Surabaya Pilot Project Nasional DTSEN, Capai 83 Persen dan Sisa 17 Persen Dituntaskan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Eddy Christijanto
Eddy Christijanto

i

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya sebagai kota percontohan nasional dalam pelaksanaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hingga akhir masa perpanjangan survei pada 20 Januari 2026, jumlah kepala keluarga (KK) yang telah terdata mencapai 1.026.192 atau sekitar 83 persen dari total sasaran pendataan. Sementara itu, 17 persen lainnya atau sekitar 181.867 KK masih dalam proses konfirmasi dan segera dituntaskan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Surabaya, Eddy Christijanto menjelaskan bahwa sejak dimulai pada 19 Oktober 2025, Surabaya menjadi daerah pertama di Indonesia yang melaksanakan pembaruan DTSEN secara menyeluruh.

“Sebanyak 83 persen atau 1.026.192 KK sudah terdata. Sisanya sekitar 17 persen atau 181 ribu KK masih belum berhasil ditemui dan kini kami percepat melalui mekanisme konfirmasi,” ujar Eddy dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Ex-Humas Pemkot Surabaya, Kamis (19/2/2026).

Ia menegaskan, data DTSEN sangat krusial karena menjadi dasar untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat secara riil dan mutakhir. Melalui data tersebut, pemerintah dapat memetakan tingkat kesejahteraan warga, mulai dari susunan keluarga, pekerjaan, hingga kisaran penghasilan.

“Dengan sistem berbasis data digital, kita bisa memastikan siapa yang benar-benar berhak menerima bantuan sosial. Termasuk untuk perencanaan pembangunan dan pengalokasian APBD agar tepat sasaran,” tegasnya.

Untuk mempercepat penyelesaian 17 persen data yang belum terkonfirmasi, Pemkot Surabaya membuka layanan konfirmasi secara daring melalui laman resmi surabaya.go.id. Warga cukup memasukkan NIK dan tanggal lahir untuk mengecek status pendataan. Jika belum disurvei, tersedia menu konfirmasi online yang langsung terhubung ke sistem admin dan diteruskan ke petugas kelurahan sesuai domisili yang dilaporkan.

“Setelah warga melakukan konfirmasi, maksimal satu minggu petugas survei dari unsur ASN OPD dan kelurahan akan mendatangi alamat tersebut. Karena itu kami minta masyarakat mengisi data domisili secara benar, termasuk jika tinggal di kontrakan atau kos,” jelasnya.

Eddy menambahkan, sistem tersebut tetap mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Informasi yang tampil hanya inisial nama dan wilayah administratif, tanpa membuka data pribadi secara detail.

Masa konfirmasi dibuka hingga 31 Maret 2026. Apabila hingga batas waktu tersebut belum ada konfirmasi, maka akan dilakukan penertiban NIK yang bersifat sementara untuk layanan publik di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Penertiban ini untuk memastikan keberadaan dan domisili warga agar data sosial ekonominya benar-benar valid,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan menegaskan bahwa pembaruan DTSEN memiliki manfaat strategis karena kondisi sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis, terutama bagi pekerja sektor informal yang pendapatannya dapat berubah cepat.

Ia menyebut, ke depan pembaruan data akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan oleh BPS Pusat, sementara BPS Kota Surabaya mengawal kualitas dan validitas data di lapangan.

“Bisa saja sebelumnya berada di desil 7, sekarang turun ke desil 6 atau bahkan desil 1. Karena itu updating ini penting agar program bantuan tidak salah sasaran dan meminimalkan inclusion error maupun exclusion error, termasuk pada PBI,” terang Arief.

Dukungan terhadap percepatan ini juga disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. Ia mengapresiasi penurunan angka KK yang belum terkonfirmasi menjadi 181 ribu.

“Ini kerja luar biasa dari teman-teman ASN yang turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Yona juga menekankan pentingnya kolaborasi RT/RW dalam menyosialisasikan pengecekan data kepada warga. Menurutnya, sebagai pilot project nasional dan percontohan bagi 37 kabupaten/kota di Jawa Timur, Surabaya harus mampu menunjukkan keberhasilan dalam pemutakhiran data sosial ekonomi.

“Kami optimistis dengan dukungan aplikasi dan partisipasi masyarakat, sisa 17 persen ini bisa segera dituntaskan sebelum 31 Maret. Data yang akurat adalah fondasi pembangunan yang tepat sasaran,” pungkasnya. (*)

Berita Terbaru

Gerak Cepat Biddokkes Polda Sulbar Bantu Penanganan Medis Korban Kebakaran di Jalan Mangga Mamuju 

Gerak Cepat Biddokkes Polda Sulbar Bantu Penanganan Medis Korban Kebakaran di Jalan Mangga Mamuju 

Rabu, 04 Nov 2026 19:49 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 19:49 WIB

POLDA SULBAR – Menanggapi musibah kebakaran yang melanda kawasan pemukiman warga di Mamuju, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulbar bergerak c…

Kunjungan Dadakan Kapolda Sulbar Cek Satker, Progres Renovasi Masjid dan Koperasi Polda serta Dorong Konten Bermanfaat

Kunjungan Dadakan Kapolda Sulbar Cek Satker, Progres Renovasi Masjid dan Koperasi Polda serta Dorong Konten Bermanfaat

Rabu, 04 Nov 2026 13:43 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:43 WIB

POLDA SULBAR  - Untuk memastikan seluruh personel bekerja secara efektif dan maksimal selama jam dinas, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto didampingi p…

Kapolda Sulbar Berikan Wejangan untuk Polwan, Peduli Kebersihan hingga Bijak Bermedsos

Kapolda Sulbar Berikan Wejangan untuk Polwan, Peduli Kebersihan hingga Bijak Bermedsos

Rabu, 04 Nov 2026 13:13 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:13 WIB

POLDA SULBAR – Kapolda, Irjen Pol Totok Suharyanto, memberikan wejangan khusus kepada 119 personel Polisi Wanita (Polwan) di lingkungan Polda Sulbar. D…

Ungguli Daerah Lain, Pemkab Ponorogo Masuk Tiga Besar Penyelenggaraan Nama Rupabumi Se-Jatim

Ungguli Daerah Lain, Pemkab Ponorogo Masuk Tiga Besar Penyelenggaraan Nama Rupabumi Se-Jatim

Rabu, 04 Nov 2026 10:55 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 10:55 WIB

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengukir prestasi bangga di tingkat provinsi. Ponorogo berhasil bertengger dalam jajaran tiga besar P…

Arahan Kapolda Sulbar Jelang Penutupan Operasi Patuh 2026, Utamakan Tiga Pendekatan dan Jangan Arogan

Arahan Kapolda Sulbar Jelang Penutupan Operasi Patuh 2026, Utamakan Tiga Pendekatan dan Jangan Arogan

Rabu, 04 Nov 2026 09:53 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 09:53 WIB

POLDA SULBAR- Menjelang hari terakhir pelaksanaan Operasi Patuh 2026, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto memberikan arahan penting kepada seluruh…

109 Personel Polda Sulbar, Makin Perkuat Garis Depan Pelayanan di Polres Jajaran

109 Personel Polda Sulbar, Makin Perkuat Garis Depan Pelayanan di Polres Jajaran

Rabu, 04 Nov 2026 09:45 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 09:45 WIB

POLDA SULBAR- Kepolisan Daerah Sulawesi Barat kembali melakukan penguatan personel di tingkat Polres dan Polsek melalui mutasi susulan yang diterbitkan oleh…

Ketua DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda 1 tahun 2023 terkait Jam Operasional Pasar

Ketua DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda 1 tahun 2023 terkait Jam Operasional Pasar

Rabu, 04 Nov 2026 06:11 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 06:11 WIB

SURABAYA – Polemik pembatasan jam operasional Pasar Buah Tanjungsari mulai mengarah pada evaluasi regulasi. Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri alias Kaji I…

Halte Bus Surabaya Masih Minim Fasilitas, Laila Mufidah Desak Pemkot Segera Berbenah

Halte Bus Surabaya Masih Minim Fasilitas, Laila Mufidah Desak Pemkot Segera Berbenah

Rabu, 04 Nov 2026 06:09 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 06:09 WIB

SURABAYA – Kenyamanan transportasi publik di Kota Surabaya ternyata bukan hanya soal ketersediaan armada. Kondisi halte yang masih minim fasilitas juga menjadi …