Ajeng Wira Wati Soroti Kekurangan 1.500 Guru di Surabaya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati,
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati,

i

SURABAYA, Bacasaja.id– Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, menyoroti persoalan kekurangan tenaga pendidik di tingkat SD dan SMP. Hal itu disampaikan usai rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Profesi Guru (PPG) Prajabatan Kota Surabaya.

“Komisi D menerima audiensi dari forum PPG, dan kami sepakat bahwa Surabaya memang masih kekurangan guru. Baik di SD, SMP, sekolah negeri, bahkan guru pendamping khusus juga kurang,” ujar Ajeng, Rabu (12/11).

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, sebenarnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki kemampuan untuk menutup kebutuhan tersebut. Namun, upaya tersebut terhambat oleh regulasi dari pemerintah pusat.

“Secara anggaran kita cukup, dan setiap tahun Pemkot selalu mengajukan penambahan kuota pengangkatan guru. Tapi karena sistem dari pusat belum memperbolehkan, jadinya tidak bisa direalisasikan,” jelasnya.

Selain kekurangan guru, Ajeng juga menyoroti persoalan lain di bidang pendidikan. Menurutnya, masih banyak tenaga pengajar yang belum menyelesaikan masa pengabdiannya, serta ada yang memiliki ijazah tidak linear dengan bidang ajarnya.

“PPG ini kan forum untuk para fresh graduate. Padahal di lapangan masih banyak guru yang belum tuntas mengabdi, meskipun latar belakang pendidikannya tidak linear,” paparnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Ajeng meminta Dinas Pendidikan Surabaya aktif berkonsultasi dengan pemerintah pusat guna mencari solusi yang tepat.

“Kami akan terus mendorong Dinas Pendidikan agar melakukan konsultasi dengan kementerian terkait. Pemkot Surabaya mampu membiayai pemenuhan kebutuhan guru demi meningkatkan kualitas pendidikan di kota ini,” tegas Ajeng.

Ia membeberkan, berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat kekurangan sekitar 1.500 guru di Kota Pahlawan. Padahal, terdapat sekitar 800 guru prajabatan yang sudah siap untuk ditempatkan.

“Informasinya, SD dan SMP kekurangan sekitar 1.500 guru, sementara ada 800 guru prajabatan yang siap ditempatkan. Harapannya, regulasi pusat bisa lebih fleksibel agar tidak ada satu pun sekolah di Surabaya yang kekurangan guru,” pungkas Ajeng Wira Wati. (dims)

Berita Terbaru

Kawal Agenda Presiden dan Prioritas Kapolri, Polda Sulbar–Korem 142/Tatag Perkuat Sinergi untuk Masyarakat

Kawal Agenda Presiden dan Prioritas Kapolri, Polda Sulbar–Korem 142/Tatag Perkuat Sinergi untuk Masyarakat

Selasa, 20 Okt 2026 15:40 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 15:40 WIB

MAMUJU — Polda Sulawesi Barat dan Korem 142/Tatag memperkuat sinergi untuk menjaga keamanan daerah, mendukung agenda pembangunan Presiden, serta menghadirkan m…

Selaraskan Program Prioritas Kapolri, Kapolda Sulbar Perkuat Sinergi dengan Pemprov untuk Hadirkan Pelayanan yang Dirasa

Selaraskan Program Prioritas Kapolri, Kapolda Sulbar Perkuat Sinergi dengan Pemprov untuk Hadirkan Pelayanan yang Dirasa

Selasa, 20 Okt 2026 15:36 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 15:36 WIB

MAMUJU — Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Totok Suharyanto memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk menyelaraskan pelaksanaan Program …

Semarak HUT Humas Polri ke-75, Bid Humas Polda Sulbar Salurkan Bantuan ke Rumah Tahfiz Qur’an Manakarra

Semarak HUT Humas Polri ke-75, Bid Humas Polda Sulbar Salurkan Bantuan ke Rumah Tahfiz Qur’an Manakarra

Selasa, 20 Okt 2026 13:05 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 13:05 WIB

POLDA SULBAR- Semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Humas Polri diwujudkan dalam aksi sosial yang tulus dan sederhana namun penuh makna yang digelar oleh…

Gandeng Pendamping PKH, Dinsos PPPA Kota Probolinggo Cegah Kekerasan dan Bullying Anak dalam Keluarga 

Gandeng Pendamping PKH, Dinsos PPPA Kota Probolinggo Cegah Kekerasan dan Bullying Anak dalam Keluarga 

Selasa, 20 Okt 2026 11:24 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 11:24 WIB

PROBOLINGGO — Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Probolinggo memperkuat edukasi keluarga untuk mencegah kekerasan t…

Anggota DPD RI: Perundungan Anak Tak Bisa Dianggap Kenakalan Biasa, Deteksi Dini Harus Diperkuat

Anggota DPD RI: Perundungan Anak Tak Bisa Dianggap Kenakalan Biasa, Deteksi Dini Harus Diperkuat

Selasa, 20 Okt 2026 11:21 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 11:21 WIB

SURABAYA – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengajak keluarga, sekolah, dan pemerintah memperkuat upaya pencegahan perundungan terhadap anak. S…

Berikan Rasa Aman, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Turun Langsung Pengaturan Lalu Lintas Pagi

Berikan Rasa Aman, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Turun Langsung Pengaturan Lalu Lintas Pagi

Selasa, 20 Okt 2026 10:34 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 10:34 WIB

SURABAYA - Dalam upaya memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar…