebun Binatang sejak tahun 1933 selama 93 tahun (tiga generasi).

Pertanyaannya :

Ada apa dengan Kemenhut, khususnya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ?

Apakah karena latar belakangnya ahli Ke Tuhanan, bukan ahli Kehutanan? ***

 

Tag :

Berita Terbaru

Gemerlap Fiktif Surabaya:  Saat Hiburan Rakyat Surabaya Kembali Dibayar Air Mata Kemacetan!

Gemerlap Fiktif Surabaya:  Saat Hiburan Rakyat Surabaya Kembali Dibayar Air Mata Kemacetan!

Sabtu, 20 Jun 2026 12:26 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 12:26 WIB

Oleh: Tri Widayanto Kordinator Liputan Bacasaja.id Di bawah gemerlap lampu pedestrian yang estetik dan deretan piala Adipura Kencana yang dipajang rapi l…

Pemadaman Bergilir Berulang, Mufti Anam Desak Transparansi Pemerintah dan PLN

Pemadaman Bergilir Berulang, Mufti Anam Desak Transparansi Pemerintah dan PLN

Sabtu, 20 Jun 2026 11:20 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 11:20 WIB

JAKARTA- Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam meminta pemerintah dan PT PLN (Persero) memberikan penjelasan yang transparan kepada masyarakat terkait pemadaman…

DPR dan Mahasiswa Akan Kawal Efisiensi Program MBG, Proyeksi Hemat Bisa Capai Rp70 Triliun

DPR dan Mahasiswa Akan Kawal Efisiensi Program MBG, Proyeksi Hemat Bisa Capai Rp70 Triliun

Sabtu, 20 Jun 2026 11:14 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 11:14 WIB

JAKARTA– Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan DPR bersama mahasiswa akan mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan l…

Kembangkan Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar

Kembangkan Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar

Sabtu, 20 Jun 2026 11:06 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 11:06 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Denpasar, Bali. Penggeledahan terkait dugaan pemerasan pengurusan d…

Pemkot Surabaya Dukung SWF 2026, Siap Masukkan ke Kalender Event Tahunan

Pemkot Surabaya Dukung SWF 2026, Siap Masukkan ke Kalender Event Tahunan

Sabtu, 20 Jun 2026 09:18 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 09:18 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendukung penuh gelaran Surabaya Wedding Festival (SWF) 2026. Pameran pernikahan garapan Asosiasi Pengusaha Jasa…

Liburan Sekolah Makin Seru, Anak-anak Antusias Ikuti Jelajah Edukatif Frisian Flag di Surabaya

Liburan Sekolah Makin Seru, Anak-anak Antusias Ikuti Jelajah Edukatif Frisian Flag di Surabaya

Sabtu, 20 Jun 2026 00:52 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 00:52 WIB

Surabaya – Setelah sukses digelar di Jakarta, kegiatan Frisian Flag "Temani Langkahmu, Kini dan Nanti" hadir di Surabaya dan mendapat sambutan hangat dari k…