SURABAYA KOTA "SMART CITY" PALING MENGHIBUR: Ketika Aplikasi Pintar Butuh "Gedoran" Pemuda Kampung

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kasus Rudiono Arifin jadi tamparan keras bagi Pemkot Surabaya
Kasus Rudiono Arifin jadi tamparan keras bagi Pemkot Surabaya

i

SURABAYA, Bacasaja.id - Selamat datang di Surabaya, kota metropolitan yang sukses menyulap birokrasi menjadi wahana labirin paling menantang bagi warganya sendiri. 
Di bawah gemerlap jargon Smart City yang agung, Pemerintah Kota Surabaya baru-baru ini mempersembahkan sebuah mahakarya komedi administratif yang luar biasa sadis.

Mari berkenalan dengan Rudiono Arifin, seorang warga Tambak Madu yang memiliki keterbatasan fisik (difabel). Demi menyambung nyawa, ia harus berjualan kopi dan mi instan di tengah dinginnya angin malam. 

Namun, keajaiban spiritual terjadi di dalam komputer canggih milik Pemkot Surabaya. Melalui algoritma magis di atas meja ber-AC, Rudi divonis masuk ke dalam Desil 6—sebuah kasta kependudukan yang melabeli dirinya sebagai warga yang "cukup kaya" sehingga haram hukumnya menerima bantuan sosial.

SULAP DATA : Dari "Kaya Banget" Menjadi "Agak Kaya"

Melihat dagelan data yang tidak masuk akal ini, Ketua RW setempat sempat mencoba menjadi pahlawan administratif. Setelah melalui proses sanggah yang melelahkan dan penuh peluh, status Rudi berhasil diturunkan ke Desil 5. Sungguh sebuah prestasi yang patut dirayakan dengan tepuk tangan sarkas. 

Bagi Rudi, ini adalah lelucon yang menguras waras. Sebagai penyandang disabilitas dengan gerak terbatas, ia secara logis harusnya berada di desil bawah, bukan malah digantung di tengah-tengah data estetik pemerintah.

Saking frustrasinya menghadapi labirin birokrasi yang miskin empati ini, Rudi sampai melontarkan kalimat legendaris: “Pegel-pegel aku tak pindah Sidoarjo ae mas, nek Suroboyo ruwet!”

Saat seorang difabel merasa birokrasi kabupaten tetangga jauh lebih manusiawi daripada kota kelahirannya sendiri, di situlah baliho "Surabaya Hebat" resmi kehilangan harganya.

ALARM "HOTLINE" WALIKOTA : Karena Petugas Kelurahan Punya Fitur Snooze

Di saat dinas-dinas sosial yang digaji dari pajak rakyat sedang asyik tertidur pulas dalam radar digital mereka, munculah Adam Merdeka PW, seorang pemuda kampung yang mendadak harus mengambil alih fungsi negara. 

Hanya dalam waktu satu hari bergerilya, Adam berhasil menemukan borok sosial yang gagal dideteksi oleh aplikasi-aplikasi canggih pemkot.

Selain kasus Rudi, Adam menemukan fakta-fakta lapangan yang kontras.

Suwignyo: Ketua RT Tambakrejo yang tulus melayani tanpa pamrih—sangat berbanding terbalik dengan pejabat struktural bergaji besar.

Muklis: Warga Sidodadi yang ayahnya sedang kritis namun luput dari pandangan mata pemerintah.

Hariri: Tokoh masyarakat di Tambakrejo yang menjadi saksi betapa ringkihnya kesejahteraan warga di balik janji manis pemerintah.

Karena gemas melihat mesin birokrasi yang berjalan secepat siput, Adam langsung menembakkan laporan ini ke hotline Walikota Surabaya dan kelurahan setempat.

Alhasil...Simsalabim! Hasilnya sangat instan. Petugas kelurahan yang tadinya tidak tahu apa-apa mendadak langsung rajin dan memberikan "perhatian khusus".

Sebuah fenomena menggelitik. Mengapa aparatur kelurahan di Surabaya baru bisa bekerja setelah digedor pemuda kampung atau dilaporkan ke hotline Walikota? 
Apakah fungsi pengawasan internal pemkot sudah mengalami mati pucuk total, sampai-sampai harus disuapi oleh kepedulian seorang pemuda agar roda birokrasinya bisa berputar?

CATATAN PINGGIR UNTUK KOTA PAHLAWAN 

Kasus Rudiono Arifin adalah tamparan keras bagi wajah estetika Pemkot Surabaya. Pemerintah tidak bisa terus-menerus pamer aplikasi digital mutakhir jika data desilnya masih diolah pakai ilmu kira-kira di atas meja ber-AC.

Jika untuk mendapatkan keadilan administratif saja seorang warga difabel harus mengancam pindah ke Sidoarjo, maka jargon "Smart City" tampaknya perlu direvisi menjadi "Snooze City"—kota yang aparatnya baru akan bekerja setelah alarmnya digedor berkali-kali.

(Wied)

Berita Terbaru

Game Spin Wheel Berhadiah Ramaikan Sosialisasi Hak untuk Tahu di CFD Jakarta

Game Spin Wheel Berhadiah Ramaikan Sosialisasi Hak untuk Tahu di CFD Jakarta

Minggu, 27 Sep 2026 11:13 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 11:13 WIB

JAKARTA– Ada yang menarik dalam sosialisasi Hari Hak untuk Tahu yang digelar Divisi Humas Polri di kawasan car free day (CFD) Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, M…

JConnect Run Soerabaja 2026 Diikuti 3.700 Pelari, Wali Kota Eri Ungkap Antusiasme Peserta

JConnect Run Soerabaja 2026 Diikuti 3.700 Pelari, Wali Kota Eri Ungkap Antusiasme Peserta

Minggu, 27 Sep 2026 11:06 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 11:06 WIB

SURABAYA- Sebanyak 3.700 pelari dari berbagai daerah ambil bagian dalam Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 yang digelar dari halaman Balai Kota…

Gerebek PT Penyalur ART di Gunung Anyar, Wali Kota Eri Pulangkan Pekerja yang Terjerat Denda Rp3,5 Juta

Gerebek PT Penyalur ART di Gunung Anyar, Wali Kota Eri Pulangkan Pekerja yang Terjerat Denda Rp3,5 Juta

Minggu, 27 Sep 2026 10:59 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 10:59 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendatangi sebuah perusahaan penyalur asisten rumah tangga (ART) di kawasan Gunung Anyar, Surabaya. Peninjauan …

Izin Alkohol Kedaluwarsa dan Remaja Masuk Klub, DPRD Surabaya Desak RHU Ditindak Tegas

Izin Alkohol Kedaluwarsa dan Remaja Masuk Klub, DPRD Surabaya Desak RHU Ditindak Tegas

Sabtu, 26 Sep 2026 21:49 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 21:49 WIB

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PKS, Enny Minarsih, mendesak Pemkot Surabaya menindak tegas rumah rekreasi dan hiburan umum (RHU) y…

Terpukau Tradisi Mandar, Kapolda Sulbar: Tahun Depan Kami Ikut Sandeq Silumba

Terpukau Tradisi Mandar, Kapolda Sulbar: Tahun Depan Kami Ikut Sandeq Silumba

Sabtu, 26 Sep 2026 16:33 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 16:33 WIB

MAJENE — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat (Sulbar), Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, mengaku terkesan dengan pelaksanaan Sandeq Silumba 2026 y…

Fraksi PDIP DPRD Jatim Berduka, Kibarkan Bendera Partai Setengah Tiang untuk Guruh Soekarnoputra

Fraksi PDIP DPRD Jatim Berduka, Kibarkan Bendera Partai Setengah Tiang untuk Guruh Soekarnoputra

Sabtu, 26 Sep 2026 14:05 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:05 WIB

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. Sebagai bentuk penghormatan, Ketua Fraksi P…