Komisi VI DPR Pastikan Kesiapan Perumnas, Program 3 Juta Rumah, Prioritas di Perkotaan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Program 3 juta rumah
Program 3 juta rumah

i

JAKARTA– Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid, menegaskan pentingnya kesiapan Perumnas dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi bagian dari Program Prioritas Nasional untuk mengatasi backlog perumahan dan menyediakan rumah layak huni, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Kunjungan ini adalah dalam rangka kita untuk lebih memahami, mendalami dan mengetahui daripada program Perumnas terkait dengan Astacita, khususnya program-program untuk menciptakan perumahan 3 juta, 1 juta di kota dan 2 juta di desa,” kata Nurdin dikutip Minggu (13/7/2025), seperti dilansir dpr.go.id (Parlementaria).

Menurutnya, pembangunan satu juta unit rumah di wilayah perkotaan harus menjadi prioritas utama Perumnas sebagai ujung tombak pelaksanaan program tersebut. Komisi VI ingin memastikan sejauh mana kesiapan Perumnas dari sisi lokasi, lahan, serta pendanaan untuk merealisasikan target tersebut.

“1 juta ini tentu merupakan harusnya menjadi prioritas daripada Perumnas sebagai ujung tombak yang bisa merealisasikan harapan Pak Prabowo untuk membangun perumahan 1 juta itu. Itu yang kita ingin tahu, seberapa jauh kesiapan daripada Perumnas, tidak hanya dari sisi lokasi lahan, tapi termasuk pendanaan itu,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Lebih lanjut, Nurdin menyampaikan bahwa sinergi antar lembaga sangat penting, termasuk dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dan PT Semen Indonesia (SIG) . Kedua sektor ini disebut sebagai pendukung utama dalam mewujudkan pembangunan rumah bagi masyarakat.

“BTN itu merupakan supporting utama untuk mewujudkan perumahan 3 juta itu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah menetapkan target besar, yaitu membangun 3 juta rumah per tahun atau 15 juta rumah dalam lima tahun. Karena itu, kesiapan lembaga pelaksana perlu dikawal secara ketat.

“Pak Prabowo mengharapkan bahwa satu tahun 3 juta itu jangan sampai meleset, 5 tahun 15 juta (rumah). Nah, sekarang kita ingin melihat prioritas dari Perumnas untuk 1 juta, berapa persen kemampuan Perumnas untuk mewujudkan perumahan 3 juta itu,” imbuh Nurdin.

Terkait dengan pembiayaan, ia menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema subsidi agar program ini dapat diakses oleh masyarakat luas, terutama mereka yang berpenghasilan menengah ke bawah.

“Bagaimana pemerintah membangun 3 juta rumah, tapi kemudian harganya bisa dijangkau sehingga bisa meningkatkan taraf hidup, masyarakat bisa hidup layak. Yang tadinya tidak punya rumah kemudian bisa mendapatkan rumah itu tentu dengan melalui skema kredit yang bersubsidi. Dan ini sudah ada skema, skema tersebut yang diciptakan oleh negara,” ungkapnya.

Namun demikian, ia menggarisbawahi bahwa kesiapan Perumnas untuk melayani masyarakat secara cepat dan efisien menjadi aspek yang tak kalah penting. Terkait sasaran penerima manfaat program, Nurdin menjelaskan bahwa satu juta rumah di kota diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah, termasuk aparatur sipil negara (ASN), pekerja swasta, dan buruh yang memiliki pendapatan tetap, namun belum mampu memiliki rumah secara tunai

“Mereka punya kemampuan, tetapi untuk membangun dalam waktu singkat tidak punya kemampuan. Tapi kalau diberi waktu 10 tahun, 20 tahun dengan pendapatan mereka, bisa melakukan pembayaran dengan skema subsidi dari negara,” jelasnya.

Sementara itu, dua juta rumah di desa menyasar masyarakat yang telah memiliki rumah namun dalam kondisi tidak layak huni.

“Yang 2 juta itu di desa adalah orang punya rumah, tapi tidak layak huni. Ini sebetulnya tidak berat, karena kira-kira anggarannya 15–20 juta. Sehingga masyarakat yang tadinya rumahnya bocor-bocor, kalau hujan dia kehujanan, kalau kemudian siangnya kepanasan, nah sekarang dengan adanya program ini, itu akan mengangkat harkat martabat daripada masyarakat di desa,” tutupnya. (dpr)

Berita Terbaru

Cegah 3C dan Balap Liar, URC Polda Sulbar Patroli Malam di Mamuju

Cegah 3C dan Balap Liar, URC Polda Sulbar Patroli Malam di Mamuju

Kamis, 03 Sep 2026 12:32 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 12:32 WIB

MAMUJU – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Barat. Tim …

Kapolda Sulbar Lepas Kombes Pol Agus Budi Supriyanto: Jabatan Adalah Amanah Pengabdian

Kapolda Sulbar Lepas Kombes Pol Agus Budi Supriyanto: Jabatan Adalah Amanah Pengabdian

Kamis, 03 Sep 2026 08:52 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 08:52 WIB

POLDA SULBAR- Masa pengabdian Kombes Pol Agus Budi Supriyanto, selaku Direktur Pengamanan Obyek Vital (DirPamobvit) Polda Sulawesi Barat resmi berakhir…

PT Java Fortis vs Nany Widjaja: Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian dan Kerugian Rp83 Miliar

PT Java Fortis vs Nany Widjaja: Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian dan Kerugian Rp83 Miliar

Kamis, 03 Sep 2026 07:01 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 07:01 WIB

SURABAYA — Besarnya nilai kerugian perusahaan belum serta-merta dapat menjadi dasar untuk menyatakan seorang direksi melakukan kesalahan atau kelalaian dalam m…

Buka Akses U-Turn Lebih Aman di Wonokromo, Pemkot Surabaya Relokasi 43 Pedagang Pasar Tumpah

Buka Akses U-Turn Lebih Aman di Wonokromo, Pemkot Surabaya Relokasi 43 Pedagang Pasar Tumpah

Rabu, 02 Sep 2026 20:52 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:52 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Kecamatan Wonokromo merelokasi 43 pedagang pasar tumpah yang selama ini menempati badan jalan dan saluran…

Jaga Keselamatan Berlalu Lintas, Polantas Polda Sulbar Terus Hadir Saat Padatnya Arus Pulang Kerja

Jaga Keselamatan Berlalu Lintas, Polantas Polda Sulbar Terus Hadir Saat Padatnya Arus Pulang Kerja

Rabu, 02 Sep 2026 18:50 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 18:50 WIB

POLDA SULBAR- Keselamatan dan ketertiban di jalan raya terus menjadi prioritas utama Polantas Polda Sulbar, melalui pengaturan lalu lintas pada jam-jam padat…

Peziarah Ampel Resah Diganggu Anjal, Wali Kota Eri Perintahkan Satpol PP Perketat Pengawasan

Peziarah Ampel Resah Diganggu Anjal, Wali Kota Eri Perintahkan Satpol PP Perketat Pengawasan

Rabu, 02 Sep 2026 15:34 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:34 WIB

SURABAYA- Sejumlah peziarah di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel, Kota Surabaya, mengeluhkan gangguan anak jalanan (anjal) dan pengemis yang meminta…