SURABAYA - Milad, Silaturahmi Nasional (Silatnas) IV, dan Haul Akbar Majelis Online Ratib Al-Haddad (MOR) Internasional digelar dengan penuh kekhidmatan pada Sabtu (17/1/2026) di Ballroom BG Junction, Surabaya. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana spiritual yang mendalam dan diikuti ribuan muslimah dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Ribuan jamaah mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib dan khusyuk. Suasana haru dan penuh penghayatan terasa kuat saat prosesi doa, tawasul, serta rangkaian Haul Akbar berlangsung di ballroom utama yang dipadati jamaah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah dan negara. Hal ini menjadi simbol bahwa MOR Internasional mendambakan perdamaian dalam perbedaan adat, budaya, dan latar belakang. Keberagaman ini mencerminkan semangat persatuan dan ukhuwah muslimah lintas batas yang terus dijaga oleh majelis tersebut.
Peserta yang hadir dan terdaftar tidak hanya berasal dari berbagai wilayah di dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri, di antaranya Singapura, Malaysia, dan TAIWAN. Hal ini menegaskan bahwa MOR Internasional telah berkembang secara organik dan pesat dalam kurun waktu sekitar empat tahun, dengan jumlah anggota yang kini mencapai lebih dari 1.000 muslimah.
Mengusung tema “Pembenahan Mental dan Spiritual dengan Ruqyah dan Hypnotherapy”, acara ini menjadi ruang pemulihan batin dan penguatan spiritual bagi para muslimah. Rangkaian kegiatan meliputi Haul Akbar, tawasul, pembacaan Ratib Al-Haddad, ruqyah, serta hypnotherapy yang diikuti dengan penuh kekhusyukan.
Founder MOR Internasional, Gus H. Andika Setya Atmaja, menyampaikan bahwa MOR hadir sebagai majelis yang terbuka dan inklusif bagi muslimah di seluruh dunia.
“Majelis ini kami niatkan sebagai ruang ketenangan dan penyembuhan batin bagi muslimah, tanpa memandang asal daerah maupun negara. MOR adalah tempat untuk saling menguatkan dalam cahaya spiritual,” ujarnya.
Senada dengan itu, Neng Yenna Rachman menegaskan bahwa keberagaman yang hadir dalam majelis ini justru menjadi kekuatan MOR Internasional.
“Kami ingin MOR menjadi cahaya yang menenangkan, tidak hanya bagi jamaah yang hadir, tetapi juga bagi semua yang didoakan melalui majelis ini. Perbedaan bukan pemisah, melainkan rahmat yang menyatukan,” tuturnya.
Momentum Milad dan Silatnas IV ini tidak hanya menjadi ajang peringatan dan silaturahmi nasional, tetapi juga simbol kuatnya ukhuwah muslimah lintas wilayah dan lintas negara. Panitia menegaskan bahwa MOR Internasional hadir sebagai majelis untuk muslimah di seluruh penjuru bumi, tanpa batas geografis.
Mengusung tema besar “MOR Internasional Semakin Menyinari Alam Semesta”, MOR Internasional berharap dapat terus menjadi ruang aman, menenangkan, dan penuh keberkahan, sekaligus memperkuat peran spiritual perempuan muslim dalam kehidupan global. (dims)
Editor : Redaksi