Proyek Box Culvert Babat Jerawat-Pakal Dilanjutkan, Pemkot Surabaya Segera Gelar Lelang

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemkot Surabaya melanjutkan pembangunan box culvert di Jalan Raya Babat Jerawat - Pakal
Pemkot Surabaya melanjutkan pembangunan box culvert di Jalan Raya Babat Jerawat - Pakal

i

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali melanjutkan pembangunan box culvert di Jalan Raya Babat Jerawat - Pakal. Pembangunan proyek dengan anggaran multi years tersebut, bertujuan untuk mencegah banjir dan menanggulangi kemacetan di wilayah barat.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi menyatakan bahwa pada pekan depan proyek box culvert Jalan Raya Babat Jerawat mulai proses lelang. Ia menargetkan dalam kurun waktu 1 bulan sudah ada pemenang lelang.

"Minggu depan proses lelang, paling sebulan lagi sudah ada pemenangnya. Itu (box culvert) segera kita kerjakan dan target saya Agustus-September (2024), sebelum musim hujan berikutnya itu harus sudah selesai," kata Syamsul Hariadi, Jumat (23/2/2024).

Pada tahun 2024 ini, Syamsul menyebutkan bahwa pembangunan box culvert Jalan Raya Babat Jerawat - Pakal, menggunakan anggaran sekitar Rp 45 miliar. Sedangkan untuk panjang saluran yang akan dibangun sekitar 400 meter. "Untuk anggarannya sekitar Rp 45 miliar, dengan panjang sekitar 400 meter," jelas Syamsul.

 Pihaknya menargetkan, sebelum musim hujan pada akhir tahun 2024, pembangunan box culvert dengan panjang sekitar 400 meter tersebut bisa rampung. Di sisi lain, ia juga memastikan akan membersihkan sisa kisdam ketika saluran itu rampung.

 "Kisdamnya nanti juga dibersihkan semua, sehingga airnya bisa mengalir. Jadi sebelum musim hujan berikutnya, itu (box culvert) sudah siap menerima air hujan," ujarnya.

 Tak berhenti di sana, di tahun 2025, pemkot akan kembali melanjutkan proyek box culvert Jalan Raya Babat Jerawat - Pakal dengan panjang sekitar 1.600 meter. Panjang saluran yang akan dibangun tersebut direncanakan menggunakan anggaran Rp 250 miliar.

 "Tahun depan rencana anggaran kalau saya hitung sekitar Rp250 miliar. Jadi (total) kurangnya 2 kilometer, sekarang (2024) sekitar 400 meter dan tahun depan sekitar 1.600 meter," bebernya.

 Syamsul memastikan pihaknya akan mendorong percepatan pembangunan box culvert Jalan Babat Jerawat - Pakal. Termasuk pula yang akan dikerjakan pada tahun 2025 mendatang.

 "Saya juga tidak ingin berlama-lama, jadi misalkan nanti kalau mengerjakan (tahun 2025) bisa dari dua sisi, di sisi timur dan barat, ketemu di tengah," sebutnya.

 "Sehingga speed (kecepatan) pengerjaannya bisa dua kali lebih cepat. Jadi tidak sampai melewati tahun anggaran, biar tidak lama lagi," sambungnya.

 Di samping itu, Syamsul juga memastikan jika di tahun 2024, pihaknya juga terus berupaya menuntaskan sisa 245 titik banjir yang tersebar di Kota Surabaya. Meski, kata dia, 245 titik banjir itu sebelumnya telah berkurang drastis di masa kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

 "Jadi sudah banyak berkurang dan kebanyakan yang 245 titik itu karena sampah dan pelaluan (saluran) air (tersumbat). Karena sebenarnya saluran kita sudah besar, dan pelaluan-pelaluan itu ada (tersumbat) plastik, daun-daun dan ranting," pungkasnya. (*)

 

Berita Terbaru

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

JAKARTA- Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak menemukan bukti ijazah setara SMA Gibran saat mendaftar sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024. Meski demikian,…

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

JAKARTA– Mahkamah Konstitusi tidak menemukan atau mendapatkan bukti meyakinkan yang dapat menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma …

Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian

Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian

Rabu, 07 Okt 2026 09:43 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 09:43 WIB

SURABAYA – Warga Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, mengusulkan pembangunan sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di wilayah mereka. Aspirasi t…

"Makin Mencintai Sulbar, Makin Cepat di Dimutasi" Pesan Perpisahan Menyentuh Irjen Pol Adi Deriyan di Apel Terakhirnya

"Makin Mencintai Sulbar, Makin Cepat di Dimutasi" Pesan Perpisahan Menyentuh Irjen Pol Adi Deriyan di Apel Terakhirnya

Rabu, 07 Okt 2026 09:36 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 09:36 WIB

POLDA SULBAR- Suasana haru menyelimuti lapangan apel Polda Sulawesi Barat, Rabu (7/10/26). Untuk terakhir kalinya, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta memimpin…

Sedang Isi BBM, Buronan Kasus Fidusia Oktavanus Katili Diciduk Tim Tabur Kejari Surabaya

Sedang Isi BBM, Buronan Kasus Fidusia Oktavanus Katili Diciduk Tim Tabur Kejari Surabaya

Rabu, 07 Okt 2026 07:30 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 07:30 WIB

SURABAYA — Pelarian terpidana kasus tindak pidana fidusia, Oktavanus Katili, akhirnya berakhir di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Terpidana yang masuk d…

Usai Keributan, Louis Disebut Masih Beraktivitas Normal

Usai Keributan, Louis Disebut Masih Beraktivitas Normal

Selasa, 06 Okt 2026 20:57 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 20:57 WIB

SURABAYA – Fakta baru terungkap dalam sidang perkara dugaan pengeroyokan terhadap Louis Prasetyo di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (6/10/2026). Dua t…