DARI 'ZUMBA' KE JUDI: Ketika Arena Senam Disulap Jadi Ring Sabung Ayam Jutaan Rupiah di Sidoarjo!

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi
Ilustrasi

i

Sidoarjo, Bacasaja - Alih-alih melahirkan emak-emak berbadan bugar lewat gerakan zumba, sebuah wilayah di perbatasan Desa Klurak dan Desa Kaliampuh, Kecamatan Candi, Sidoarjo, justru sukses melahirkan "atlet" ayam jago bersertifikat judi. Praktik judi sabung ayam yang berkedok kontes ketangkasan ini belakangan bikin warga elus dada sekaligus geleng-geleng kepala. 

Bagaimana tidak? Sebuah area terisolasi di perbatasan desa diduga kuat telah disulap menjadi markas sirkuit judi kelas kakap. Di balik gemerlapnya bisnis lendutan bulu ayam ini, tersebutlah nama seorang pengusaha lokal berinisial M (57). Sosok sepuh berdompet tebal ini dikenal sebagai juragan rokok yang juga memiliki gurita bisnis lain, termasuk Sanggar Senam Srikandi.

Sayangnya, kreativitas bisnis Cak M tampaknya kebablasan. Bermodalkan cuan dari industri tembakau, ia diduga lihai memanfaatkan asetnya untuk membangun benteng perjudian yang rapi, licin, dan tentu saja, bikin pusing aparat penegak hukum.

SIANG JUALAN KOMODITAS, MALAM MINGGU JADI LAS VEGAS

Di kalangan warga Candi, taktik bisnis M memang diakui jempolan—dalam artian sarkas. Gedung pertemuan miliknya sejatinya terdaftar resmi sebagai tempat pameran komoditas lokal, latihan seni, hingga tempat ibu-ibu berolahraga.

Namun, begitu kalender menyentuh akhir pekan, atmosfer seni langsung menguap. Kawasan area gedung tersebut mendadak glow-up menjadi sirkuit judi sabung ayam super sibuk, lengkap dengan perputaran uang yang tidak main-main, mulai dari ratusan juta hingga menembus angka miliaran rupiah!

Sistem keamanannya pun tidak kalah dengan agen rahasia. Memanfaatkan jaringan logistik dan manajemen bisnisnya, M diduga menempatkan informan bayaran alias spy dalam radius satu kilometer dari gedung. Tugas mereka sederhana. Memantau pergerakan orang asing atau seragam cokelat yang mencoba mendekat.

Aparat kepolisian dari Polsek Candi dan Polresta Sidoarjo sebenarnya tidak tinggal diam. Mereka sudah berkali-kali menggelar operasi penertiban. Sialnya, hukum alam "siapa cepat dia dapat informasi" sering kali berlaku di sini. Operasi penegakan hukum disinyalir kerap bocor duluan. 

Setiap kali digerebek, para pelaku taruhan dan koordinator lapangan mendadak memiliki kemampuan atletis yang luar biasa. Mereka langsung berhamburan, adu cepat lari melintasi jalur tikus di area persawahan menuju perbatasan desa.

Hasilnya? Petugas sering kali hanya disambut oleh angin malam dan arena yang mendadak sunyi senyap. Alih-alih menangkap basah pelakunya, polisi terpaksa "mengamankan" barang bukti sisa kepanikan, seperti puluhan kendaraan bermotor yang ditinggal kabur pemiliknya, puluhan sangkar ayam bangkok, tirai arena, serta lembar catatan taruhan. 

Aktivitas ilegal ini jelas-jelas menabrak Pasal 426-427 KUHP tentang Perjudian. Selain urusan dosa dan hukum negara, kehadiran penonton dari luar kota yang berjubel sering kali memicu gesekan emosi dengan penduduk asli sekitar. 

Menertibkan sirkuit judi kelas kakap ini memang membutuhkan komitmen yang jauh lebih tajam daripada taktik para mata-mata bayaran. Tantangan besar kini membentang di hadapan korps seragam cokelat untuk membuktikan bahwa hukum tidak kalah cepat dari langkah kaki para penjudi di jalur tikus persawahan. Sebab, ketenangan warga di perbatasan Candi tidak boleh terus-menerus digadaikan, hanya demi perputaran uang miliaran rupiah yang bersembunyi di balik kedok pameran komoditas lokal.

(wied)

Tag :

Berita Terbaru

Wali Kota Eri Larang Sekolah Negeri Jual Seragam, Motif Batik dan Olahraga Disamakan Tahun Depan

Wali Kota Eri Larang Sekolah Negeri Jual Seragam, Motif Batik dan Olahraga Disamakan Tahun Depan

Kamis, 24 Sep 2026 21:38 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 21:38 WIB

SURABAYA- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melarang sekolah SD dan SMP Negeri di Kota Pahlawan untuk menjual seragam sekolah, termasuk seragam batik. Kebijakan…

Wali Kota Eri Minta Usut Tuntas Dugaan Pungli Rekrutmen Pegawai DPKP Surabaya

Wali Kota Eri Minta Usut Tuntas Dugaan Pungli Rekrutmen Pegawai DPKP Surabaya

Kamis, 24 Sep 2026 21:35 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 21:35 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan pungutan liar (pungli) yang menyeret nama dua orang yakni Pungki Purnomo dan Imam…

Jamin Proses Seleksi Objektif, Kapolda Sulbar Tegaskan Kelulusan PAG dan SBP Ditentukan Kemampuan Peserta

Jamin Proses Seleksi Objektif, Kapolda Sulbar Tegaskan Kelulusan PAG dan SBP Ditentukan Kemampuan Peserta

Kamis, 24 Sep 2026 12:37 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 12:37 WIB

POLDA SULBAR - Sebagai wujud komitmen mewujudkan proses seleksi yang objektif, bersih, transparan, akuntabel dan humanis, Polda Sulbar menggelar upacara…

Polda Sulbar Hadirkan Eks Napiter sebagai Narasumber Binrohtal, Bentengi Personel dari Radikalisme

Polda Sulbar Hadirkan Eks Napiter sebagai Narasumber Binrohtal, Bentengi Personel dari Radikalisme

Kamis, 24 Sep 2026 10:38 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 10:38 WIB

Polda Sulbar - Ada yang berbeda dan menarik dalam program Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Polda Sulbar kali ini. Sebagai upaya preventif membentengi…

Saluran Tertimbun Hampir 20 Tahun, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli di Belakang Pasar Bratang

Saluran Tertimbun Hampir 20 Tahun, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli di Belakang Pasar Bratang

Kamis, 24 Sep 2026 09:06 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 09:06 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan 21 bangunan liar (bangli) dan lapak yang berdiri di atas saluran air di Jalan Ngagel Nginden Gang …

Pemkot Surabaya Perpanjang Seleksi Direksi, 10 Jabatan di 5 BUMD Dibuka

Pemkot Surabaya Perpanjang Seleksi Direksi, 10 Jabatan di 5 BUMD Dibuka

Kamis, 24 Sep 2026 09:03 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 09:03 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperpanjang pendaftaran seleksi calon anggota Direksi pada lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sebanyak 10…