SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, meminta Panitia Seleksi (Pansel) calon direksi Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya Tahun 2026 bekerja secara profesional dan tidak memberi ruang bagi pihak luar untuk melakukan intervensi.
“Pansel harus bekerja profesional, tidak boleh ada titipan-titipan. Pokoknya, jangan sampai pansel membuat blunder. Artinya peserta yang tidak kredibel, tidak inovatif, dan tidak paham manajemen pelayanan air mendapatkan prioritas,” tegas Budi Leksono, Senin (2/2/2026).
Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Buleks itu menegaskan, Komisi B DPRD Surabaya akan terus memantau dan mengawal proses seleksi direksi tersebut secara ketat. Pasalnya, Perumda Air Minum Surya Sembada merupakan aset strategis milik Pemerintah Kota Surabaya yang selama ini memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, DPRD, khususnya Komisi B, seharusnya mendapatkan pembaruan informasi terkait setiap tahapan seleksi, termasuk nama-nama peserta yang dinyatakan lolos. Hal itu sejalan dengan fungsi pengawasan DPRD terhadap kinerja dan kebijakan pemerintah daerah.
“Seleksi ini menjadi catatan dan fokus pengawasan Komisi B DPRD Surabaya,” ujarnya.
Buleks kembali menegaskan harapannya agar proses seleksi benar-benar bersih dari praktik titipan maupun prioritas kepada pihak tertentu. Ia menilai, transparansi menjadi kunci agar masyarakat dapat menilai bahwa direksi terpilih memang memiliki kapasitas dan kelayakan.
“Semoga tidak ada istilah calon titipan atau orang-orang yang mendapatkan prioritas. Masyarakat nanti bisa menilai bahwa calon yang terpilih benar-benar diakui dan layak menjadi pimpinan di Perumda Air Minum Surya Sembada. Ke depan, jajaran direksi baru harus lebih baik lagi dari sebelumnya,” tandasnya.
Sebagai informasi, sebanyak 23 peserta dinyatakan lulus seleksi psikotes calon anggota Direksi Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya 2026. Para peserta tersebut selanjutnya akan mengikuti tahapan ujian tertulis, focus group discussion (FGD), serta presentasi makalah rencana bisnis yang dijadwalkan pada 4 Februari 2026.
Adapun rincian peserta yang lolos psikotes terdiri dari 5 orang calon Direktur Utama, 5 orang calon Direktur Operasi, dan 13 orang calon Direktur Pelayanan. (dims)
Editor : Redaksi