Paus Fransiskus, Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Roma Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Hidupnya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Paus Fransiskus (Foto: Instagram - @franciscus)
Paus Fransiskus (Foto: Instagram - @franciscus)

i

JAKARTA - Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma, wafat pada Senin (21/4/2025) di Vatikan dalam usia 88 tahun. Kabar duka ini meninggalkan luka mendalam bagi jutaan umat Katolik dan masyarakat dunia yang mengenal sosoknya sebagai tokoh penuh kasih dan kebijaksanaan.

Sejak terpilih menjadi paus pada tahun 2013 menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri, Paus Fransiskus membawa angin segar dalam Gereja Katolik. Ia menekankan nilai-nilai kesederhanaan, inklusivitas, serta kepedulian terhadap kaum miskin dan terpinggirkan.

Mengutip dari Britannica, Senin (21/4/2025), Paus Fransiskus lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio pada 17 Desember 1936 di Buenos Aires, Argentina, yang merupakan keluarga imigran Italia. Sebelum masuk seminari, Bergoglio sempat menempuh pendidikan sebagai teknisi kimia dan bekerja di industri makanan.

Namun, panggilan hidupnya membawa ia bergabung dengan Serikat Yesus (Jesuit) pada tahun 1958. Ia menjalani studi humaniora di Chili serta filsafat di Argentina, dan sempat mengajar sastra dan psikologi sebelum melanjutkan studi teologi.

Ditahbiskan sebagai imam pada 1969, Bergoglio mengambil kaul terakhir Jesuit pada 1973 dan kemudian menjabat sebagai kepala provinsi Jesuit Argentina. Peran ini ia emban pada masa sulit Perang Kotor (1976–1983), yang penuh ketegangan sosial dan politik.

Pada 1992, ia diangkat menjadi uskup tambahan Buenos Aires dan kemudian menjadi Uskup Agung pada 1998. Kehidupannya yang sederhana tercermin dari keputusannya menolak tinggal di kediaman resmi uskup dan memilih naik angkutan umum.

Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi kardinal pada 2001. Saat krisis ekonomi melanda Argentina pada awal 2000-an, ia tampil sebagai suara moral yang membela rakyat kecil dan mengecam ketidakadilan sosial.

Ketika Paus Benediktus XVI mengundurkan diri pada 2013, Bergoglio terpilih sebagai paus dalam konklaf yang digelar pada Maret tahun itu. Ia memilih nama Fransiskus, terinspirasi dari Santo Fransiskus dari Assisi, sebagai simbol dedikasi pada kaum miskin dan perdamaian.

Paus Fransiskus akan dikenang sebagai pemimpin spiritual yang mengubah wajah Gereja Katolik menjadi lebih terbuka dan penuh belas kasih. Dunia kehilangan seorang pemimpin yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan di tengah perubahan global yang penuh tantangan. (RRI)

Berita Terbaru

Petrokimia Gresik Borong 7 Penghargaan Nasional di Anugerah Humas Indonesia 2026

Petrokimia Gresik Borong 7 Penghargaan Nasional di Anugerah Humas Indonesia 2026

Jumat, 09 Okt 2026 18:50 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:50 WIB

Gresik - PT Petrokimia Gresik memborong tujuh penghargaan dalam ajang The 8th Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026. Capaian tersebut menjadi pengakuan atas…

Doa Penuh Kehangatan Iringi Langkah Pamit Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta

Doa Penuh Kehangatan Iringi Langkah Pamit Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta

Jumat, 09 Okt 2026 16:21 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:21 WIB

POLDA SULBAR- Keharuan tak terbendung saat melepas kepergian Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta beserta istri tercinta, Ny. Santi Adi Deriyan. Kehangatan dan…

Lapsat Kapolda Sulbar, Komitmen Melanjutkan Kepemimpinan yang Telah Dirintis

Lapsat Kapolda Sulbar, Komitmen Melanjutkan Kepemimpinan yang Telah Dirintis

Jumat, 09 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 15:45 WIB

POLDA SULBAR - Laporan Satuan (Lapsat) dan penyerahan memori kepemimpinan menjadi momen sakral sekaligus hangat dalam rangkaian serah terima jabatan Kapolda…

Serah Terima Ibu Asuh Polwan Polda Sulbar, Dari Kehangatan yang Berlalu ke Semangat yang Baru

Serah Terima Ibu Asuh Polwan Polda Sulbar, Dari Kehangatan yang Berlalu ke Semangat yang Baru

Jumat, 09 Okt 2026 15:23 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 15:23 WIB

POLDA SULBAR - Momen penuh kehangatan sekaligus keharuan terasa menyelimuti Aula Marannu Mapolda Sulawesi Barat saat kegiatan Serah Terima Ibu Asuh Polwan …

Datangi Rumah Warga Barata Jaya, Ajeng Wira Wati Kawal PKH Keluarga dengan Anak Hidrosefalus

Datangi Rumah Warga Barata Jaya, Ajeng Wira Wati Kawal PKH Keluarga dengan Anak Hidrosefalus

Jumat, 09 Okt 2026 14:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 14:37 WIB

SURABAYA – Di tengah perjuangan memenuhi kebutuhan tiga anak dengan kondisi berbeda, keluarga Darminto di RW 3 Kelurahan Barata Jaya, Surabaya, berharap b…

Petrokimia Gelontorkan Rp 100 Juta Dukung Revitalisasi Fasilitas Nelayan Pesisir Gresik

Petrokimia Gelontorkan Rp 100 Juta Dukung Revitalisasi Fasilitas Nelayan Pesisir Gresik

Jumat, 09 Okt 2026 12:33 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 12:33 WIB

Gresik - PT Petrokimia Gresik menggelontorkan bantuan senilai Rp 100 juta untuk mendukung revitalisasi fasilitas nelayan di Kelurahan Lumpur, Gresik. Dana…