SURABAYA - Rangkaian giat Sekolah Kebangsaan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berlangsung.
Di hari kelima, pendiri Aliansi Pelajar Surabaya Aryo Seno Bagaskoro diminta mengisi materi. Pria kelahiran 2001 itu diminta mengisi materi dengan tema Anak Surabaya Pemimpin Masa Depan.
"Keberanian bermimpi harus menjadi kata kunci bagi kawan-kawan sekalian. Diiringi dengan rasa tanggung jawab akan masa depan kotanya, menyambung sejarah panjang Surabaya yang heroik." Ungkapnya.
Dalam paparannya selama kurang lebih dua jam, Seno bercerita tentang pengalamannya mendirikan Aliansi Pelajar Surabaya lewat penumbuhan kesadaran mengatasi keresahan-keresahan pelajar. Juga tentang pengalamannya berinteraksi dengan anak-anak muda di berbagai platform.
"Anak muda tidak boleh terkekang pada kondisi yang ada saat ini. Menghadapi kesulitan, kemudian menjadi pengecut dan melarikan diri dari persoalan. Melainkan harus proaktif ikut serta berperan menjadi bagian dari solusi." Ujarnya.
Ketua Taruna Merah Putih Surabaya ini juga mengajak para peserta untuk kembali pada rasa cinta akan keluarga sebagai bentuk terkecil rasa cinta pada tanah air. Ia menyampaikan pentingnya restu dan kehadiran keluarga.
"Peran intens keluarga sangat vital. Terlebih kehadiran Ibu sebagai teladan yang fundamental. Diperlukan emotional bonding secara terus menerus dalam satu manajemen keluarga. Sehingga sepulang dari sini, semangat mencapai mimpi dapat terus dijaga bersama-sama." Imbuhnya.
Sebelumnya, diketahui Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka sekolah wawasan kebangsaan di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Rabu (22/2). Sebanyak 57 remaja mendapat pelatihan secara militer selama delapan hari.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo, Sekda Surabaya Ikhsan, dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Cak Eri mengatakan, sekolah kebangsaan itu diadakan untuk membentuk karakter remaja Surabaya yang kuat dan tangguh.
Eri menjelaskan, anak-anak mengikuti sekolah kebangsaan ke depannya akan memiliki ideologi sesuai Pancasila.
Dengan begitu, para remaja Surabaya dapat mengedepankan rasa guyub dan gotong royong serta kerukunan. Ketika kembali ke sekolahnya, mereka diharapkan dapat menyebarkan kebaikan dan menjadi satu keluarga dengan pemkot, TNI, dan Polri untuk menerapkan Pancasila kepada seluruh masyarakat.
Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo menyampaikan, para remaja itu dilatih dan dibina selama delapan hari. Mereka harus bangun pagi setiap pukul 04.30. anak-anak itu diajak berolahraga bersama taruna Akademi Angkatan Laut (AAL).
“Biar tahu militer itu bagaimana. Adik-adik ini harus mengenal apa itu disiplin,” tegas Heru. (ASB)
Editor : Redaksi