SURABAYA – Di tengah ramainya perbincangan warganet soal video candaan admin media sosial Pemerintah Kota Surabaya, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mengajak masyarakat untuk melihat persoalan itu dengan kepala dingin.
Menurutnya, apa yang terjadi hanyalah kekeliruan kecil seorang individu, bukan cerminan dari karakter maupun kinerja Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang selama ini dikenal bekerja turun langsung ke lapangan.
“Rasanya tidak adil jika hanya karena candaan seorang admin, lalu kerja keras wali kota dianggap pencitraan. Mungkin ada dinamika politik dan framing di baliknya, tapi kita juga harus jujur bahwa hasil kerja Pemkot Surabaya sudah banyak dirasakan warga,” ujar Eri Irawan, Senin (3/11).
Ia menyebut, banyak perubahan positif yang terjadi di Kota Pahlawan selama kepemimpinan Eri Cahyadi. Mulai dari ribuan rumah warga yang kini layak huni lewat program perbaikan Rutilahu, penanganan banjir yang semakin tertata, hingga pembangunan jalan dan fasilitas umum untuk mengurai kemacetan.
“Kalau kita turun ke masyarakat, mereka merasakan sendiri hasilnya. Penurunan angka kemiskinan, perbaikan lingkungan, hingga program penanganan stunting yang nyata. Ini bukan sekadar pencitraan, tapi kerja konkret,” katanya.
Eri menilai, kesalahan kecil seperti itu bisa terjadi pada siapa pun. Bahkan, beberapa kali kasus serupa juga pernah dialami oleh admin media sosial pejabat publik lain. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memberi ruang maaf.
“Yang penting, admin itu sudah minta maaf. Sikap mau mengakui kesalahan itu menunjukkan kedewasaan. Kita pun perlu bersikap dewasa untuk memaafkan,” ujarnya lembut.
Sebelumnya, sebuah potongan video viral memperlihatkan percakapan admin akun Instagram Pemkot Surabaya yang tanpa sengaja terekam saat jeda siaran langsung. Dalam video itu terdengar suara yang bercanda, “Kalau ada hujan lagi, rekaman video bapak turun ke lapangan kita simpan aja. Nanti bisa diunggah lagi.”
Ucapan ringan itu kemudian ramai dibahas, bahkan memunculkan tudingan bahwa kegiatan lapangan Wali Kota Eri Cahyadi hanya sekadar pencitraan.
Namun bagi Eri Irawan, hal seperti itu semestinya tidak menutupi kenyataan bahwa banyak warga Surabaya kini menikmati hasil kerja nyata Pemkot.
“Kita ini manusia, bisa salah. Tapi jangan biarkan kesalahan kecil menutupi kebaikan besar. Yang utama, kerja untuk rakyat tetap harus jalan,” tutupnya. (dims)
Editor : Redaksi