Batasi HP di Sekolah, Pemkot Surabaya Fokus Bentuk Karakter dan Disiplin Siswa

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemkot Surabaya menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan gawai atau handphone (HP) di lingkungan sekolah
Pemkot Surabaya menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan gawai atau handphone (HP) di lingkungan sekolah

i

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan gawai atau handphone (HP) di lingkungan sekolah dengan melibatkan murid, guru, dan orang tua. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah paparan konten digital dan media sosial yang berdampak negatif terhadap anak.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa kebijakan pembatasan penggunaan ponsel di sekolah telah berjalan selama dua bulan dan menunjukkan hasil positif.

"Alhamdulillah dengan pembatasan gawai ini, maka pelaksanaan pendidikan di sekolah semakin interaktif antara guru dan murid. Karena intinya pembatasan ini kita gunakan untuk membuat karakter kedisiplinan anak ini jadi bagus," ujar Wali Kota Eri, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, pembatasan gawai turut berdampak pada meningkatnya interaksi antarsiswa serta menurunnya kasus perundungan di lingkungan sekolah. "Bisa kita lihat di Surabaya, kasus bullying, kasus anak yang diam seperti minder yang mereka biasanya main HP sendiri di ujung kelas, sekarang sudah mulai, tidak ada. Sehingga ada interaksi," tuturnya.

Wali Kota Eri menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. "Inilah yang saya lakukan di Kota Surabaya, alhamdulillah ada hasil yang kita rasakan. Karena kan sekolah ini tujuan akhirnya adalah membentuk kedisiplinan, membentuk karakter anak yang harus kita buat dalam sekolah itu," katanya.

Selain itu, kebijakan pembatasan gawai di sekolah dinilai turut menciptakan rasa aman dan meningkatkan fokus belajar siswa. "Rasa aman, fokus dalam pendidikan, dan anak-anak tidak terpapar oleh konten-konten yang tidak dibutuhkan. Alhamdulillah dampaknya luar biasa di Kota Surabaya," ujarnya.

Pembatasan penggunaan gawai ini tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga diterapkan kepada guru. Terkait respons wali murid, Wali Kota Eri menyebutkan bahwa kebijakan tersebut mendapat sambutan positif

"Alhamdulillah responsnya sangat positif, karena ketika kami melakukan hal ini, kami juga sosialisasikan kepada orang tuanya. Jadi kami kumpulkan sampai dengan hari ini setiap kelas orang tuanya dengan guru," jelasnya.

Ia mengakui bahwa tantangan terbesar justru datang dari masih terbatasnya literasi digital orang tua dibandingkan anak-anak mereka.

"Jadi kami sampaikan Bapak-Ibu, HP ini tidak bisa menggantikan peran orang tua. Jadi tolong dilihat cara (anak) buka HP, buka history, karena banyak orang tua yang tidak pernah melakukan itu," pesannya.

Menurutnya, pengawasan di rumah sama pentingnya dengan pembatasan penggunaan gawai di sekolah. Oleh karena itu, keterlibatan aktif orang tua sangat dibutuhkan dalam mendampingi anak.

"Jadi kami membutuhkan peran orang tua. Karena tidak bisa murid ini (dibatasi gawai) hanya di sekolah, tapi harus dijaga di dalam rumahnya dengan orang tuanya," katanya.

Wali Kota Eri kembali menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak dapat dihindari, namun harus disikapi dengan pembatasan dan pengawasan yang tepat. Ia menyebut, tujuan akhir dari kebijakan ini adalah menjadikan Surabaya sebagai Kota Ramah Anak serta menyiapkan generasi pemimpin masa depan.

"Sehingga saya ingin membuat Surabaya ini Kota Ramah Anak, karena pemimpin masa depan itu adalah anak-anak kita," jelasnya.

Ia juga menegaskan tanggung jawab pendidikan tidak hanya dibebankan kepada guru, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua dan pemerintah.

"Bagaimana kolaborasi kami bertiga, sinergi kami bertiga hari ini adalah membentuk karakter anak," katanya.

Terkait harapan ke depan, Wali Kota Eri meyakini pembatasan gawai menjadi salah satu upaya membangun karakter, jiwa sosial, serta interaksi sosial yang sehat pada anak. "Penerus bangsa ini adalah anak-anak kita. Berarti anak ini harus memiliki karakter, memiliki jiwa sosial yang tinggi, memiliki interaksi sosial yang bagus," tuturnya. (*)

Berita Terbaru

Komitmen Lanjutkan Semangat Juang Pendahulu, Ditlantas Polda Sulbar Hadir Berbagi di Tengah Masyarakat

Komitmen Lanjutkan Semangat Juang Pendahulu, Ditlantas Polda Sulbar Hadir Berbagi di Tengah Masyarakat

Jumat, 21 Agu 2026 17:37 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 17:37 WIB

Polda Sulbar - Menjadikan momen peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 sebagai pengingat nyata untuk melanjutkan perjuangan mulia para pendahulu dalam menjaga…

Polda Sulbar Tangkap Tiga Pengedar Narkoba, Sita Puluhan Saset Sabu di Malunda

Polda Sulbar Tangkap Tiga Pengedar Narkoba, Sita Puluhan Saset Sabu di Malunda

Jumat, 21 Agu 2026 16:22 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 16:22 WIB

Polda Sulbar - Tim Subdirektorat II Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Barat berhasil membekuk tiga orang tersangka pengedar narkotika jenis sabu di…

Yasinan dan Doa Bersama Anak Yatim, Polda Sulbar Isi Hari Juang Polri dengan Kebaikan

Yasinan dan Doa Bersama Anak Yatim, Polda Sulbar Isi Hari Juang Polri dengan Kebaikan

Jumat, 21 Agu 2026 13:49 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 13:49 WIB

POLDA SULBAR- Dalam rangka semarak peringatan Hari Juang Polri tahun 2026, Polda Sulbar menggelar kegiatan ibadah Yasinan dan doa bersama yang dirangkaikan…

Peringati Hari Juang Polri, Wakapolda Sulbar: Teladani Semangat Pendahulu, Perkokoh Pelayanan Masyarakat

Peringati Hari Juang Polri, Wakapolda Sulbar: Teladani Semangat Pendahulu, Perkokoh Pelayanan Masyarakat

Jumat, 21 Agu 2026 09:42 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 09:42 WIB

POLDA SULBAR - Seluruh personel dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkungan Polda Sulawesi Barat mengikuti upacara peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 dengan…

Bahtiyar: Rusunami Jadi Solusi Warga Surabaya yang Kesulitan Punya Rumah

Bahtiyar: Rusunami Jadi Solusi Warga Surabaya yang Kesulitan Punya Rumah

Jumat, 21 Agu 2026 06:12 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 06:12 WIB

SURABAYA – Warga berpenghasilan rendah di Surabaya berpeluang memiliki hunian di dalam kota tanpa harus mencari rumah hingga ke wilayah penyangga. Wakil Ketua D…

Yuwanky DPO Kasus Narkoba: Kelanjutan Pembangunan Pasar Induk Jodoh Dipertanyakan

Yuwanky DPO Kasus Narkoba: Kelanjutan Pembangunan Pasar Induk Jodoh Dipertanyakan

Kamis, 20 Agu 2026 22:07 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 22:07 WIB

BATAM- Status Direktur PT Usaha Jaya Karya Makmur (PT UJKM), Yuwanky alias Yuanky, masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam perkara narkotika dan dugaan tindak…