BACASAJA.ID - Sampah terkadang menjadi sebuah permasalahan ditengah masyarakat baik itu di Kota maupun di desa. Namun kali ini sampah sudah bisa diolah sesuai penggunaannya, sehingga Perkotaan dan Pedesaan tidak lagi kumuh dan bersih dari sampah.
Salah satu contoh Desa Sidokerto yang berada di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang sebuah desa penerima program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) dari Pemerintah Pusat, melalui Program Anggota DPR RI dari F- PDI Sadarestuwati di tahun 2021.
Program Kotaku ini agar desa yang dulunya kumuh dengan sampah, setelah adanya Kotaku Sampah bisa diolah menjadi pemberdayaan ditengah masyarakat seperti halnya sampah organik bisa diolah menjadi sebuah kerajinan, dan sampah non organik bisa diolah menjadi kompos bisa untuk pakan ternak.
Wakil Bupati jombang Sumrambah meninjau tempat sampah program Kotaku di Desa Sidokerto, sekaligus meresmikan program Oprasional Pengelolaan Sampah dan Lounching E- Retribusi Online pengelolaan sampah.
"Sebenarnya sampah bisa dijadikan sumberdaya alam bagi masyarakat, karena sampah banyak membawa manfaat dan juga ada sampah yang bisa menjadi penyakit, sampah yang membawa manfaat seperti bekas makana ringan, botol plastik, kertas dan itu bisa di jadikan suatu pemberdayaan bagi masyarakat desa," ucap Sumrambah saat meninjau bak sampah Kotaku, Rabu (30/03/22).
Wabup juga mengatakan, sampah juga bisa meningkatkan perekonomian, tergantung bagaimana kita mengelolanya, banyak hasil karya masyarakat Jombang dari barang bekas seperti, tas, tempat bunga, hiasan dan sebagainya.
"Saya juga berharap kepada desa penerima program Kotaku agar dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin, apalagi sekarang sudah di lounching aplikasi online tentang pengelolaan sampah," ungkap Sumrambah.
Wakil Bupati juga berpesan, mari kita ciptakan kerukunan antar sesama, Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah bahkan Negara pun tidak akan maju tanpa ada kerukunan. (Ftr/RG4)
Editor : Redaksi