PATI- Bupati Pati Sudewo menjadi sorotan publik setelah kebijakannya menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Kebijakannya itu memantik aksi unjuk rasa besar-besaran. Bahkan mereka menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya.
Siapa sebenarnya Bupati Sudewo? Berikut ini profil Bupati Pati Sudewo yang didemo besar-besaran karena menaikkan pajak, lengkap dengan rekam jejak dan harta kekayannya.
Baca juga: Selain Wali Kota Madiun, KPK juga OTT Bupati Sadewo
Lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 11 Oktober 1968, Sudewo merupakan kader Partai Gerindra dengan ketua umumnya Prabowo Subianto, yang juga Presiden RI sekarang.
Sudewo tercatat sebagai Bupati ke-42 Kabupaten Pati yang resmi menjabat pada 20 Februari 2025. Sebelum menjadi bupati, ia menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.
Riwayat Pendidikan
Riwayat pendidikannya dimulai dari SD Negeri 1 Slungkep, SMP Negeri 1 Kayen, dan SMA Negeri 1 Pati.
Lulus SMA. Sudewo melanjutkan kuliah S1 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Ia lulus pada 1991 dengan gelar Sarjana Teknik Sipil. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang pada 1993, mengambil jurusan Teknik Pembangunan.
Dalam organisasi, Sudewo pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UNS, Ketua Keluarga Besar Marhaenis, dab Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
Karir Profesional
Karier profesional Sudewo dimulai di sektor konstruksi bersama PT Jaya Construction pada 1993–1994, kemudian beralih ke pemerintahan sebagai tenaga honorer di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Kanwil Bali (1994–1995).
Baca juga: KPK Akan Panggil Bupati Pati Sudewo, Terkait Dugaan Terima Fee Proyek DJKA Kemenhub
Sudewo terlibat dalam proyek peningkatan jalan dan jembatan di Bali, sebelum diangkat sebagai CPNS pada 1996 dan dipindahkan ke Kanwil PU Jawa Timur.
Pada 1999, ia mendapat penugasan di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar hingga 2006. Tahun 2002, Sudewo pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Karanganyar bersama Juliyatmono, namun gagal terpilih.
Karier politik
Sudewo terjun ke politik dengan bergabung Partai Gerindra. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2009–2014. Kemudian kembali duduk di parlemen pada periode 2019–2024 serta 2024–2029.
Di internal partai, Sudewo pernah menjabat sebagai Ketua DPP Gerindra Bidang Pemberdayaan Organisasi.
Baca juga: DPRD Pati Sepakat Bentuk Pansus Pemakzulan, Bupati Sudewo Terancam Lengser
Puncaknya, pada Pilkda 2024, Sudewo terpilih sebagai Bupati Pati periode 2025-2030, berpasangan dengan Risma Ardhi Chandra sebagai Wakil Bupati.
Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 11 April 2025, Sudewo memiliki harta kekayaan sebesar Rp31,5 miliar. Tepatnya Rp 31.519.711.746. Hartanya itu mencakup:
- Tanah dan bangunan senilai Rp 17,03 miliar. Aset-aset miliknya tersebar di sejumlah daerah. Mulai Surakarta, Yogyakarta, Depok, Bogor, Pacitan, dan Tuban
- Kendaraan senilai Rp 6,33 miliar, meliputi BMW X5 2023, Toyota Alphard 2024, Toyota Land Cruiser 2019, Mitsubishi Pajero Sport Jeep 2019, Toyota Harrier Jeep 2014, dan Toyota Innova 2013.
- Aset harta bergerak Rp 795 juta
- Surat berharga Rp 5,39 miliar.
- Kas dan setara kas Rp 1,96 miliar.
Sudewo melaporkan tidak memiliki utang, sehingga kekayaan bersihnya tetap Rp 31,5 miliar.
Editor : Redaksi