Pukul Sejoli Pakai Linggis, Pelaku: Saya Cemburu Lihat Dia Lagi Intim

bacasaja.id
Jupri (tengah) pelaku penganiayaan karena cinta segitiga digiring ke ruang tahanan Polresta Sidoarjo.

BACASAJA.ID - Penganiayaan yang dilakukan oleh Jupri (58) ternyata dilandasi rasa cemburu. Pasalnya, dengan mata kepala sendiri melihat pacarnya menjalin hubungan gelap dengan temannya sendiri. Bahkan ia memergoki keduanya sedang melakukan hubungan intim di dalam kamar.

Ini yang membuat pelaku kalap hingga membuatnya melakukan pemukulan menggunakan linggis terhadap kedua korban yang sedang memadu kasih, yakni Misto dan Seniwati. Korban pun tergeletak bersimbah darah di dalam kamar.

Baca juga: HUT RI ke 81, Satlantas Polresta Sidoarjo Gelar Layanan SIM Keliling 24 Jam Selama 17 Hari, Cek Jadwalnya

BACA JUGA: Bukan Dibacok, Sejoli yang Indehoi ini Dipukul Linggis, Ini Ceritanya

"Motifnya sudah jelas asmara, karena cemburu. Karena yang semula janjian dengan tersangka ternyata ngajak pacar yang lain sampai dengan melakukan hubungan badan tanpa sepengathaun tersangka hingga kemudian melakukan pemukulan itu," kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Wahyudin Latif, Senin (8/2/2021).

Sebelum kejadian penganiayaan, korban perempuan Senowati mengajak janjian pelaku Jupri untuk datang ke rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB. Di waktu yang sama korban Misto juga diajak ke rumahnya. Pada saat itu, Misto terlebih dahulu tiba dan bercakap di ruang tamu rumah si perempuan.

Baca juga: Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Janji Buka Suara, 15 Pertanyaan Publik Soal 4 Terduga Pengguna Sabu Masih Tunggu Jawaban

Jupri yang mengetahui hal itu akhirnya memilih menyelinap lewat pintu belakang sambil menunggu di kamar sebelah.

BACA JUGA: Bacok Sejoli yang Indehoi, Pelaku Dibekuk, Motifnya Cinta Segitiga

"Tersangka mengintip dari dalam kamar tersebut melihat ke arah ruang tamu. Saat mengintip itu rupanya pelaku tidak menemui kedua korban. Ternyata mereka sudah berada di dalam kamar sedang berhubungan badan hingga akhrinya berujung penganiayaan," jelasnya.

Baca juga: Imigrasi Surabaya dan Polresta Sidoarjo Tangkap Komplotan 15 WNA China dan Vietnam

Sementara mengenai kondisi kedua korban saat ini, Wahyudin mengatakan bahwa kedua korban sudah di rujuk ke RSUD Sidoarjo. Mereka masih hidup, namun belum diketahui bagaimana kindisinya saat ini.

"Korban masih hidup dan dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Kondisi pastinya saat ini masih belum tahu, nanti akan kami cek lagi ke RS," tandasnya.(ads)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru