SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai, menegaskan bahwa penanganan banjir rob di kawasan pesisir tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus dibagi dalam dua kerangka besar, yakni solusi jangka panjang dan jangka pendek.
Untuk jangka panjang, Bahtiyar menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi intensif antara Pemerintah Kota Surabaya dengan pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya terkait rencana pembangunan tanggul laut.
Baca juga: Perda Disabilitas Masuk Program DPRD, William: Harus Segera Dijalankan
“Koordinasi dengan provinsi dan pemerintah pusat soal tanggul laut memang perlu terus diperkuat, karena itu solusi jangka panjang,” ujar Bahtiyar di Surabaya.
Namun demikian, politisi Partai Gerindra itu menilai Pemkot Surabaya tetap memiliki ruang gerak yang cukup luas untuk melakukan langkah-langkah mitigasi banjir rob dalam jangka pendek, sesuai dengan kewenangan yang dimiliki saat ini.
Menurutnya, optimalisasi infrastruktur pengendali banjir yang sudah ada menjadi kunci utama. Ia menyebut rumah pompa, pintu air, dan bozem harus dioperasikan secara maksimal, terutama ketika pasang air laut terjadi bersamaan dengan curah hujan tinggi.
“Untuk antisipasi di lapangan, pemkot harus mengoptimalkan rumah pompa terdekat, pintu air, dan bozem. Aliran air rob itu harus bisa diatur supaya tidak mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga,” jelasnya.
Baca juga: Fraksi PKB DPRD Surabaya Rombak Struktur untuk Tingkatkan Kinerja
Bahtiyar menilai keberadaan rumah pompa dan bozem di kawasan pesisir Surabaya sejatinya sudah menjadi modal penting. Tantangannya kini terletak pada sistem pengoperasian dan respons cepat saat kondisi darurat terjadi.
Selain mengandalkan infrastruktur statis, Bahtiyar juga membuka opsi penanganan darurat dengan melibatkan armada bergerak. Ia menyebut mobil pemadam kebakaran (PMK) dapat dikerahkan untuk membantu penyedotan air rob di titik-titik rawan dan padat penduduk.
“Kalau diperlukan, mobil PMK juga bisa diterjunkan untuk membantu penanganan banjir rob, terutama di titik-titik yang rawan dan padat penduduk,” katanya.
Baca juga: DPRD Surabaya Dorong Perbaikan Data Desil, Seribu Pendaftar Bansos Pendidikan Segera Terakomodasi
Ia berharap, langkah-langkah jangka pendek tersebut mampu menjadi solusi efektif sembari menunggu realisasi kebijakan strategis jangka panjang dari pemerintah pusat. Dengan kombinasi koordinasi lintas pemerintahan dan optimalisasi infrastruktur yang ada, Bahtiyar optimistis dampak banjir rob di kawasan pesisir Surabaya dapat ditekan.
“Yang terpenting sekarang, warga tetap aman dan aktivitas tidak terganggu. Itu yang harus menjadi prioritas bersama,” pungkasnya. (dims)
Editor : Redaksi