SURABAYA, bacasaja.id - Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi salah satu tempat wisata yang paling dekat di hati warga Kota Pahlawan. Kini, tempat rekreasi sekaligus edukasi itu tengah dibahas di DPRD Surabaya melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perumda Taman Satwa KBS.
Salah satu poin pentingnya: penyesuaian tarif masuk dan masa jabatan direksi.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda KBS, Yuga Pratisabda Widyawasta, mengatakan pembahasan kali ini tidak semata soal angka, tapi juga tentang bagaimana pengelolaan KBS bisa lebih profesional tanpa meninggalkan semangat pelayanan publik.
“Kami ingin penyesuaian ini tetap berpihak kepada masyarakat, tapi juga realistis untuk kebutuhan pengelolaan. KBS harus sehat secara finansial agar bisa terus berkembang,” ujar Yuga, saat dihubungi Sabtu (11/10/2025).
Ada dua opsi skema tarif yang sedang dikaji. Pertama, berdasarkan domisili pengunjung: warga Surabaya cukup membayar Rp18.000, sedangkan pengunjung dari luar kota Rp23.000.
Kedua, berdasarkan hari kunjungan: tarif weekday Rp20.000 dan weekend Rp25.000.
Baca juga: DPRD: Jangan Cuma JLLT dan JLLB, Pemkot Perlu Bangun RSUD di Surabaya Selatan dan Utara
Selain itu, Raperda juga mengatur tarif khusus untuk kelompok tertentu seperti pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Bagi anak-anak PAUD bahkan direncanakan gratis, hanya orang tua atau pendampingnya yang tetap membayar tarif reguler,” tambah Yuga.
Langkah ini, menurutnya, menjadi bagian dari upaya agar KBS tetap menjadi ruang belajar dan rekreasi yang inklusif bagi semua kalangan, terutama anak-anak.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti SPMB SMA/SMK yang Masih Bebani Warga Miskin
Sementara itu, Direktur Keuangan Perumda KBS, Mohammad Naroni, menegaskan bahwa rencana penyesuaian tarif dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Semua keputusan akan berdasar pada kajian feasibility study atau studi kelayakan yang kini tengah disiapkan.
“Tarif KBS belum berubah sejak 2010. Jadi, ini bukan semata-mata keinginan perusahaan, tapi kebutuhan agar layanan bisa terus ditingkatkan tanpa memberatkan pengunjung,” jelas Naroni. (dims)
Editor : Redaksi