Tahun 2026 Indonesia Darurat Kematian Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus)

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Singky Soewadji
Singky Soewadji

i

Oleh :
Singky Soewadji

Belakangan ini rasanya hati kita capek banget. Sedihnya datang bertubi-tubi, terutama buat kita yang sayang dengan Mamalia lembut ini.

Ada Gajah mati, kepalanya dipotong dan diambil Gadingnya. Belum sempat reda rasa kesalnya, muncul lagi kabar Gajah mati karena pagar listrik. Mungkin mereka cuma lewat. Mungkin mereka cuma cari jalan. Bukan mau merusak, bukan mau bikin masalah. Tapi lagi-lagi mereka yang jadi korban.

Ada Gajah betina mati dan tiga lainnya masih sekarat di kebun binatang Pematang Siantar milik Ketum Perhimpunan Kebun Binatang Se Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah yang telah menjabat selama lima periide (21 tahun hingga sekarang).

Ada Gajah masuk ke pemukiman. Mereka terlihat datang beramai-ramai ke perumahan. Mereka bukan mau beli rumah di pemukiman, mungkin mereka sudah bingung. Mungkin hutan tempat mereka mencari makan sudah terlalu sempit.

Bisa jadi mereka cuma lapar. Bisa jadi mereka cuma butuh ruang untuk hidup, yang dulu memang milik mereka tapi sudah berubah menjadi pemukiman dan kebun Sawit.

Yang menyedihkan lagi, seekor anak Gajah sempat masuk ke dalam septic tank perumahan. Kalau saja tidak cepat ketahuan, kita nggak tahu apa yang bisa terjadi. Padahal Gajah kecil itu adalah harapan. Cikal bakal generasi berikutnya. Masa depan yang seharusnya kita jaga.

Kita juga kehilangan seekor anak Gajah betina, Gajah kecil matanya indah dan teduh, tingkah lakunya lembut, selalu terlihat jinak dan penuh rasa ingin tahu. Dia adalah harapan kecil yang diitipkan untuk masa depan konservasi di Taman Nasional Tesso Nilo. Namun usianya singkat.

Semoga setelah semua duka ini, akan ada lebih banyak empati, lebih banyak perlindungan, dan lebih banyak ruang aman untuk mereka. Karena mereka bukan pengganggu. Mereka hanya ingin hidup.

Tahun 2026 belum genap depapan bulan sudah ada sebelas individu Gajah mati, ini yang terpantau.

Catatan Apecsi ada 11 individu Gajah yang mati

Sepanjang awal 2026, kasus kematian gajah meningkat dan menjadi alarm serius bagi perlindungan satwa dilindungi di Indonesia.

Konflik antara manusia dengan Gajah terus meningkat.

Seorang warga di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, meninggal dunia setelah diduga diinjak Gajah liar saat berada di kebun jagung miliknya. 

Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu, 21 Februari 2026, di Desa Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo. Korban diketahui bernama Musahar (53), seorang petani yang sehari-hari berkebun di kawasan yang berbatasan langsung dengan hutan.

Berdasarkan laporan media, Musahar saat itu menginap di pondok kebun bersama istrinya. Pada pagi hari, ia melihat jejak Gajah liar di sekitar lokasi. Diduga karena ingin memastikan keberadaan satwa tersebut, korban mengikuti jejak itu. Tak lama kemudian terdengar beberapa kali suara raungan Gajah dari arah kebun.

Setelah Musahar tidak kembali, sang istri meminta bantuan keluarga untuk melakukan pencarian. Korban kemudian ditemukan tergeletak dengan luka serius di bagian dada dan rahang yang diduga akibat injakan Gajah. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dialaminya.

Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengimbau masyarakat agar tidak mendekati atau mengikuti jejak Gajah liar karena perilakunya sulit diprediksi dan dapat membahayakan keselamatan. 

Wilayah pedalaman Aceh sendiri merupakan habitat alami Gajah Sumatera yang populasinya semakin terdesak akibat penyempitan hutan. Konflik antara manusia dan satwa liar pun masih menjadi tantangan serius di daerah tersebut.

Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) sudah makin terdesak, habitat terakhir Gajah hanya di kawasan sekitar Aceh, hingga bila di temukan Gajah mati kebanyakan dari kawasan terdebut. Apakah akan kita musnahkan mereka dari muka bumi ini di kawasan habitat terakhir mereka?

Bukan Gajah masuk ke wilayah manusia tapi sebaliknya manusia telah masuk ke habitat Gajah dengan cara merambah hutan rumah bagi mereka.

Dalam kurun kurang dari delapan bulan di tahun 2026, sedikitnya sebelas Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) dilaporkan mati di lokasi berbeda di Sumatera. 

Rangkaian peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya perlindungan satwa liar yang berstatus Kritis (Critically Endangered) menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Berikut rangkuman kasus berdasarkan laporan media dan keterangan resmi aparat penegak hukum serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA):

1. Anak Gajah Mati Diduga Akibat Jerat

Lokasi: Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau
Tanggal ditemukan: 26 Februari 2026

Seekor anak gajah Sumatera ditemukan mati di Resort Lancang Kuning, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Saat ditemukan, bangkai sudah dalam kondisi membusuk.

Balai TNTN menyebutkan terdapat luka pada bagian kaki yang mengarah pada dugaan jerat atau perangkap. Infeksi berat akibat luka tersebut diduga menjadi penyebab kematian. Tim gabungan dari TNTN, BKSDA Riau, dan Polda Riau melakukan nekropsi untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Tesso Nilo selama ini dikenal sebagai salah satu kantong populasi Gajah Sumatera yang rawan konflik dan perburuan.

2. Gajah Jantan Tanpa Kepala di Konsesi PT RAPP

Lokasi: Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau
Tanggal ditemukan: 2 Februari 2026

Seekor Gajah jantan dewasa diperkirakan berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Kondisinya mengenaskan: kepala dan gading hilang.

Hasil awal nekropsi menemukan proyektil peluru di bagian kepala. Aparat kepolisian dan Gakkum KLHK menduga kuat Gajah tersebut ditembak sebelum bagian tubuhnya diambil, mengarah pada praktik perburuan gading.

Kasus ini tengah diselidiki sebagai tindak pidana terhadap satwa dilindungi.

3. Gajah Betina Diduga Tersengat Listrik di Aceh Tengah

Lokasi: Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah
Perkiraan waktu kejadian: 20 Februari 2026

Seekor Gajah betina ditemukan mati di area perkebunan warga dengan belalai terlilit kabel listrik.

BKSDA Aceh menyebut indikasi awal mengarah pada kematian akibat sengatan listrik (elektrokusi). Kabel bertegangan tinggi diduga dipasang sebagai pengaman kebun. Aparat kepolisian dan tim konservasi telah melakukan pemeriksaan lokasi.

Peristiwa ini kembali memunculkan perdebatan mengenai penggunaan pagar listrik di wilayah jelajah satwa liar.

4. Gajah “Ratna” Mati dalam Perawatan di Sumatera Utara

Lokasi: R Zoo & Park, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara milik Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Se Indonesia (PKBSI) yang telah menjabat selama 4 periode (21 tahun).
Tanggal meninggal: 7 Februari 2026.

Gajah betina bernama Ratna, berusia sekitar 50 tahun, dilaporkan mati setelah menjalani perawatan intensif.

Manajemen lembaga konservasi menyebut hasil pemeriksaan medis menunjukkan gangguan fungsi ginjal dan hati sebagai penyebab kematian. Kasus ini tidak terkait perburuan atau konflik di alam liar.

Apa yang Sedang Terjadi?

Dari empat kasus tersebut, tiga terjadi di habitat alami dan berkaitan langsung dengan aktivitas manusia: jerat, perburuan gading, dan instalasi listrik di area perkebunan.

Populasi Gajah Sumatera diperkirakan tersisa sekitar 1.000 hingga 1.200 ekor di alam liar. Fragmentasi habitat, ekspansi perkebunan, serta lemahnya pengawasan kawasan konsesi dan hutan produksi memperbesar risiko konflik dan kematian.

Sebelas kematian dalam delapan bulan bukan sekadar deret angka. Ini adalah sinyal bahwa sistem perlindungan satwa kita perlu dievaluasi secara serius.

Apakah patroli kawasan sudah cukup kuat?

Apakah penegakan hukum terhadap pelaku jerat dan perburuan sudah memberi efek jera?

Apakah tata kelola ruang sudah benar-benar mempertimbangkan koridor jelajah satwa?

Ketika kematian terus berulang dalam waktu berdekatan, pertanyaannya bukan lagi apakah ini kebetulan. Pertanyaannya adalah, ada apa dengan perlindungan satwa kita?

Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) adalah spesies payung dan penjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis. Jika mereka terus hilang, yang runtuh bukan hanya satu spesies, tetapi rantai kehidupan yang menopang masa depan generasi berikutnya.

Perlindungan tidak boleh berhenti pada pernyataan.
Negara harus hadir dalam kebijakan, pengawasan, dan penegakan hukum yang konsisten.

Kalau bukan kita, siapa lagi ?
Kalau tidak sekarang, kapan lagi ?
Kau peduli, aku lestari.
Salam lestari !

Singky Soewadji
Pemerhati Satwa Liar
Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI)

Berita Terbaru

Gandengan Tangan Taklukkan Batang Licin, Panjat Pinang Jadi Puncak Keseruan Semarak Kemerdekaan di Polda Sulbar

Gandengan Tangan Taklukkan Batang Licin, Panjat Pinang Jadi Puncak Keseruan Semarak Kemerdekaan di Polda Sulbar

Rabu, 19 Agu 2026 10:30 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 10:30 WIB

POLDA SULBAR- Sebuah batang pinang setinggi 10 meter yang dilumuri pelumas yang dikenal dengan istilah Gommok menjadi tantangan paling ditunggu sekaligus…

Semarak Merah Putih: Ledakan Suka Cita Rayakan HUT RI ke-81 di Polda Sulbar

Semarak Merah Putih: Ledakan Suka Cita Rayakan HUT RI ke-81 di Polda Sulbar

Rabu, 19 Agu 2026 10:27 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 10:27 WIB

POLDA SULBAR- Suasana penuh suka cita, tawa riang, dan semangat merah putih menyelimuti Lapangan Tribrata Mapolda Sulawesi Barat, Rabu (19/8/26). Mulai dari…

Kapolda Sulbar Bersama Seluruh Personel Lepas Penat, Seru-seruan Lomba Rakyat Warnai HUT Kemerdekaan RI

Kapolda Sulbar Bersama Seluruh Personel Lepas Penat, Seru-seruan Lomba Rakyat Warnai HUT Kemerdekaan RI

Rabu, 19 Agu 2026 08:28 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 08:28 WIB

POLDA SULBAR- Dalam semarak kemerdekaan RI yang ke-81, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta bersama para PJU beserta seluruh personel dan Bhayangkari …

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Dikembalikan, Ini Alasannya

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Dikembalikan, Ini Alasannya

Rabu, 19 Agu 2026 07:50 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 07:50 WIB

JAKARTA- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini, Selasa (18/8/2026), menggelar sidang praperadilan yang diajukan Febrie Adriansyah, mantan Jaksa Agung…

Kabar Baik! Guru Berstatus PPPK Berpeluang Diangkat Jadi PNS Mulai 2027, Ini Penjelasan Mensesneg

Kabar Baik! Guru Berstatus PPPK Berpeluang Diangkat Jadi PNS Mulai 2027, Ini Penjelasan Mensesneg

Rabu, 19 Agu 2026 07:44 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 07:44 WIB

JAKARTA- Langkah besar baru saja diambil pemerintah bersama DPR RI terkait masa depan para tenaga pendidik. Nantinya, guru yang berstatus Pegawai Pemerintah…

Siapkan Wilayah Anda, Lomba Kampung Pancasila Siap Digelar September 2026

Siapkan Wilayah Anda, Lomba Kampung Pancasila Siap Digelar September 2026

Selasa, 18 Agu 2026 22:29 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 22:29 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersiap menggelar Lomba Kampung Pancasila mulai September hingga Desember 2026. Kompetisi ini akan melibatkan…