Viral Flexing Paspor Inggris Anak Penerima LPDP, Ini Reaksi Tegas Anggota DPR RI

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Viral Flexing Paspor Inggris Anak Penerima LPDP
Viral Flexing Paspor Inggris Anak Penerima LPDP

i

JAKARTA– Pemerintah diminta mengevaluasi secara menyeluruh dan memperketat proses seleksi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Pernyataan tersebut diungkapkan anggota Komisi X DPR, Andi Muawiyah Ramly, Senin 23 Februari 2026

Menurut Amure, panggilan akrabnya, LPDP merupakan mandat negara dan setiap rupiah yang diberikan itu adalah uang rakyat. “Maka penerimanya bukan hanya dituntut berprestasi, tetapi juga memiliki komitmen kebangsaan dan orientasi pengabdian yang jelas,” ujarnya dikutip dari RRI.

Pernyataan politisi PKB ini disampaikan terkait video viral yang diposting di akun Instagram milik perempuan bernama Dwi Sasetyaningtyas. Dia diketahui merupakan alumni penerima beasiswa LPDP yang kini menetap di luar negeri bersama keluarganya.

Pada video tersebut, perempuan yang disapa Tyas itu memamerkan paket berisi surat dan sebuah paspor dari Home Office. Ini merupakan instansi di bawah Kementerian Luar Negeri Inggris yang menangani masalah imigrasi dan keamanan nasional.

"Ini paket bukan sembarang paket, isinya dokumen penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anakku,” ujarnya. "Ini adalah surat dari Home Office yang menyatakan anak aku yang kedua sudah diterima menjadi warga negara Inggris."

Namun, pernyataan berikutnyalah yang membuat Tyas menerima hujatan dari warganet Indonesia. "I know the world seems unfair, tetapi cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan," katanya.

Amure menegaskan masalah ini bukan sekadar masalah personal atau unggahan media sosial belaka. Namun, ini sudah menyentuh aspek moral publik karena beasiswa LPDP dibiayai oleh dana rakyat melalui APBN.

Menurut dia, negara tidak boleh lengah untuk memastikan bahwa investasi pendidikan benar-benar kembali untuk kemajuan Indonesia. “Kalau ada penerima beasiswa yang lebih menonjolkan simbol kewarganegaraan negara lain, wajar jika publik bertanya-tanya,” ucapnya.

Amure menekankan ini bukan soal anti-globalisasi atau membatasi hak pribadi, tetapi menyangkut etika. “Ke mana arah loyalitas dan kontribusinya,” ujarnya sambil bertanya.

Amure menegaskan seleksi LPDP tidak cukup hanya dengan menilai IPK, skor bahasa, atau kualitas universitas tujuan. Aspek rekam jejak, integritas, konsistensi sikap kebangsaan, serta rencana kontribusi konkret juga harus diuji lebih dalam dan terukur.

“Jangan sampai LPDP berubah fungsi menjadi jalur percepatan mobilitas pribadi tanpa kontribusi nyata,” ucapnya. 

“Negara tidak boleh membiayai potensi brain drain terselubung karena kita ingin brain gain yang jelas dampaknya bagi Indonesia.”

Di sisi lain, Tyas sudah mengunggah klarifikasi dan permohonan maaf pada akun media social yang sama. “Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai WNI,” ujarnya.

Namun, hujatan dan ungkapan kekecewaan masih terus disampaikan kepada Tyas melalui ruang-ruang publik. Sehingga, perempuan itu telah membatasi kolom komentarnya pada akun Instagram miliknya. (RRI)

Tag :

Berita Terbaru

Kapolres Mamuju Tengah Pimpin Subuh Keliling di Tobadak, Serap Aspirasi Demi Kamtibmas Kondusif

Kapolres Mamuju Tengah Pimpin Subuh Keliling di Tobadak, Serap Aspirasi Demi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 17 Okt 2026 17:40 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 17:40 WIB

MAMUJU TENGAH - Upaya memperkuat kemitraan dan komunikasi dua arah terus digalakkan oleh Polres Mamuju Tengah. Dipimpin langsung oleh Kapolres Mamuju Tengah…

Lewat Subuh Keliling, Kapolres Majene Perkuat Kedekatan dengan Warga dan Cari Solusi Persoalan Kamtibmas

Lewat Subuh Keliling, Kapolres Majene Perkuat Kedekatan dengan Warga dan Cari Solusi Persoalan Kamtibmas

Sabtu, 17 Okt 2026 17:34 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 17:34 WIB

MAJENE - Suasana pagi di Masjid Nurul Abrar, Lingkungan Labuang, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, terasa berbeda, Sabtu (17/10/2026). Usai…

Dekatkan Diri ke Masyarakat, Jajaran Polres Mamasa Gelar Subuh Keliling dan Dialog Kamtibmas

Dekatkan Diri ke Masyarakat, Jajaran Polres Mamasa Gelar Subuh Keliling dan Dialog Kamtibmas

Sabtu, 17 Okt 2026 12:29 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:29 WIB

MAMASA – Menindaklanjuti arahan Kapolda Sulbar untuk memasifkan pendekatan humanis, jajaran Polres Mamasa serentak bergerak melaksanakan kegiatan Subuh K…

Lewat Subuh Keliling, Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar Ingatkan Bintara Remaja Bahaya Judol dan Pinjol

Lewat Subuh Keliling, Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar Ingatkan Bintara Remaja Bahaya Judol dan Pinjol

Sabtu, 17 Okt 2026 12:20 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:20 WIB

POLDA SULBAR – Ada pesan kehidupan yang mendalam dalam kegiatan Subuh Keliling yang dilaksanakan Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulawesi Barat bersama para B…

Subuh Keliling: Kapolresta Mamuju Sapa Warga Usai Ibadah, Bangun Kepercayaan dari Hati ke Hati

Subuh Keliling: Kapolresta Mamuju Sapa Warga Usai Ibadah, Bangun Kepercayaan dari Hati ke Hati

Sabtu, 17 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:17 WIB

MAMUJU - Kehadiran kepolisian tidak hanya terlihat saat ada gangguan keamanan, tetapi juga di saat-saat damai seperti momen ibadah. Melalui program Subuh…

Gusti Moeng Turun Langsung, Revitalisasi Keraton Kulon Soroti Keaslian Bangunan

Gusti Moeng Turun Langsung, Revitalisasi Keraton Kulon Soroti Keaslian Bangunan

Sabtu, 17 Okt 2026 12:09 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:09 WIB

Revitalisasi tiga bangunan Keraton Kulon di Karaton Surakarta Hadiningrat mulai berjalan. Gusti Moeng dan PB XIV menekankan pelestarian bangunan asli.…