Dampingi Mendes PDTT, Wagub Emil sebut Pemprov Jatim Dorong UMKM Desa Wedani Gresik Berorientasi Ekspor

bacasaja.id
Wakil Gubenur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak (kiri) saat mendampingi Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar di Gresik, Sabtu, (26/6/2021)

BACASAJA.ID - UMKM di perdesaan di Provinsi Jawa Timur diharapkan bisa berorientasi ekspor. Dengan begitu, UMKM bisa menjadi tulang punggung ekonomi bagi masyarakat.

Hal itu dikatakan Wakil Gubenur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat mendampingi Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar di Gresik, Sabtu (26/6/2021).

Wagub Emil mengatakan bila setiap UMKM desa bisa dikembangkan dan berorientasi ekspor.

"Kebetulan kami (Pemprov Jatim) sedang mencari produk unggulan, nah ketemu jodohnya disini (kain tenun wedani)," kata Mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Untuk diketahui, Desa Wedani, Kabupaten Gresik, memiliki produk unggulan berupa kerajinan tenun yang sudah diekspor dan menjadi tulang punggung ekonomi bagi masyarakat desa setempat.

"Kami tadi melihat tenunnya bagus-bagus, dan memiliki potensi menjadi tulang punggung ekonomi. Sebelumnya kami mencari potensi desa yang memiliki produk unggulan, karena selama ini kami memberikan bantuan sedikit-sedikit ke banyak perajin 'kepyur-kepyur' gitu ya, namun hari ini jodohnya ketemu dengan Desa Wedani ini," katanya.

Produk UMKM padat karya seperti kain tenun Wedani ini, lanjut Emil, bisa menjadi substitusi produk serupa yang diproduksi dalam skala industri.

"Apabila segmentasinya jelas, dan kualitasnya bagus didukung branding saya kira bisa menjadi produk yang bersaing," kata Emil.

Menanggapi pujian itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir menyampaikan bahwa Desa Wedani kebetulan mempuntai produk unggulan berbasis koperasi yang sudah berhasil ekspor, maka pemegang kebijakan di Gresik saat ini hanya tinggal mengembangkannya.

Dalam kerja legislatif sendiri, Qodir menyebut upaya menumbuhkan UMKM di desa telah dituangkan dalam produk legislasi bersama eksekutif untuk mengupgrade level UMKM.

"Kami juga punya regulasi yang memungkinkan masyarakat memulai usaha dengan bantuan modal yang bukan pinjaman. Baru setelah berkembang dan mau melakukan ekspansi, kami fasilitasi dengan kredit lunak dengan bunga ringan," katanya. (rga)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru