Divonis 1,6 Tahun, Kuasa Hukum Goli Korlita Pertimbangkan Langkah Banding

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
penasihat hukum Goli Korlita, Iwan Hardianto, SH, MH
penasihat hukum Goli Korlita, Iwan Hardianto, SH, MH

i

SURABAYA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara terhadap Goli Korlita dalam perkara dugaan penggelapan dalam jabatan.

Putusan tersebut lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo, SH yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun.

Menanggapi putusan tersebut, penasihat hukum Goli Korlita, Iwan Hardianto, SH, MH, menyatakan masih akan mempelajari pertimbangan majelis hakim sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kuasa hukum juga mempertimbangkan untuk mengajukan banding. Salah satu alasan yang menjadi dasar pertimbangan tersebut adalah pandangan bahwa unsur tindak pidana sebagaimana Pasal 488 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dinilai tidak terpenuhi oleh terdakwa.

“Kami pikir-pikir untuk mengajukan banding karena menurut kami terdakwa tidak memenuhi unsur sebagaimana Pasal 488 KUHP,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, pihaknya perlu mencermati secara menyeluruh pertimbangan hukum yang digunakan majelis hakim dalam menjatuhkan putusan. Setelah mempelajari salinan dan pertimbangan putusan tersebut, pihaknya akan menentukan sikap hukum berikutnya.

Sebelumnya, dalam proses persidangan, penasihat hukum juga mempersoalkan perbedaan angka kerugian dalam perkara tersebut.

Iwan menyebut berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), angka kerugian berada di kisaran Rp328 juta. Namun, dalam proses persidangan muncul angka sekitar Rp1,4 miliar hingga Rp1,6 miliar.

Perbedaan angka tersebut menjadi salah satu hal yang dipertanyakan tim penasihat hukum karena berkaitan dengan konstruksi perkara dan pembuktian dugaan tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa.

Selain itu, kuasa hukum menyampaikan bahwa Goli Korlita telah bekerja di Yayasan Pendidikan Kristen Buah Hati selama lebih dari 20 tahun.

Pihaknya juga sebelumnya menyatakan tidak menemukan adanya uang yayasan yang masuk ke rekening terdakwa sebagaimana yang dipersoalkan dalam perkara tersebut.

Dengan vonis 1 tahun 6 bulan penjara, tim penasihat hukum kini memiliki waktu untuk mempelajari pertimbangan putusan sebelum menentukan apakah menerima putusan tersebut atau menempuh upaya hukum banding.

Langkah hukum selanjutnya sepenuhnya akan ditentukan setelah tim penasihat hukum menyampaikan sikap resmi terhadap putusan majelis hakim. (dimas)

Berita Terbaru

Mempererat Silaturahmi Lewat Subuh Keliling, Kapolda Sulbar Tanamkan Nilai Ibadah dalam Setiap Amanah

Mempererat Silaturahmi Lewat Subuh Keliling, Kapolda Sulbar Tanamkan Nilai Ibadah dalam Setiap Amanah

Sabtu, 07 Nov 2026 17:00 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:00 WIB

Polda Sulbar - Melalui kegiatan  Subuh Keliling, Sabtu (7/11/26) di Masjid Al-Muta’alli di lingkungan Bambu, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto menya…

Jupe Polsek Gubeng, Wujud Nyata Polisi Peduli Pendidikan, berbagi dengan Anak-anak Papua di Panti Asuhan Tuhan Baik

Jupe Polsek Gubeng, Wujud Nyata Polisi Peduli Pendidikan, berbagi dengan Anak-anak Papua di Panti Asuhan Tuhan Baik

Sabtu, 07 Nov 2026 16:57 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:57 WIB

SURABAYA– Program JUPE (Jumat Peduli) Polsek Gubeng kembali digelar sebagai wujud kepedulian dan perhatian Polri terhadap masyarakat terutama di bidang p…

Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono Turunkan Foto Wapres Gibran di Ruang Kerjanya

Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono Turunkan Foto Wapres Gibran di Ruang Kerjanya

Sabtu, 07 Nov 2026 11:02 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 11:02 WIB

SURABAYA- Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menjadi perbincangan setelah mengunggah foto suasana ruang kerjanya melalui status WhatsApp…

KPK: Uang yang Disita dari Bobby Rasyidin Berasal dari Tersangka

KPK: Uang yang Disita dari Bobby Rasyidin Berasal dari Tersangka

Sabtu, 07 Nov 2026 09:27 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 09:27 WIB

SURABAYA- KPK mengungkapkan uang senilai Rp2 miliar yang diserahkan Bobby Rasyidin diduga berasal dari salah satu tersangka kasus digitalisasi. Uang tersebut…

Perwali Baru Mulai Berlaku, Ini Rincian Denda Rp1 Juta hingga Rp3 Juta untuk Pelanggar Sampah di Surabaya

Perwali Baru Mulai Berlaku, Ini Rincian Denda Rp1 Juta hingga Rp3 Juta untuk Pelanggar Sampah di Surabaya

Sabtu, 07 Nov 2026 08:55 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 08:55 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Hal ini dilakukan dengan menerbitkan…

Atasi Banjir Menahun, Pemkot Surabaya Percepat Overlay Jalan Bratang Binangun

Atasi Banjir Menahun, Pemkot Surabaya Percepat Overlay Jalan Bratang Binangun

Sabtu, 07 Nov 2026 08:53 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 08:53 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat pekerjaan peninggian dan pengaspalan (overlay) Jalan Raya Bratang Binangun, Kecamatan Gubeng. Langkah …

Pemkot Surabaya Percepat Drainase Babadan untuk Antisipasi Banjir

Pemkot Surabaya Percepat Drainase Babadan untuk Antisipasi Banjir

Sabtu, 07 Nov 2026 08:43 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 08:43 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat penyelesaian proyek drainase di kawasan Babatan, Wiyung, untuk mengantisipasi limpasan air waduk yang…

Pemerintah dan DPR RI Sepakat Rekrutmen CPNS Dibuka November 2026

Pemerintah dan DPR RI Sepakat Rekrutmen CPNS Dibuka November 2026

Jumat, 06 Nov 2026 19:15 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:15 WIB

JAKARTA- DPR RI bersama pemerintah bersepakat untuk meningkatkan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu. …

Korupsi Digitalisasi Pertamina: KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin

Korupsi Digitalisasi Pertamina: KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin

Jumat, 06 Nov 2026 13:55 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 13:55 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp2 miliar dari Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin. Penyitaan d…

Bareskrim Ungkap Peran Irjen SU dalam Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data

Bareskrim Ungkap Peran Irjen SU dalam Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data

Jumat, 06 Nov 2026 13:49 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 13:49 WIB

JAKARTA- Bareskrim Polri mengungkap dugaan peran tersangka berinisial SU dalam pemberian izin penyadapan ilegal. Inisial SU juga diduga menyetujui penghapusan…